Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran


Buat kalian yang ikut aktif melakukan kegiatan organisasi di sekolah mungkin pernah mendengar istilah brainstorming. Istilah ini mungkin secara tidak langung dilakukan, namun tak jarang yang belum memahami makna dari kata ini.
Maka dari itu, artikel ini akan dibahas mengenai pengertian brainstorming dan bagaimana melakukannya dengan efektif. Jadi, kalian bakal lebih siap ketika ada seseorang yang mengajak untuk bertukar ide ala brainstorming, yuk simak penjelasannya!
Sebenarnya, apa itu brainstorming? Kalau diartikan ke dalam Bahasa Indonesia itu adalah curah pendapat. Maknanya, ada proses berbagi pendapat atau mencurahkan pendapat dalam satu kelompok diskusi. Kalau dalam konteks di lingkungan sekolah, brainstorming adalah sebuah kegiatan pembelajaran di kelas untuk mendorong terjadinya penyampaian ide atau pengalaman belajar mengenai suatu permasalahan.
Metode brainstorming ini mengajak para siswa untuk mengembangkan pikirannya, lebih aktif di kelas dan percaya diri. Selain itu, ketika melakukan hal ini dalam lingkup kelompok, maka setiap anggotanya bisa saling mengenal satu sama lain.
Baca Juga: Membangun Kepercayaan Diri Bagi Siswa Al Ma’soem
Ada sedikit perbedaan antara metode brainstorming dengan metode diskusi. Kedua metode belajar ini sama-sama berguna untuk menghimpun gagasan dari semua peserta diskusi. Hanya saja, setiap gagasan yang diutarakan pada metode brainstorming itu ditampung terlebih dahulu alih-alih langsung dibahas satu per satu. Walaupun ide tersebut terdengar ‘liar’, yang penting ide sudah tersampaikan untuk kemudian dianalisa lebih lanjut.
Dari penjelasan di atas, brainstorming menjadi metode pencarian ide yang cukup menarik untuk diterapkan di lingkungan sekolah. Kita akan mendengarkan berbagai ide yang mungkin saja belum terpikirkan sebelumnya dan menambah wawasan baru. Manfaat lain dari brainstorming adalah sebagai berikut:
Baca Juga: Susu Zee Goes To School Competition Hadir di SD Al Ma’soem
Untuk menggunakan metode brainstorming ini, kurang lebih ada 4 tahap yang perlu dilakukan yaitu (1) menentukan tujuan, (2) menggali ide, (3) pengumpulan ide dan (4) menganalisa ide. Namun bila ingin menciptakan iklim brainstorming yang efektif, ada beberapa pertimbangan yang mesti diperhitungkan. Contohnya seperti pengkondisian tim, aturan yang perlu diikuti dan menghindari kritik ide. Penjelasan lebih lengkapnya adalah sebagai berikut:
1. Mempersiapkan Kelompok
Langkah pertama yang perlu dilakukan sebelum memulai pertemuan diskusi adalah mempersiapkan kelompok terlebih dahulu. Sampaikan di awal oleh ketua kelompok atau pemimpin diskusi kalau kita ingin melakukan brainstorming. Jelaskan apa ekspetasi dari kegiatan ini dan beberapa aturan yang perlu disepakati bersama agar diskusi berjalan efektif.
Aturan yang dibuat ini menjadi faktor penting berjalannya kegiatan ini secara efisien. Misalnya saja seperti waktu diskusi, berapa lama sesi pencarian ide hingga menghindari kritik ketika penyampaian ide. Untuk yang terakhir ini karena brainstorming berguna untuk menjaring ide, baru kemudian dianalisa lebih lanjut.
2. Menentukan Tujuan
Langkah awal agar memulai brainstorming menjadi efektif adalah menentukan tujuan utama. Bila tidak ditentukan dari awal, yang ada hasil brainstorming akan kabur arah diskusinya nanti. Sebagai pemimpin kelompok harus memikirkan tujuan dilaksanakan kegiatan ini, masalah yang sedang dihadapi untuk ditemukan solusinya, dan lain sebagainya.
3. Menggali Ide
Selanjutnya adalah sesi penggalian ide. Setiap peserta akan diberikan waktu yang sudah ditentukan sebelumnya untuk menggali ide-ide kreatif guna menjawab permasalahan tersebut. Pemberian waktu ini berfungsi agar peserta bisa lebih fokus pada penerapan ide yang lebih detail, bukan sekedar ide yang mengambang.
Baca Juga: Metode Pembelajaran Kreatif dan Inovatif Untuk Siswa SMP
4. Pengumpulan Ide
Tahap selanjutnya mengumpulkan ide bagi setiap peserta dalam sebuah tabungan ide. Tabungan ide nanti berisi ide-ide termasuk penjelasannya yang nantinya akan dianalisa bersama. Ingat ya, ini bukan tahap pembahasan ide ataupun kritik ide, karena brainstorming mencoba menemukan alternatif ide terbaik yang menjawab permasalahan.
5. Menganalisa Ide
Tahap terakhir dari brainstorming ini yaitu menganalisis ide. Ide-ide yang terkumpul ini kemudian dipetakan sesuai dengan jenis atau karakteristiknya. Bisa juga menggunakan mind map untuk memuat ide-ide tersebut agar lebih mudah dibaca oleh setiap peserta diskusi.
Setelah itu barulah dianalisa setiap ide yang punya potensi untuk memecahkan masalah. Inilah arti dari menemukan alternatif ide terbaik yang disebutkan sebelumnya.
Itulah penjelasan tentang brainstorming mulai dari pengertian, manfaat dan penerapan yang efektif. Informasi ini bisa diterapkan oleh guru di kelas agar suasana belajar menjadi lebih hidup dengan memancing kreativitas siswa. Siswa pun bisa menerapkan ini dalam keseharian hidupnya, misalnya saja saat mengerjakan tugas bahkan hingga masuk dunia kerja.
Sebagai sekolah swasta ternama di Bandung, Yayasan Al Ma’soem ikut menjadi wadah kreativitas siswa dengan beragam kegiatan bersama serta program ekstrakurikuler. Ini pula semakin didukung berkat impelementasi Kurikulum Merdeka di SMA Al Ma’soem yang banyak memberikan tugas project bersama.
Penulis: Gumilar Ganda