Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Seorang santri Pondok Pesantren Al Ma’soem, Sumedang, Jawa Barat, berhasil lulus tahfidz Quran 10 juz. Atas prestasinya tersebut, santri tersebut berhak meraih beasiswa tahfidz Quran dari pesantren Al Masoem.
Santri tersebut bernama Muhammad Rakha Gavindaffa santri kelas XII MIPA 1 SMA Al Masoem. Ia mengaku mulai lebih aktif dalam menghafal Al Quran sejak kelas VII SMP Al Masoem. Ia mengikuti program tahfidz Quran yang diselenggarakan oleh Al Masoem sejak SMP dan memang rutin menghafal Al Quran sejak kecil.
Seperti ditemui dalam sela sela diseminasi yang diadakan pada hari Senin (16/01) Rakha mengungkapkan bahwa sejak dulu dia memiliki komitmen untuk bisa menghafal Al Quran sampai 30 juz, meskipun saat ini Rakha masih mencoba menambah dan mempertahankan hafalan Al Qurannya di 10 juz saja.
“Saya berkomitmen untuk menghafal Al Quran 30 juz. Saya ingin menjadi penghafal Al Quran yang baik dan bermanfaat bagi orang lain,” kata Rakha.
Rakha juga mengungkapkan bahwa menghafal Al Quran merupakan hal yang sangat positif yang paling dia senangi dan juga Rakha sering mengisi waktu luangnya untuk murajaah Al Quran.
“Murajaah hampir setiap waktu ya kalau ada waktu kosong seperti waktu istirahat habis makan, setelah shalat kadang juga sebelum tidur baca Al Quran dulu. Karena kalau gak murajaah terus kadang suka lupa,” ungkapnya.
Rakha merupakan satu dari 7 peraih beasiswa tahfidz Quran bulan Desember 2023 kemarin. Adapun santri peraih beasiswa tahfidz Quran lainnya adalah :
Al Ma’soem memiliki program yaitu memberikan beasiswa kepada para siswa dan santri yang bisa atau berhasil meraih prestasi belajar. Adapun prestasi yang diapresiasi bisa itu prestasi di bidang Olahraga, Seni, IMTAQ dan IPTEK. Beasiswa diberikan kepada para siswa dan santri yang berhasil meraih juara 1 dalam kompetisi dan khusus bagi mereka yang memiliki hafalan Al Quran beasiswa diberikan sesuai dengan SK pengangkatan seperti tingkat SMP minimal hafal 1 juz baru dapat beasiswa sedangkan SMA adalah minimal hafal 2 juz baru dapat beasiswa.
Apresiasi sangat penting untuk meningkatkan semangat peserta didik untuk bisa kembali mempertahankan dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi, maka dari itu banyak santri dan siswa yang selain mempertahankan mereka juga berusaha menambah hafalan Al Qurannya. Bahkan di prestasi lain banyak siswa dan santri yang termotivasi untuk aktif dalam meraih prestasi belajar secara rutin dan terus menerus karena bagi kami sebagai lembaga pendidikan aktifnya siswa dan santri di bidang ekstrakurikuler dan pencapaian mereka dalam prestasi dapat menjadi keuntungan tersendiri sehingga apresiasi kami tidak pernah main main dair gratis SPP hingga 6 bulan bahkan berlaku rangkap.
Kepala SMA Al Masoem, Bapak Roni Andreas Lakani S.S.,M.M., mengapresiasi prestasi Rakha. Ia mengatakan bahwa prestasi tersebut merupakan bukti bahwa program tahfidz Quran yang diselenggarakan oleh pesantren berjalan dengan baik.
“Kami sangat bangga dengan prestasi Rakha. Ini merupakan bukti bahwa program tahfidz Quran yang kami selenggarakan berhasil mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki hafalan Al Quran yang baik,” kata kepala SMA Al Masoem.
Naufal berharap bahwa prestasinya tersebut dapat menginspirasi siswa lain untuk menghafal Al Quran. Ia juga berharap bahwa program tahfidz Quran di SMA Al Masoem dapat terus berkembang dan mencetak lebih banyak penghafal Al Quran.
Al Ma’soem sekolah dan pesantren pilihan terbaik untuk masa depan putra putri anda, karena kami tidak hanya fokus pada tahfidz Quran tapi kami juga fokus pada pendidikan formal sehingga lulus dari Al Masoem tidak hanya bisa menjadi seorang ustadz dan beberapa bisa menjadi dokter, profesor, insinyur bahkan beberapa lulus dari Al Masoem melanjut ke perguruan tinggi luar negeri.
Al Ma’soem terakreditasi “A” dengan 58% Siswa dan santrinya bisa diterima perguruan tinggi negeri pada tahun ajaran 2022-2023. Bahkan kita naik sebesar 86% untuk siswa yang lulus jalur SNBP dibandingkan tahun lalu. Al Ma’soem sekolah pembentukan karakter disiplin dan islami di Jawa Barat.