WhatsApp Image 2026 04 06 at 08.34.41

Tradisi Juara: Delegasi Matematika Al Ma’soem Melaju ke Final Nasional KMNR-21

Pendidikan di era modern bukan lagi sekadar proses transfer ilmu di dalam ruang kelas, melainkan sebuah kancah pembuktian bagi siswa untuk menunjukkan daya saing mereka di tingkat yang lebih luas. Di tengah ketatnya arus kompetisi pendidikan di Indonesia, Al Ma’soem kembali menorehkan tinta emas melalui keberhasilan dua siswa terbaiknya, Bima Attaya Candra dari kelas 7IC2 dan Athar Abimata Ramdani dari kelas 9E. Keduanya berhasil menembus babak final Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR-21) dan akan mewakili Kabupaten Sumedang di tingkat Nasional yang dipusatkan di Tangerang-Banten. Keberhasilan ini menjadi representasi nyata dari kualitas kurikulum akademik yang diterapkan di sekolah ini, di mana logika dan pemecahan masalah menjadi fondasi utama pembelajaran.

KMNR bukanlah sekadar lomba matematika biasa yang hanya mengandalkan kecepatan berhitung atau hafalan rumus-rumus rumit. Kompetisi ini dikenal unik karena menekankan pada aspek “Nalaria Realistik”, sebuah pendekatan di mana siswa ditantang untuk menyelesaikan persoalan matematika yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari melalui penalaran logika yang mendalam. Bagi Bima Attaya Candra, yang merupakan siswa dari International Class (7IC2), tantangan ini adalah kesempatan emas untuk menguji sejauh mana standar pembelajaran global yang ia terima dapat diaplikasikan dalam kompetisi nasional. Sementara bagi Athar Abimata Ramdani di kelas 9E, prestasi ini menjadi kado perpisahan yang manis sekaligus pembuktian konsistensi belajarnya selama tiga tahun di SMP Al Ma’soem.

Proses menuju final nasional ini tidaklah instan. Di balik prestasi ini, terdapat sistem pendukungan yang sangat komprehensif. Al Ma’soem menyediakan waktu khusus bagi siswa untuk mendalami materi olimpiade melalui bimbingan intensif yang dipandu oleh guru-guru spesialis. Lingkungan belajar yang kompetitif namun tetap suportif di sekolah menciptakan mentalitas juara pada diri siswa. Mereka tidak diajarkan untuk takut pada kesalahan, melainkan diajarkan untuk melihat setiap soal sulit sebagai sebuah teka-teki yang menantang untuk dipecahkan. Strategi “Show, Don’t Tell” dalam mendidik di sini berarti sekolah memberikan panggung bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka secara langsung melalui hasil nyata, bukan sekadar janji manis dalam brosur sekolah.

Lebih jauh lagi, keberhasilan Bima dan Athar mencerminkan sinergi antara potensi intelektual siswa dengan visi besar institusi. Di bawah bendera Yayasan Al Ma’soem, pendidikan akademik diarahkan untuk membentuk individu yang tidak hanya pintar secara teori, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tekanan kompetisi. Lolosnya mereka ke tingkat nasional membawa harapan besar bagi seluruh civitas akademika. Ini menjadi bukti bahwa sekolah yang berlokasi di perbatasan Bandung-Sumedang ini memiliki standar kualitas yang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya di kota-kota besar. Dengan membawa nama harum Sumedang ke Tangerang, Bima dan Athar kini menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas mereka untuk tidak pernah ragu bermimpi tinggi.

Harapan ke depan, partisipasi di tingkat nasional ini akan memberikan pengalaman yang tak ternilai bagi keduanya. Interaksi dengan kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia akan membuka cakrawala berpikir mereka lebih luas lagi. Bagi Al Ma’soem, prestasi ini adalah salah satu indikator keberhasilan dalam menciptakan lulusan yang kompetitif, berkarakter, dan memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills). Selamat berjuang di babak final, Bima dan Athar. Seluruh keluarga besar Al Ma’soem mendukung penuh langkah kalian menuju podium tertinggi nasional.