Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Kemampuan Bahasa Inggris semakin sering menjadi salah satu pertimbangan orang tua ketika memilih pendidikan untuk anak, termasuk pada jenjang Sekolah Menengah Pertama. Bukan tanpa alasan, Bahasa Inggris tidak hanya digunakan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah, tetapi juga banyak ditemukan dalam teknologi, internet, hiburan, informasi, hingga berbagai sumber pembelajaran yang digunakan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Memulai pengembangan kemampuan Bahasa Inggris sejak SMP dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun dasar kemampuan bahasa secara lebih kuat sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pada usia ini, siswa juga mulai memiliki kemampuan memahami konsep yang lebih kompleks sehingga pembelajaran bahasa dapat diarahkan tidak hanya pada hafalan kosakata, tetapi juga pemahaman, komunikasi, membaca, dan penggunaan bahasa dalam berbagai situasi.
Belajar bahasa membutuhkan proses yang tidak instan. Siswa perlu terbiasa mendengar, membaca, memahami, dan menggunakan bahasa secara berulang agar kemampuan tersebut berkembang. Karena itu, pembelajaran Bahasa Inggris yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan belajar hanya ketika menghadapi ujian atau mengerjakan tugas sekolah.
Semakin sering siswa berinteraksi dengan Bahasa Inggris, semakin banyak kesempatan bagi mereka untuk mengenali kosakata, pola kalimat, dan cara penggunaan bahasa dalam konteks tertentu. Kesalahan dalam berbicara atau menulis juga sebenarnya merupakan bagian dari proses belajar, selama siswa mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki dan mencobanya kembali.
Lingkungan sekolah dapat membantu menciptakan kebiasaan tersebut. Ketika Bahasa Inggris tidak hanya muncul sebagai materi di buku, tetapi juga digunakan dalam kegiatan tertentu, siswa dapat mulai melihat bahasa sebagai alat komunikasi dan bukan sekadar mata pelajaran yang harus mendapatkan nilai bagus.
Pembelajaran Bahasa Inggris pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghafal banyak kosakata. Ada beberapa kemampuan yang saling berhubungan dan perlu dikembangkan secara bertahap.
Keempat kemampuan tersebut dapat berkembang melalui latihan yang berbeda. Siswa dapat mendengarkan percakapan, membaca artikel sederhana, melakukan presentasi, menulis cerita pendek, atau berdiskusi menggunakan Bahasa Inggris sesuai tingkat kemampuan mereka.
Yang paling penting adalah siswa mendapatkan kesempatan untuk menggunakan kemampuan tersebut secara aktif. Jika pembelajaran hanya berfokus pada teori tata bahasa, siswa mungkin memahami aturan tertentu tetapi belum tentu merasa percaya diri ketika harus menggunakan Bahasa Inggris dalam percakapan.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam lingkungan pendidikan yang ingin mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris adalah bilingual instruction, yaitu penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam proses pembelajaran. Program International Class Lower Secondary Al Ma’soem mencantumkan bilingual instruction sebagai salah satu keunggulannya.
Pendekatan bilingual dapat memberikan pengalaman kepada siswa untuk berinteraksi dengan dua bahasa dalam lingkungan pendidikan. Bagi siswa yang belum sepenuhnya terbiasa belajar menggunakan Bahasa Inggris, penggunaan dua bahasa juga dapat membantu proses adaptasi secara bertahap.
Hal tersebut menjadi penting karena tingkat kemampuan Bahasa Inggris setiap siswa tidak selalu sama ketika memasuki SMP. Ada yang sudah terbiasa menggunakan Bahasa Inggris sejak SD, sedangkan siswa lainnya mungkin baru mulai mendapatkan pengalaman yang lebih intensif. Lingkungan belajar yang memberikan kesempatan untuk menggunakan kedua bahasa dapat membantu siswa menyesuaikan diri sesuai proses belajarnya.
Selain pembelajaran bilingual, keberadaan native English teacher juga dapat menjadi pengalaman tersendiri bagi siswa. Dalam program International Class Al Ma’soem, native English teacher tercantum sebagai salah satu fasilitas atau keunggulan program.
Interaksi dengan guru yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utama dapat memberikan siswa kesempatan mendengar penggunaan bahasa secara langsung dalam kegiatan pembelajaran. Siswa dapat terbiasa dengan cara pengucapan, intonasi, serta penggunaan kosakata dalam konteks komunikasi.
Namun, kemampuan berbahasa tidak hanya berkembang karena mendengar penutur asli. Siswa tetap membutuhkan kesempatan untuk berbicara dan berinteraksi. Karena itu, pengalaman mendengar sebaiknya dilengkapi dengan aktivitas yang membuat siswa ikut menggunakan Bahasa Inggris secara aktif.
