WhatsApp Image 2023 06 17 at 7.45.04 AM (1)

Syekh Ahmad Abdul Nasir Berkunjung ke Pesantren Al Ma’soem

Syekh Ahmad Abdul Nasir Berkunjung ke Pesantren Al Ma’soem
Syekh Ahmad memberikan tausiyah di hadapan para santri. Sumber: Humas Al Ma’soem.

Momentum kehadiran Syekh Ahmad Abdul Nasir dalam pengajian Reboan di Yayasan Al Ma’soem di hari Rabu (14/6) silam ternyata membawa berkah. Pada hari Jum’at (16/6) malam waktu adzan Isya, Syekh Ahmad hadir kembali ke Yayasan dan mengunjungi Pesantren Al Ma’soem untuk melaksanakan shalat Isya berjama’ah dan tausiyah di hadapan para santri.

Bertempat di Masjid Pesantren Al Ma’soem, Syekh Ahmad menjadi Imam shalat Isya dan santri Al Ma’soem menjadi makmum shalat. Suara khas Syekh membacakan surat pendek Al Qur’an itu terdengar merdu dan bacaan yang tartil. Muncul perasaan menenangkan ketika mendengarkannya yang berbeda dibanding imam shalat lainnya.

Usai shalat, wali santri mulai mengarahkan para santri untuk memposisikan diri menghadap panggung yang telah dipersiapkan sebelumnya. Santri ikhwan dan santri akhwat dipisahkan dengan pembatas agar tetap teratur. Setelah suasana kondusif, bapak Nurapendi, AP., bertindak sebagai MC dan membuka kegiatan tausiyah bersama Syekh Ahmad Abdul Nasir.

Syekh Ahmad Abdul Nasir Berkunjung ke Pesantren Al Ma’soem
Syekh Ahmad sedang menceritakan pengalaman hidupnya. Sumber: Humas Al Ma’soem.

Sebagai sosok Ulama muda yang energik, ternyata Beliau terikat dengan cerita masa lalu (hingga sekarang) yang cukup memilukan. Lahir di tanah Gaza, Palestina membuat diri Syekh Ahmad merasakan langsung apa yang sering diberitakan di media lokal maupun media internasional. Contohnya seperti serangan dari tentara Israel, blokade, dan hujan bom yang hampir setiap hari terdengar tidak jauh dari rumahnya. Namun semua itu tidak menghentikan dirinya dan kawan-kawan Gaza lainnya untuk menghapal Al Qur’an.

Syekh Ahmad kecil melakukan perjalanan jauh hingga 5 kilometer untuk sekedar datang ke rumah guru mengaji dan belajar Al Qur’an. Kemudian akses listrik di kampung nya kala itu hanya diberikan 4 jam di malam hari setiap harinya. Waktu tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menguatkan hafalan Al Quran.

Belum lagi perjuangan jihad yang dilakukan oleh guru dan teman-teman Syekh Ahmad kecil, dimana ini mengakibatkan wafatnya mereka. Jadi dalam satu waktu, anak-anak disana akan belajar di guru mengaji lain kalau sang guru sebelumnya telah wafat. Syekh Ahmad sendiri menyampaikan 7 temannya telah wafat akibat situasi tersebut.

Maka dari itu, pemandangan pesantren sebagai tempat belajar dan mendalami Al Quran di Indonesia membuat Syekh Ahmad kagum. Disini tidak ada peperangan, akses air dan listrik yang terus ada 24 jam, dan suasana hidup yang nyaman dan tentram. Syekh berpesan kepada para santri untuk tidak menyia-nyiakan kenikmatan tersebut dan jangan menjadi sosok yang merugi.

Syekh Ahmad Abdul Nasir Berkunjung ke Pesantren Al Ma’soem
Santri Al Ma’soem yang menjawab pertanyaan Syekh Ahmad. Sumber: Humas Al Ma’soem.

Syekh Ahmad juga terus mengingatkan di hadapan santri untuk tidak bosan menjadi orang yang baik dan bermanfaat bagi orang lain. Ini adalah salah satu kepribadian seorang muslim yang harus tetap dijaga dan juga sebagai ladang pahala bagi diri sendiri. Kondisi inilah yang mengantarkan sosok Syekh bisa berdiri di depan santri Al Ma’soem dan mengisi tausiyah.

Selanjutnya, Syekh Ahmad mulai mengajarkan cara membaca surat Al Fatihah dengan tepat. Hal ini sangat penting bagi setiap muslim karena surat ini adalah salah satu rukun shalat dan terus dibaca minimal 17 kali dalam sehari. Sehingga bacaan Al Fatihah harus disempurnakan agar shalat menjadi sah.

Para santri mengulang ucapan Syekh ayat demi ayat dengan bacaan yang tepat. Sesekali Syekh Ahmad dengan sabar mengkoreksi huruf atau hukum bacaan yang salah dan memberikan contoh yang benar. Contohnya seperti kata ‘aamiin’ yang seharusnya hanya memiliki mad dua harakat saja sehingga tidak perlu diucapkan terlalu panjang.

Harapan diadakan acara ini agar santri Al Ma’soem mendapatkan ilmu yang berharga dari seorang Ulama muda yang berjuang menghapal AL Qur’an di tengah kondisi yang memilukan. Semoga Syekh Ahmad dan warga Palestina lainnya selalu diberikan lindungan oleh Allah SWT, aamiin.

Syekh Ahmad Abdul Nasir Berkunjung ke Pesantren Al Ma’soem Syekh Ahmad Abdul Nasir Berkunjung ke Pesantren Al Ma’soem Syekh Ahmad Abdul Nasir Berkunjung ke Pesantren Al Ma’soem Syekh Ahmad Abdul Nasir Berkunjung ke Pesantren Al Ma’soem

 

 

Ditulis oleh: Gumilar Ganda