Langkah-langkah jamaah mulai berdatangan sejak pagi itu ke kawasan Dome Al Ma’soem, Cipacing, Jatinangor, Senin (30/3/2026). Wajah-wajah penuh ketenangan tampak menyatu dalam satu tujuan: menghadiri puncak rangkaian Haul Pendiri Al Ma’soem Group yang tahun ini dikemas melalui tabligh akbar dan Silaturahmi Idulfitri 1447 Hijriah.
Suasana khidmat terasa sejak awal acara. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, diikuti tausiyah yang mengajak jamaah untuk kembali merenungi makna kehidupan. Namun, seperti halnya tradisi yang telah dijaga selama bertahun-tahun, haul di lingkungan Al Ma’soem bukan hanya tentang mengenang masa lalu, melainkan juga tentang menghadirkan kebaikan yang terus hidup di masa kini.
Ketua Yayasan Al Ma’soem, Prof. Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Ma’soem, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya melanjutkan perjuangan para pendiri, yakni almarhum H. Ma’soem, Hj. Siti Aisyah, dan H. Nanang Iskandar Ma’soem. Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai yang diwariskan tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus dijaga dan diwujudkan dalam tindakan nyata.
Menurutnya, haul menjadi momentum penting untuk melakukan introspeksi diri. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan menghadapi kematian, sehingga kehidupan harus diisi dengan hal-hal yang bermanfaat bagi sesama.
Di tengah suasana tersebut, perhatian jamaah juga tertuju pada isu yang lebih luas. Dalam sambutannya, Ceppy menyinggung kondisi global, khususnya konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah. Ia menyampaikan bahwa konflik tersebut tidak hanya berdampak pada kawasan tersebut, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi ekonomi dunia, termasuk kenaikan harga bahan baku dan kebutuhan pokok.
Pernyataan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa kehidupan masyarakat lokal tidak terlepas dari dinamika global. Dari Jatinangor, doa-doa pun dipanjatkan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk perdamaian dunia. Harapan agar konflik segera berakhir menjadi bagian dari rangkaian spiritual yang menyatu dalam kegiatan tersebut.
Namun, kekuatan utama dari Haul Al Ma’soem tidak berhenti pada doa. Sejak awal rangkaian yang dimulai pada Kamis (26/3/2026), berbagai kegiatan sosial telah digelar sebagai bentuk nyata kepedulian kepada masyarakat.
Sebanyak 587 paket sembako disalurkan kepada dhuafa yang tersebar di 14 panti asuhan di berbagai wilayah, mulai dari Rancaekek, Cicalengka, Majalaya, Ujungberung, hingga Jatinangor dan sekitarnya. Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Tidak hanya itu, kegiatan khitanan massal juga dilaksanakan dengan melibatkan 300 peserta dari keluarga kurang mampu. Program ini menjadi salah satu bentuk layanan sosial yang paling dirasakan manfaatnya, karena membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, layanan kesehatan gratis juga diberikan kepada warga. Sebanyak 101 orang mengikuti pemeriksaan gula darah, 64 orang menjalani pemeriksaan mata, serta puluhan lainnya mendapatkan layanan pengobatan umum. Selain itu, kegiatan donor darah berhasil melibatkan 56 pendonor yang dinyatakan memenuhi syarat setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa haul tidak hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga menjadi ruang sosial yang menghadirkan manfaat nyata.
Puncak dari rangkaian kegiatan ini ditandai dengan pelaksanaan tabligh akbar yang menghadirkan penceramah Ustadz Syamsuddin Nur. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menjadikan momentum Idulfitri sebagai sarana memperbaiki diri.
Di tengah suasana tersebut, satu momen penting turut menjadi perhatian, yaitu pembacaan ikrar wakaf tanah untuk pembangunan Rumah Solusi di kawasan SPBU Ciburaleng, Kecamatan Cimanggung. Ikrar tersebut dibacakan oleh Direktur Utama PT Ma’soem Group, H. Iqbal Rallie Iskandar Ma’soem, dan diserahkan secara simbolis kepada penerima manfaat.
Wakaf ini menjadi simbol bahwa nilai kebaikan yang diwariskan para pendiri tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus dikembangkan dalam bentuk program jangka panjang. Rumah Solusi diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan sosial yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya dalam pembinaan dan pemberdayaan.
Dalam kesempatan tersebut, Ceppy juga menegaskan bahwa Al Ma’soem yang berdiri sejak tahun 1973 kini dikelola oleh generasi kedua dan ketiga. Ia menyampaikan komitmen untuk menjaga eksistensi lembaga sekaligus melanjutkan nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh para pendiri.
Menurutnya, menjaga kekompakan dan semangat berbagi menjadi kunci agar lembaga tetap relevan dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap seluruh keluarga besar Al Ma’soem dapat terus istiqomah dalam menjalankan kebaikan yang telah menjadi tradisi.
Seiring berakhirnya kegiatan tabligh akbar dan silaturahmi Idulfitri, rangkaian Haul Al Ma’soem 2026 pun resmi ditutup. Namun, nilai-nilai yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sampai di sini.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, haul ini menjadi pengingat bahwa kebaikan harus terus dilanjutkan. Dari doa yang dipanjatkan, aksi sosial yang dilakukan, hingga wakaf yang diikrarkan, semuanya menjadi satu kesatuan yang menggambarkan warisan nilai yang hidup.
Di tengah perubahan zaman dan dinamika dunia, Haul Al Ma’soem hadir sebagai pengingat bahwa kekuatan sebuah lembaga tidak hanya terletak pada besar kecilnya, tetapi pada konsistensi dalam menghadirkan manfaat bagi sesama.

