Aktivitas siswa di sekolah dan pesantren (70)

Melindungi Karakter siswi Dengan Pendidikan Keputrian

wanita adalah calon ibu, calon madrasah pertama bagi putra putrinya, maka pendidikan karakter bagi siswi di sekolah itu sangat perlu dan wajib demi membentuk pribadi yang sabar, baik, penyayang namun juga tegas dan kuat dalam menghadapi segala macam godaan

Karakter seorang siswi itu harus sangat dijaga dan dilindungi. Bagaimana tidak, wanita adalah calon ibu, calon madrasah pertama bagi putra putrinya, maka pendidikan karakter bagi siswi di sekolah itu sangat perlu dan wajib demi membentuk pribadi yang sabar, baik, penyayang namun juga tegas dan kuat dalam menghadapi segala macam godaan dan mampu terhindar dari pergaulan yang dapat menjerumuskan.

Menjadi wanita berkarakter muslimah sangat dianjurkan terutama dalam agama islam, wanita berkarakter muslimah memiliki ciri seperti :

  • Ketika sudah berumah tangga dia mencintai suaminya dengan tulus
  • Tidak kasar dan ketika dipandang dia mampu memberikan kehangatan bagi suaminya
  • Membantu suaminya dalam mengejar kebaikan
  • Bertakwa kepada Allah swt
  • Dapat menutup aurat dan mampu menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita
  • Memiliki sifat malu
  • memiliki sifat bersyukur dengan semua pemberian suaminya
  • Taat kepada suami dan lebih betah di dalam rumah

Pembentukan karakter wanita muslimah ini tentu saja bukan pendidikan yang hanya diberikan saat wanita akan melakukan akad pernikahan dengan pasangannya, justru pendidikan karakter wanita muslimah ini harus dituntut dan diberikan jauh sebelum seorang wanita menuju jenjang pernikahan seperti pada saat tingkat sekolah.

Karena pendidikan karakter siswa ini merupakan pembiasaan, ilmu yang harus diajarkan kepada setiap perempuan sejak dini, salah satu alasannya agar mereka paham betapa pentingnya seorang wanita untuk bisa menjaga diri dari pergaulan atau dari hubungan yang memang tidak ada untungnya bagi seorang wanita muslim salah satunya adalah pacaran.

Pacaran merupakan tindakan yang dilarang di sekolah, terutama di Al Masoem. Alasannya simpel karena selain lebih merugikan pihak wanita pacaran juga banyak kerugiannya, apa lagi jika sudah pada masa masa drama percintaan muncul, pacaran itu dapat merusak akhlak, dapat mengganggu pelajaran dan dapat juga membuat seorang siswa tidak fokus dalam belajar.

Maka dari itu pendidikan karakter muslimah atau keputrian ini sangat perlu diberikan kepada siswi sejak dini, terutama jenjang yang rawan seperti jenjang SMP dan SMA. Karena pada masa ini siswi yang beranjak menjadi seorang remaja sedang dalam fase paham akan lawan jenis, rasa penasaran tentang sesuatu yang baru dan sedang dalam masa mulai menyadari diri sendiri dan mulai menyadari arti perbedaan gender. 

Pendidikan keputrian di sekolah adalah jawaban agar rasa penasaran seperti itu mulai bisa diobati dengan sebuah pemahaman dan larangan yang memang harus dipelajari dan diikuti oleh seorang siswi muslim. Agar siswi tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas, agar siswi juga terhindar dari perbuatan yang dilarang oleh agama.

Pendidikan keputrian juga biasanya dilaksanakan pada saat hari Jum’at atau saat siswa dan santri sedang melaksanakan ibadah shalat jumat, kekosongan waktu itu dimaksimalkan oleh Al Masoem untuk memberikan edukasi kepada siswi Al Ma’soem agar mampu menjadi seorang wanita muslimah yang memang terhindar dari perbuatan perbuatan yang tidak diinginkan.

Adapun staff dan guru yang mengisi pendidikan keputrian ini adalah wali kelas (perempuan) dan juga guru non wali kelas yang memang sudah diberikan pelatihan sebagai mentor agar kegiatan pendidikan keputrian ini berjalan dengan baik. Keputrian ini berbeda dengan KPAM yang dilaksanakan setiap hari senin yang dimana KPAM merupakan kegiatan jam wali kelas untuk memberikan edukasi kepada siswa didiknya agar bisa berkarakter cageur, bageur, pinter dan diikuti oleh semua siswa sedangkan keputrian hanya diikuti oleh siswi saja.

Pendidikan karakter siswa di Al Masoem juga dilakukan dengan sistem percontohan, maka dari itu pendidikan karakter itu benar benar dicontohkan oleh guru dan staff pendidikan agar mampu diikuti siswa. Maka dari itu sistem apresiasi and punishment berlaku bagi kedua belah pihak baik bagi siswa yang mampu mengikuti dan melanggar dan juga bagi staf yang melanggar dan mampu mengikuti sistem sekolah.

Pembentukan karakter siswa di Al Masoem sangat penting, karena sesuai dengan motto Al Masoem membentuk karakter cageur yang artinya sehat secara jasmani dan rohani, Bageur yang artinya berakhlakul karimah dan pintar yang artinya pandai sehingga mampu meraih prestasi akademis yang baik.

Pendidikan karakter ini juga sangat penting bukan hanya bagi wanita muslimah juga bagi semua siswa Al Masoem, maka dari itu pendidikan karakter di Al Masoem dibagi menjadi beberapa sesi hanya saja pendidikan karakter wanita muslimah hanya dilaksanakan pada hari Jum’at saja demi mengisi waktu kosong selama para siswa sedang melakukan shalat jumat.

Adapun materi yang dibahas biasanya tentang keislaman, seperti tips menjadi wanita solehah, tips menjadi wanita muslimah, cara membuat masakan, cara berbicara layaknya wanita muslimah, cara mengatur emosi, cara menghindari hal hal yang tidak diinginkan dan banyak lagi. 

Pendidikan karakter wanita muslimah ini sudah lama diberikan, dan terus berlanjut hingga hari ini karena sangat penting bagi siswi muslim di sekolah berbasis agama islam untuk mendapatkan pendidikan karakter muslim. Ada alasan lain juga kenapa pendidikan karakter wanita muslim diberikan pada jenjang SMP dan SMA karena kami menganggap siswa SMP dan SMA sudah mulai beranjak ke tahap dewasa maka dari itu penting bagi sekolah memberikan edukasi tentang betapa pentingnya pendidikan karakter seperti ini agar bisa menjadi bekal bagi siswi untuk masa depannya sebagai seorang wanita muslim.