Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Setiap sekolah selalu memiliki kebijakan tersendiri, dari kurikulum yang disempurnakan hingga model atau metode pembelajaran yang jauh berbeda dengan sekolah negeri pada umumnya. Metode pembelajaran yang berbeda ini akan memberikan pengaruh yang sangat baik bagi siswa yang bisa mengikutinya namun juga akan menjadi hal yang kurang bagi siswa yang tidak mampu mengikutinya.
Namanya metode pembelajaran tentu saja tidak ada model yang sempurna, pasti ada beberapa kekurangannya juga. Semua tergantung dari peserta didik yang mengikutinya. Maka dari itu, ketika sebuah sekolah memiliki kebijakan yang unik terutama perihal metode pembelajaran yang berstandar tinggi hingga berstandar internasional, siswa yang masuk ke sekolah tersebut juga harus melewati beberapa tahapan tes agar hanya siswa tertentu saja yang bisa masuk ke sekolah tersebut.
Karena jika sekolah asal memasukan siswa sebanyak banyaknya namun siswa tersebut tidak mampu mengikuti kurikulum, kebijakan sekolah dan metode pembelajaran yang berlaku di sekolah tersebut yang ada metode pembelajaran yang berlaku di sekolah itu akan hambar dan bahkan akan menjadikan peserta didik yang mengikutinya akan kesulitan untuk mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
Ada sebuah metode pembelajaran baru di SMA Al Masoem yang menjadi sebuah metode baru demi memaksimalkan siswa SMA Al Masoem untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri lebih banyak lagi, yaitu metode pembelajaran Project Based Learning. Lantas apa itu metode pembelajaran Project Based Learning?

Seperti dikutip dari Quipper.com Project based learning (PjBL) adalah model pembelajaran yang menjadikan peserta didik sebagai subjek atau pusat pembelajaran, menitikberatkan proses belajar yang memiliki hasil akhir berupa produk. Artinya, peserta didik diberi kebebasan untuk menentukan aktivitas belajarnya sendiri, mengerjakan proyek pembelajaran secara kolaboratif sampai diperoleh hasil berupa suatu produk. Itulah mengapa kesuksesan pembelajaran ini sangat dipengaruhi oleh keaktifan peserta didik.
Dikutip juga dari Jurnal Adat dan Budaya, Vol.1, No.2 Tahun 2019 karya Gede Billy Bagiarta Sutrisna, I Wayan Sujana, Ni Nyoman Ganing pengertian Project based learning (PjBL) menurut para ahli adalah sebagai berikut :
Menurut Wahyuni (2019) project based learning adalah model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada pendidik untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja proyek. Kerja proyek memuat tugas-tugas yang kompleks berdasarkan permasalahan (problem) sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata dan menuntun peserta didik untuk melakukan kegiatan merancang, memecahkan masalah, membuat keputusan, melakukan kegiatan investigasi, serta memberikan kesempatan peserta didik untuk bekerja secara mandiri maupun kelompok. Hasil akhir dari kerja proyek tersebut adalah suatu produk yang antara lain berupa laporan tertulis atau lisan, presentasi atau rekomendasi.
Menurut Hosnan (dalam Nurjanah & Esa, 2019) menyatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek merupakan strategi pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Pendapat lainnya juga dikemukakan oleh Mayuni, dkk (2019) yang mengungkapkan model project based learning (PjBL) merupakan model, strategi, atau metode pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dimana siswa diajak untuk mengembangkan sendiri kemampuan yang ada dalam diri mereka dengan menciptakan proyek belajar (kegiatan), sehingga diharapkan dapat mengembangkan kemampuan kreativitas dan berpikir kritis mereka akan terbangun dengan menggunakan model ini dimana untuk menyelesaikan sebuah proyek perlulah usaha dan kerja keras serta bekerja secara kooperatif dengan kelompok.

Berdasarkan paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa model project based learning merupakan metode pembelajaran yang penerapannya melibatkan peserta didik. Dimana peserta didik ikut serta dalam pengerjaan sebuah proyek yang nantinya akan menghasilkan sebuah output atau sebuah karya yang bisa dipresentasikan oleh siswa itu sendiri.
Model pembelajaran Project Based Learning ini dapat menciptakan suasana belajar baru di dalam kelas selain itu juga metode pembelajaran ini juga dapat membuat siswa menjadi lebih aktif lagi, bukan hanya siswa yang sebelumnya aktif dalam kelas tapi siswa yang pasif juga akan ikut serta dan terlibat dalam proyek pembelajaran ini jadi mereka yang tadinya enggan ikut serta dalam pembelajaran baik itu secara terpaksa maupun secara tidak langsung akan ikut serta ke dalamnya.
Proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning ini siswa lebih semangat belajar, antusias untuk belajar lebih tinggi. Hal ini dapat dilihat dari siswa yang sudah mulai berani untuk mengungkapkan pendapat mereka dan bertanya jika mengalami kesulitan pada saat diskusi.
Metode atau model pembelajaran ini juga dapat memberdayakan siswa untuk mencapai konten pengetahuan mereka sendiri melalui kegiatan penugasan kompleks dan pada akhirnya siswa menghasil-kan produk karya siswa bernilai dan realistik.
Hal ini didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wijanarko, dkk (2017) yang menyatakan bahwa model Project Based Learning terbimbing efektif memberdayakan keterampilan proses sains siswa karena pada kegiatan pembelajaran dengan model Project Based Learning membuat siswa lebih percaya diri dalam mendemonstrasikan proyek yang dibuat.

Adapun langkah-langkah pembelajaran Project Based Learning (PjBL) adalah sebagai berikut :
Adapun kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran ini seperti menurut Abidin, 2007:170 dalam bukunya yang berjudul Analisis Eksistensial mengungkapkan ada 5 kelebihan dari metode pembelajaran Project Based Learning (PjBL) diantaranya adalah :
Sedangkan kekurangan dari metode pembelajaran Project Based Learning (PjBL) adalah :
Namun dengan kurikulum merdeka yang digunakan di SMA Al Masoem metode pembelajaran Project Based Learning (PjBL) justru memang searah dengan tujuan utama pembelajaran di SMA Al Masoem yaitu adalah menjadikan lulusan SMA Al Masoem tembus ke PTN lebih dari 50%. Dengan metode pembelajaran Project Based Learning (PjBL) siswa akan dituntut untuk bisa mengembangkan pelajaran sesuai dengan minat dan bakatnya saja. Jadi siswa tidak perlu mengambil mata pelajaran yang memang tidak mereka minati, namun meski begitu ada 7 mata pelajaran khusus yang memang tidak boleh ditinggalkan.
Selain itu juga media, sumber belajar dan biaya bukan hal yang jadi halangan, karena memang pada dasarnya fasilitas di Al Masoem sudah mumpuni dan siap digunakan dengan metode pembelajaran ini, ditambah Al Ma’soem memang memiliki target yang tinggi untuk siswa SMA, maka dari itu dengan metode pembelajaran Project Based Learning (PjBL) ini diharapkan tahun pelajaran 2022-2023 ini menjadi langkah awal peningkatan lagi siswa yang tembus ke PTN. Meskipun tahun pelajaran sebelum sebelumnya lulusan SMA Al Masoem yang diterima ke Perguruan tinggi negeri mencapai 52%. Dan yang paling membanggakan adalah tahun pelajaran 2021-2022 sebanyak 5 siswa SMA Al Masoem masuk ke fakultas kedokteran ITB.