4 Alasan Kaum Musyrikin Memusuhi Orang Mukmin

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
لَا  يَرْقُبُوْنَ  فِيْ  مُؤْمِنٍ  اِلًّا  وَّلَا  ذِمَّةً  ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ  هُمُ  الْمُعْتَدُوْنَ
“Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 10).
Menghantam orang mukmin dengan segala macam cara
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI dijelaskan bahwa karena kekufuran mereka, lenyaplah dari jiwa mereka hubungan kekerabatan dan ikatan-ikatan perjanjian, sehingga mereka tidak segan-segan menghantam orang mukmin dengan segala macam cara yang dapat mereka lakukan. Mereka berusaha mengambil setiap kesempatan untuk menghancurkan kaum Muslimin secara kelompok atau perorangan, secara terang-terangan atau sembunyi pada setiap kesempatan. Maka akhir ayat ini menyatakan bahwa berbagai perbuatan itu benar-benar telah melampaui batas yang dapat mereka lakukan. Mereka berusaha mengambil setiap kesempatan untuk menghancurkan kaum Muslimin secara kelompok atau perorangan, secara terang-terangan atau sembunyi pada setiap kesempatan. Maka akhir ayat ini menyatakan bahwa berbagai perbuatan itu benar-benar telah melampaui batas.
Kaum musyrikin pada masa Rasulullah tidak menyukai kaum mukminin (orang-orang beriman) karena berbagai alasan, yang berkaitan dengan keyakinan dan budaya mereka. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa kaum musyrikin merasa terancam oleh Islam dan kaum mukminin, sehingga berupaya menghancurkan mereka dengan berbagai cara:
1.  Perbedaan Keyakinan dan Tauhid.
Islam membawa ajaran tauhid, yaitu keesaan Allah, yang bertentangan dengan kepercayaan kaum musyrikin yang menyembah banyak berhala dan dewa. Ajaran Islam ini dianggap sebagai ancaman terhadap kepercayaan dan tradisi nenek moyang mereka, sehingga mereka menolak untuk menerima atau menghormati agama yang baru.
2.  Mengganggu Status Sosial dan Ekonomi.
Kaum musyrikin, terutama para pemimpin dan bangsawan, khawatir ajaran Islam akan mengguncang tatanan sosial dan ekonomi yang mereka nikmati. Mereka menganggap bahwa apabila Islam menyebar, kekuasaan dan status sosial mereka akan terancam. Kaum Quraisy, misalnya, takut bahwa ajaran tauhid akan membuat orang meninggalkan penyembahan berhala, yang pada saat itu menjadi sumber penghasilan besar bagi mereka.
3.  Ancaman terhadap Kekuasaan dan Pengaruh.
Para pemimpin kaum musyrikin merasa bahwa ajaran Islam yang menekankan keadilan, persamaan, dan penegakan kebenaran akan mengurangi kekuasaan mereka. Islam menentang praktik-praktik zalim, seperti menindas orang lemah, memperbudak, dan memonopoli kekayaan. Oleh sebab itu, kaum musyrikin merasa bahwa Islam mengancam struktur kekuasaan dan kendali yang mereka miliki dalam masyarakat.
4.  Takut Kehilangan Identitas Budaya.
Islam membawa perubahan besar dalam budaya, cara hidup, dan nilai-nilai masyarakat. Kaum musyrikin khawatir bahwa menerima Islam berarti meninggalkan tradisi dan kebiasaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka. Bagi mereka, mempertahankan agama dan budaya mereka sama artinya dengan menjaga identitas mereka sebagai sebuah kelompok atau suku.
Karena alasan-alasan tersebut, kaum musyrikin pada masa Rasulullah merasa perlu melawan Islam dan kaum mukminin dengan berbagai cara, mulai dari intimidasi, penyiksaan, pemboikotan, hingga peperangan. Perlawanan mereka lebih disebabkan oleh rasa takut terhadap perubahan dan hilangnya kendali atas kekuasaan dan kepercayaan mereka.
Pada zaman sekarang juga masih terdapat kelompok atau individu yang memusuhi kaum mukmin atau berusaha melemahkan umat Islam dengan berbagai cara. Meski konteksnya berbeda dengan masa Rasulullah, beberapa alasan dasar masih memiliki kesamaan.
Meski demikian, penting juga untuk diingat bahwa tidak semua orang non-Muslim memiliki pandangan negatif atau permusuhan terhadap Islam. Umat Islam di zaman sekarang dianjurkan untuk tetap sabar, bijak, dan menjaga akhlak yang baik dalam menghadapi tantangan ini, dengan terus memperkuat iman, ilmu, serta persatuan umat.
Doa untuk Memohon Kekuatan dan Ketenangan Hati dalam Menghadapi Musuh. Doa ini untuk memohon agar Allah memberikan ketenangan, kekuatan, dan kesabaran dalam menghadapi musuh-musuh yang berusaha memecah belah umat Islam.
رَبَّنَا افْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Rabbana afrigh ‘alaina sabran wa thabbit aqdamana wansurna ‘alal-qawmil-kafirin.
“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kokohkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami atas kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 250)