Orang Musyrik Bertaubat, maka Menjadi Saudara Seiman

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَاِ نْ  تَا بُوْا  وَاَ قَا مُوا  الصَّلٰوةَ  وَاٰ تَوُا  الزَّكٰوةَ  فَاِ خْوَا نُكُمْ  فِى  الدِّيْنِ  ۗ وَنُفَصِّلُ  الْاٰ يٰتِ  لِقَوْمٍ  يَّعْلَمُوْنَ
“Dan jika mereka bertobat, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat, maka (berarti mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 11)
Setiap orang yang bertaubat dan kembali kepada Allah dengan mengikuti perintah-perintah-Nya diterima sebagai saudara seiman
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Namun, jika mereka bertobat dari perbuatan-perbuatan dosanya dan meninggalkan kekufuran dan kemusyrikan lalu masuk ke dalam Islam, serta secara konsisten melaksanakan ajaran-ajaran Islam dengan melaksanakan salat dan menunaikan zakat, maka berarti mereka itu adalah saudara-saudaramu seagama yang memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk saling melindungi dan menyayangi. Kami menjelaskan ayat-ayat itu yang menjadi bukti wujud dan keesaan Allah bagi orang-orang yang mengetahui, yakni mereka yang mau mengambil manfaat atas bukti-bukti tersebut. Melihat konteksnya, rangkaian ayat di atas berkenaan dengan perilaku buruk Yahudi Bani Quraizah. Meski begitu, ayat-ayat tersebut telah memberi ciri-ciri kefasikan yang sangat dibenci Allah, yaitu merusak atau mengkhianati perjanjian, tidak jujur, dan memutuskan hubungan kekerabatan.
Setelah bertaubat dan menjalankan ajaran Islam, mereka yang sebelumnya berada dalam kekufuran kini dianggap sebagai saudara dalam agama. Islam menghapus segala permusuhan dan permusuhan lama, mengajarkan bahwa keimanan yang sama menciptakan ikatan persaudaraan yang kuat di antara umat Islam.
Penjelasan Bagi Orang yang Mengetahui
Di akhir ayat, Allah menegaskan bahwa penjelasan dalam ayat ini diperuntukkan bagi mereka yang mau memahami dan mengambil pelajaran. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai mereka yang berusaha memahami ajaran agama dengan hati dan pikiran yang terbuka.
Ayat ini mengajarkan prinsip penting dalam Islam: setiap orang yang bertaubat dan kembali kepada Allah dengan mengikuti perintah-perintah-Nya diterima sebagai saudara seiman. Ayat ini juga menekankan bahwa Islam mengedepankan persaudaraan dan kesatuan umat, terlepas dari latar belakang mereka sebelumnya, asalkan mereka benar-benar beriman dan menjalankan ajaran agama.
Doa Taubat Memohon Ampunan
Doa ini memohon ampunan dan pertolongan Allah agar selalu diberi kesempatan untuk bertaubat dan mendekatkan diri kepada-Nya.
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Rabbi ighfir li wa tub ‘alayya innaka anta at-Tawwabu ar-Rahim.
“Ya Rabb, ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”