Kriteria Akhlak (2)

Kurikulum Merdeka Di Tingkat SMA

Kurikulum Merdeka menjadi sebuah kebijakan baru yang seperti sudah lama berlaku di Al Masoem. Pendidikan karakter dan kurikulum berbasis minat dan bakat siswa membuat siswa seperti dimanusiakan. Yang tadinya setiap kurikulum di sekolah adalah dimana setiap siswa hanya diberikan mata pelajaran sesuai dengan “jurusan” yang mereka ambil atau yang sekolah tentukan dari hasil psikotes. Dengan kurikulum merdeka ini siswa bisa bebas mengambil mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakatnya masing masing.

Jadi dengan kurikulum merdeka ini pada jenjang SMA tidak akan ada lagi yang namanya penjurusan. Penjurusan dihilangkan dan diganti dengan kesempatan bagi siswa untuk memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakatnya masing masing. Tapi itu berlaku ketika siswa SMA masuk ke kelas 11.

Pada kelas 10 siswa akan mempelajari mata pelajaran umum (tidak seperti kurikulum 2013 yang dimana siswa pada kelas 10 langsung dilakukan penjurusan) Pada kurikulum merdeka ini malah siswa masih mempelajari pelajaran umum seperti ketika saat SMP tapi dengan porsi dan jangkauan yang lebih tinggi tentunya.

Kemudian setelah siswa naik ke kelas 11, siswa akan mengikuti beberapa mata pelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Namun dibalik itu juga ada 7 mata pelajaran wajib yang harus diikuti oleh siswa dari Pendidikan Agama, PKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Seni, Penjas, dan Sejarah siswanya, siswa tinggal memilih mapel tergantung dari minat dan bakatnya masing masing.

5
Konsep kurikulum merdeka diikuti dengan kurikulum Al Masoem dan konsep sekolah bebas ruang alias meja yang terpisah dan bisa di modifikasi senyaman mungkin membuat pembelajaran di SMA Al Masoem tidak hanya efektif tapi juga lebih kondusif

Biar lebih mudah dimengerti berikut contoh kurikulum merdeka belajar bagi siswa SMA :

Misalkan ada siswa SMA bernama Xabieru yang berencana ingin kuliah ke jurusan teknik sipil atau jika tidak jurusan bisnis. Ketika masuk kelas 10 Xabieru ini akan mempelajari pelajaran umum seperti pada SMP sebelumnya. Ketika Xabieru masuk ke kelas 11 dan 12 ia tetap harus mempelajari kelompok mata pelajaran umum yang wajib seperti Pendidikan Agama, PKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Seni, Penjas, dan Sejarah.

Tetapi untuk mata pelajaran IPA dan IPS siswa bisa memilih seperti kelompok pelajaran sesuai dengan minat dan bakatnya. Misalkan karena Xabieru lebih berminat ke teknik sipil maka Mata pelajaran IPA yang akan diambil oleh siswa adalah mata pelajaran Fisika dan matematika peminatan, karena mata pelajaran tersebut berkaitan dengan minat dan bakatnya. Sedangkan mata pelajaran lain yang bisa diambil adalah ekonomi mengingat dalam perhitungan teknik sipil juga diperlukan hitungan biaya proyek yang akan dibuat dan juga mata pelajaran ekonomi bisa dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran untuk jurusan bisnis.

Contoh ke 2 dari kurikulum merdeka misalkan ada siswa bernama Zenith, dia memiliki peminatan ke dalam fakultas kedokteran atau pertanian. Maka pada kelas 11 dia wajib mengikuti mata pelajaran wajib seperti Pendidikan Agama, PKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Seni, Penjas, dan Sejarah. Dan juga Zenith bisa mengambil mata pelajaran lainnya seperti pada Jurusan MIPA bisa mengambil Biologi dan Kimia karena berkaitan dengan ilmu kedokteran dan juga ilmu pertanian. Sedangkan pada mata pelajaran IPS bisa mengambil ekonomi karena mata pelajaran sosiologi. Zenith bisa saja tidak mengambil mata pelajaran Fisika karena memang tidak ada kaitannya dengan minat dan bakatnya begitu juga mata pelajaran Ekonomi dan geografi 

Jadi kurikulum merdeka ini memang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bisa mengambil mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakatnya ke depannya. Ini sangat bagus, karena selain tidak akan hambur hambur waktu untuk memasukan berbagai macam pelajaran yang tidak jadi minat dan bakat siswa. Dengan konsep seperti ini juga siswa bisa lebih difokuskan kepada tujuan yang mereka harapkan.

banner-penerimaan-siswa
Penerimaan calon siswa Al Masoem dibuka setiap Awal Agustus

Dengan adanya kurikulum merdeka ini juga diharapkan, setiap siswa SMA, khususnya SMA Al Masoem bisa lebih banyak lagi yang diterima ke Perguruan tinggi negeri. Mengingat tahun pelajaran 2021-2022 kemarin ada peningkatan lagi yaitu lebih dari 52% siswa SMA Al Masoem masuk ke PTN Favorit dan 5 siswa tembus ke fakultas kedokteran ITB target Al Masoem tahun ini adalah 10 siswa tembus ke fakultas kedokteran ITB.

Kurikulum Merdeka ini juga diikuti dengan program sukses PTN sejak dini dari SMA Al Masoem, dimana pada setiap 3 bulan 1x siswa akan diberikan Try Out berbasis komputer sebagai ajang unjuk diri agar mengetahui potensi siswa sudah sampai mana.

Selain itu juga, tahun pelajaran 2022-2023 ini menjadi tahun pertama bagi siswa SMA Al Masoem untuk mendapatkan pengelompokan belajar. Pengelompokan belajar ini adalah pemfokusan siswa untuk masuk ke PTN favorit sesuai dengan minat siswa. Misalkan, siswa yang berminat kuliah ke luar negeri akan dikelompokan bersama mereka yang berminat kuliah ke luar negeri juga.

Nanti kelompok siswa ini yang berisi siswa kelas 11 dan 12 ini akan dikelompokan dan diberikan native teacher khusus untuk mengajarkan bahasa inggris agar nanti siswa SMA Al Ma’soem yang berminat ke Luar Negeri sudah fasih dalam berbahasa inggris. Al Masoem juga akan menyediakan beberapa guru baru untuk bahasa asing lainnya seperti Jepang, Korea, Jerman dan Mandarin.

Kelompok lainnya adalah kelompok siswa yang ingin masuk ke fakultas kedokteran, fakultas islam dan perguruan tinggi negeri lainnya.