Salah satu tantangan dalam belajar bahasa adalah keterbatasan waktu latihan. Jika siswa hanya bertemu materi Bahasa Inggris dalam waktu singkat, kesempatan untuk berlatih berbagai kemampuan juga menjadi lebih terbatas.
Program International Class Al Ma’soem mencantumkan extended English learning hours sebagai salah satu keunggulannya. Penambahan waktu pembelajaran dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris secara bertahap.
Waktu yang lebih panjang juga dapat digunakan untuk membuat aktivitas lebih beragam. Misalnya, siswa dapat mengikuti diskusi, presentasi, latihan percakapan, membaca, menulis, atau kegiatan berbasis proyek. Dengan variasi tersebut, pembelajaran tidak harus selalu terasa seperti mengerjakan latihan dari buku.
Kemampuan Bahasa Inggris dapat memberikan manfaat ketika siswa mulai menemukan berbagai sumber informasi dalam bahasa tersebut. Internet, video edukasi, artikel, aplikasi, dan berbagai materi pembelajaran lainnya banyak menggunakan Bahasa Inggris sehingga kemampuan memahami bahasa dapat membantu siswa mengakses informasi yang lebih luas.
Dalam program International Class Al Ma’soem, Bahasa Inggris juga menjadi salah satu dari tiga mata pelajaran yang menggunakan Cambridge Curriculum bersama Mathematics dan Science. Hal ini menunjukkan bahwa Bahasa Inggris tidak hanya ditempatkan sebagai mata pelajaran bahasa, tetapi juga menjadi bagian dari lingkungan pembelajaran dengan pendekatan internasional.
Ketika siswa terbiasa memahami istilah atau instruksi dalam Bahasa Inggris, mereka dapat lebih mudah beradaptasi ketika menemukan sumber belajar berbahasa Inggris di luar sekolah. Kemampuan tersebut dapat menjadi bekal tambahan ketika mereka memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Pengembangan kemampuan Bahasa Inggris tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan belajar formal. Orang tua dapat membantu menciptakan kebiasaan sederhana di rumah dengan memanfaatkan aktivitas yang memang disukai anak.
Beberapa kegiatan yang dapat dicoba antara lain:
Kegiatan tersebut tidak harus dilakukan berjam-jam. Konsistensi justru dapat menjadi bagian yang lebih penting karena bahasa akan lebih mudah berkembang ketika anak terbiasa berinteraksi dengannya secara rutin.
Salah satu hambatan dalam belajar Bahasa Inggris adalah rasa takut melakukan kesalahan. Anak mungkin sebenarnya mengetahui kosakata tertentu, tetapi tidak berani mengucapkannya karena khawatir salah di depan teman atau guru.
Padahal, kesalahan merupakan bagian normal dalam proses belajar bahasa. Anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa aman untuk mencoba. Ketika siswa berani berbicara meskipun masih melakukan kesalahan, guru dapat membantu memperbaiki penggunaan bahasa tersebut secara bertahap.
Orang tua juga dapat menerapkan hal yang sama di rumah. Daripada langsung mengkritik kesalahan anak, orang tua dapat memberikan koreksi dengan cara yang lebih positif. Tujuannya bukan membuat anak langsung berbicara sempurna, tetapi membangun keberanian untuk terus menggunakan Bahasa Inggris.
Kemampuan Bahasa Inggris dapat menjadi salah satu bekal yang berguna ketika siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin besar pula kemungkinan siswa menemukan materi, istilah, atau sumber informasi yang menggunakan Bahasa Inggris.
Karena itu, membangun dasar kemampuan Bahasa Inggris sejak SMP dapat menjadi investasi keterampilan yang bermanfaat dalam jangka panjang. Siswa tidak harus langsung menguasai semuanya, tetapi dapat mulai membangun kebiasaan mendengar, membaca, berbicara, dan menulis secara bertahap.
Bagi sekolah yang mempunyai program pendidikan internasional, pengembangan kemampuan tersebut bahkan dapat menjadi bagian dari sistem pembelajaran sehari-hari. Pada International Class Lower Secondary Al Ma’soem, misalnya, pengembangan English proficiency menjadi salah satu fokus program bersama academic excellence dan strong moral values.
Dengan lingkungan yang mendukung, pembelajaran Bahasa Inggris dapat berkembang dari sekadar kewajiban akademik menjadi keterampilan yang digunakan siswa untuk belajar, berkomunikasi, mencari informasi, dan mengenal dunia yang lebih luas.