Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اِنَّاۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ كَمَاۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلٰى نُوْحٍ وَّا لنَّبِيّٖنَ مِنْۢ بَعْدِهٖ ۚ وَاَ وْحَيْنَاۤ اِلٰۤى اِبْرٰهِيْمَ وَاِ سْمٰعِيْلَ وَاِ سْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَا لْاَ سْبَا طِ وَعِيْسٰى وَاَ يُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهٰرُوْنَ وَسُلَيْمٰنَ ۚ وَاٰ تَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًا
“Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, lsmail, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya; ‘Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Daud.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 163)
Dalam tafsir as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H, QS An Nisa ayat 163 menelaskan bahwa Allah memberitakan bahwa Dia telah mewahyukan kepada hamba dan RasulNya Muhammad, syariat yang agung dan berita-berita yang benar yang tidak Dia wahyukan kepada nabi-nabi tersebut. Ini menunjukkan beberapa faidah :
Setiap pelaku kebaikan mendapatkan pujian yang baik di antara makhluk sesuai dengan kebaikannya, dan para rasul khususnya mereka-mereka itu ditempatkan pada tingkatan-tingkatan tertinggi dari kebaikan.
Dan setelah Allah menyebutkan tentang kebersamaan mereka dalam (menerima dan menyampaikan) wahyuNya, Allah menyebutkan pengkhususan sebagian dari mereka, maka Allah menyebutkan bahwa Allah memberikan zabur kepada Dawud, yaitu sebuah kitab yang dikenal dengan al-Mazbur, di mana Allah mengistimewakan Dawud dengannya disebabkan oleh keutamaan dan kemuliaannya, dan bahwa Allah berbicara dengan Musa (secara langsung), artinya secara lisan darinya kepada Musa tanpa ada perantara hingga beliau terkenal dengan hal tersebut di seluruh alam, hingga dikatakan bahwa Musa adalah Kalimurrahman.
Luar biasa Al Quran, meyakinkan bukan nabi Muhammad SAW yang membuatnya tapi kalamullah, berisi kisah kisah yang sudah lampau dengan urutan dan silsilah nabi yang tepat sama seperti kitab kitab sebelumnya dan ada sebagian berisi prediksi ke depan yang sekarang sudah terbukti kebenarannya.
وَمَا كُنْتَ تَـتْلُوْا مِنْ قَبْلِهٖ مِنْ كِتٰبٍ وَّلَا تَخُطُّهٗ بِيَمِيْنِكَ اِذًا لَّا رْتَا بَ الْمُبْطِلُوْنَ
“Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu Kitab sebelum (Al-Qur’an) dan engkau tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis), niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya.” (QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 48).
Semoga menambah keyakinan dan keimanan kita kepada Quran dan Quran adalah kitabullah dan kalamullah.