Hafidzah Quran Al Masoem

Mendidik Anak Sesuai Anjuran Rasulullah SAW, Seperti Apa?

Setiap orang tua pasti meiliki impian untuk memberikan yang terbaik kepada anaknya. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh mereka dalam ilmu parenting, salah satunya adalah memberikan pendidikan yang terbaik. Untuk hal ini, langkah awal dimulai orang tua yang mendidik anaknya. Bagi kalian keluarga muslim, maka mendidik anak sesuai anjuran Rasulullah SAW adalah langkah yang bisa dipilih.

Pendidikan secara islami ini berangkat dari keyakinan bahwa anak adalah anugerah sekaligus titipan dari Allah SWT yang diberikan kepada orang tua. Sehingga orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan kasih sayang, mendidik dan mendoakan anaknya untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Inilah salah satu yang ingin dicapai dalam parenting islami.

Lalu, bagiamana caranya untuk mengajarkan anak berdasarkan prinsip yang islami? Rasulullah SAW telah menyebarkan dan mengajarkan berbagai petunjuk keislaman (atas izin Allah SWT) kepada umat muslim di dunia. Salah satunya adalah mengenai pola asuh anak secara Islami untuk mencetak pribadi dengan budi pekerti yang baik. Dengan menyadur dari laman Cendekia Muslim, mari simak penjelasannya bersama cara-cara mendidik anak sesuai Islami berikut!

Mengajarkan Tauhid

Cara pertama dan yang utama dalam mendidik anak sesuai anjuran Rasulullah SAW adalah mengajarkan tauhid. Ajaran tauhid adalah pondasi utama dari Islam. Maka dari itu, penting bagi anak untuk mengenal sekaligus memahami pendidikan tauhid sedari awal.

Pentingnya belajar tauhid telah disebutkan dalam Al Qur’an surat Luqman ayat 13, yang artinya:

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya kesyirikan itu merupakan kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13).

Mengajarkan Ibadah

Langkah kedua dalam mendidik anak yaitu mengajarkan ibadah. Sebagai orang tua dituntut untuk menanamkan nilai-nilai agama sejak dini, mulai dari kebiasaan beribadah maupun adab-adab yang berlaku.

Wujud pendidikan anak oleh orang tua yang bersifat islami dapat dilakukan dalam cara-cara sederhana, seperti mengajak sholat berjama’ah di masjid, membaca amalan doa harian, mengenalkan buku Iqro dan mempelajarinya, mengenalkan kitab suci Al Qu’ran dan sebagainya. Model belajar seperti ini ternyata sudah tersampaikan dalam surah Al Ahzab ayat 21 yang artinya:

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah” (QS. Al-Ahzab: 21).

Membentuk Kepribadian Anak

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mendidik anak adalah menanamkan nilai-nilai moral yang baik. Dalam konteks parenting islami, maka nilai-nilai yang ditanam kepada anak adalah apa yang dimiliki dan dilakukan oleh Rasulullah SAW sebagai sosok panutannya.

Langkah untuk menanamkan nilai moral baik tersebut yaitu orang tua menciptakan sebuah lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang dan harmonis. Bila tidak dibangun suasana tersebut, ditakutkan sang anak akan mencontoh hal-hal yang kurang baik. Jadi inilah wujud usaha orang tua untuk memberikan contoh yang baik kepada anak.

Mengajarkan Tanggung Jawab

Mengajarkan tanggung jawab kepada anak adalah langkah yang bisa diterapkan orang tua dalam mendidik anaknya. Setiap hal yang dilakukan atau yang dipilih oleh anak merupakan keputusan yang perlu dipertanggungjawabkan.

Artinya apa? Bahwa sang anak perlu diajarkan untuk tahu bahwa setiap hal yang dilakukan punya konsekuensi yang harus dipikul. Misalnya, anak ingin bermain di luar rumah pada sore hari. Sebagai orang tua, berikan pengertian kalau mau keluar bermain harus menyelesaikan PR dahulu. Atau bisa juga menyampaikan boleh bermain di luar hanya sampai jam sekian. Bila melewati waktu tersebut, beritahu bentuk disiplin yang akan diberikan agar tidak diulangi lagi.

Mengajarkan Akhlak

Langkah terakhir yang bisa dilakukan orang tua untuk mendidik anak sesuai anjuran Rasulullah SAW adalah mengajarkan akhlak. Akhlak yang sebaiknya ditanamkan kepada anak adalah akhlak yang baik bagi diri sendiri maupun yang baik bagi lingkungan sekitar.

Contohnya akhlak untuk diri sendiri adalah berbakti kepada orang tua, rajin membaca dan suka menolong. Untuk contoh akhlak yang baik bagi lingkungan sekitar adalah menanamkan sikap gotong royong, suka menyapa orang lain, tidak suka ghibah orang lain dan lain sebagainya.

Itulah beberapa bentuk mendidik anak sesuai anjuran Rasulullah SAW yang penting dilakukan oleh orang tua. Masa kanak-kanak adalah masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai moral yang baik dan membentuk kepribadian yang baik pula. Inilah bentuk tanggung jawab parenting orang tua yang harus dilalui dan jangan sampai diabaikan. Terlebih memiliki anak sholeh dan taat beribadah adalah modal kebaikan orang tua nanti ketika di Akhirat kelak.

 

Penulis: Gumilar Ganda