Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Siapa yang setuju bahwa generasi saat ini merupakan generasi yang tidak punya sopan santun? Pernah tidak anda merasa anak anak generasi Z ini seperti kehilangan jiwa sopan santun dalam hidupnya? Kamu tahu tidak semua siswa kehilangan nilai nilai kesopanan dan rasa hormat kepada orang tua. Tapi rata rata mereka sudah lupa akan nilai nilai kesopanan dan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Bertemu guru, jangankan salam tangan, melihat bahkan menyapa juga tidak. Lewat didepan orang yang sedang mengobrol jangankan membukukan badan, yang ada lurus seperti dia tidak memiliki sedikitpun kesalahan. Bahkan beberapa bersifat arogan kepada orang yang lebih tua dengan alasan mereka adalah kaula muda yang paham segalanya.
Sebenarnya ada 3 faktor yang mungkin berkontribusi terhadap lunturnya nilai-nilai tersebut adalah sebagai berikut:
1. Perubahan budaya dan pengaruh media:
Perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah cara kita berinteraksi dan berkomunikasi. Pengaruh media yang kuat dapat mempengaruhi pandangan dan perilaku generasi muda terhadap orangtua. Beberapa media dapat menyajikan citra yang mengesampingkan nilai-nilai tradisional seperti kesopanan dan rasa hormat.
2. Perubahan dalam struktur keluarga:
Dalam beberapa masyarakat, struktur keluarga telah berubah dari keluarga yang lebih besar menjadi keluarga inti yang lebih kecil. Dalam keluarga inti yang lebih kecil ini, interaksi antara generasi muda dan orangtua dapat berkurang, sehingga mempengaruhi hubungan dan rasa hormat di antara mereka.
3. Pendidikan dan lingkungan sosial:
Pendidikan dan lingkungan sosial juga berperan penting dalam membentuk nilai-nilai dan sikap generasi muda terhadap orangtua. Pendidikan yang tidak menekankan nilai-nilai tradisional atau lingkungan sosial yang tidak memprioritaskan kesopanan dan rasa hormat dapat berdampak pada sikap generasi muda terhadap orangtua.
Dalam psikologi, ada beberapa faktor yang dapat berkontribusi terhadap anak yang tidak memiliki sopan santun. Beberapa faktor yang mungkin termasuk:
1. Lingkungan keluarga:
Lingkungan keluarga yang kurang memberikan perhatian terhadap nilai-nilai sopan santun dan kurangnya penekanan terhadap etika dan adab dalam interaksi sehari-hari dapat mempengaruhi perilaku anak. Jika anak tidak tumbuh dalam lingkungan yang mengajarkan sopan santun, mereka mungkin tidak mengembangkan keterampilan dan sikap tersebut.
2. Model peran yang buruk:
Anak-anak cenderung meniru dan belajar dari orang dewasa di sekitar mereka. Jika mereka terpapar dengan model peran yang buruk yang tidak memperlihatkan sopan santun dalam interaksi sosial, mereka mungkin mengadopsi perilaku yang sama.
3. Kurangnya bimbingan dan pendidikan:
Bimbingan yang tepat dan pendidikan tentang nilai-nilai sopan santun sangat penting dalam perkembangan anak. Jika mereka tidak menerima bimbingan yang memadai tentang cara berinteraksi dengan orang lain secara sopan, mereka mungkin tidak memiliki pemahaman atau keterampilan yang diperlukan.
4. Kurangnya kesadaran atau pemahaman tentang konsekuensi sosial:
Anak-anak yang belum sepenuhnya memahami dampak dari perilaku yang tidak sopan mungkin tidak menyadari bagaimana perilaku mereka mempengaruhi orang lain. Mereka perlu belajar tentang konsekuensi sosial dari sikap yang tidak sopan dan bagaimana perilaku mereka dapat mempengaruhi hubungan sosial mereka.
5. Kesulitan emosi atau masalah perilaku:
Beberapa anak mungkin mengalami kesulitan emosional atau masalah perilaku yang dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk menunjukkan sopan santun. Faktor-faktor seperti kecemasan, kemarahan yang tidak terkendali, atau kesulitan dalam mengatur perilaku dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk berperilaku sopan dalam situasi tertentu.
6. Pengaruh media dan lingkungan sekitar:
Media dan lingkungan sekitar anak juga dapat mempengaruhi sikap dan perilaku mereka. Paparan terhadap konten yang kasar, tidak sopan, atau tidak etis di media atau di lingkungan sekitar mereka dapat mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan orang lain.
Dalam agama Islam, mengajarkan anak sopan santun merupakan aspek penting dalam pendidikan keluarga. Dalam islam juga ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengajarkan anak sopan santun kepada anak bahkan kepada para remaja masa kini diantaranya adalah : :
1. Teladani perilaku yang baik:
Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua dan orang dewasa di sekitar mereka. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menjadi contoh yang baik dalam sikap sopan santun. Memperlihatkan rasa hormat kepada orang lain, berbicara dengan lembut, menggunakan kata-kata sopan, dan menunjukkan sikap kesabaran dan toleransi akan memberikan pengaruh positif kepada anak.
2. Pendidikan agama:
Ajarkan kepada anak tentang ajaran Islam terkait kesopanan dan rasa hormat. Bimbing mereka tentang adab-adab dalam berinteraksi dengan orang tua, guru, saudara, dan teman-teman mereka. Jelaskan pentingnya menjaga sikap sopan, mengucapkan salam, menghormati orang yang lebih tua, dan menjauhi perilaku yang kasar atau tidak pantas.
3. Bimbingan dalam ibadah:
Ajarkan anak untuk menjalankan ibadah dengan sopan dan santun. Dorong mereka untuk belajar tentang tata cara shalat, berpuasa, membaca Al-Quran, dan melakukan ibadah lainnya dengan baik dan sopan. Berikan penjelasan tentang etika dan adab dalam beribadah.
4. Komunikasi yang baik:
Berbicaralah dengan anak menggunakan bahasa yang sopan dan lembut. Ajarkan mereka untuk mengucapkan salam, terima kasih, dan mohon maaf dalam berkomunikasi sehari-hari. Dorong mereka untuk mendengarkan dengan baik ketika orang lain berbicara dan memberikan respon yang sopan.
5. Pembelajaran melalui cerita dan teladan :
Gunakan cerita, dongeng, atau kisah-kisah Islami yang mengandung pesan tentang sopan santun. Ceritakan kisah para sahabat Nabi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan rasa hormat. Jelaskan mengapa sikap sopan dan santun penting dalam Islam.
6. Pujian dan penghargaan:
Berikan pujian dan penghargaan kepada anak ketika mereka menunjukkan sikap sopan dan santun. Hal ini akan memperkuat perilaku positif yang diharapkan dan mendorong mereka untuk terus berusaha menjadi lebih sopan.
7. Kesabaran dan pemahaman:
Ingatlah bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Berikan kesabaran dan pemahaman saat mengajarkan sopan santun kepada anak. Terus berkomunikasi dengan mereka, mengulang dan mengingatkan dengan lembut tentang pentingnya sikap sopan.
Perlu diingat juga kesopanan anak terhadap orang tua juga bisa dididik jika anak benar benar disekolahkan di sekolah yang benar benar mengajarkan pendidikan karakter yang baik. Sebagai contoh adalah sekolah berbasis boarding school yang memang mengedepankan pendidikan karakter siswanya. Tapi dibalik itu juga sekolah tidak akan bisa mengembangkan nilai nilai kesopanan anak jika tidak ada kerjasama dari orang tuanya juga. Maka dari itu mengajarkan sopan santun pada anak adalah proses yang berkelanjutan dan membutuhkan ketekunan dari orang tua. Dengan mempraktikkan nilai-nilai agama Islam sehari-hari dan memberikan bimbingan yang konsisten, anak akan belajar dan tumbuh dengan sikap sopan santun yang baik.