Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَمَا تَأْتِيْهِمْ مِّنْ اٰيَةٍ مِّنْ اٰيٰتِ رَبِّهِمْ اِلَّا كَا نُوْا عَنْهَا مُعْرِضِيْنَ
“Dan setiap ayat dari ayat-ayat Tuhan yang sampai kepada mereka (orang kafir), semuanya selalu diingkarinya.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 4).
Muhasabah, apakah kita sudah Sami’na wa atho’na, yakin semua ayat Quran adalah benar
Ingkar terhadap ayat-ayat Quran mengacu pada penolakan atau ketidakpercayaan terhadap ajaran-ajaran atau petunjuk yang terkandung dalam Al-Quran. Ini bisa mencakup penolakan terhadap keyakinan, nilai-nilai, atau perintah yang diajarkan dalam Quran. Ingkar terhadap ayat-ayat Quran bisa timbul dari berbagai alasan, seperti kurangnya keyakinan, penolakan terhadap nilai-nilai moral tertentu, atau pandangan yang berbeda.
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-An’am Ayat 4; Allah menjelaskan bahwa manusia yang kafir selalu menolak tandatanda kekuasaan-Nya. Mereka tidak menyadari bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan. Dan setiap ayat dari ayat-ayat tuhan yang menjelaskan bahwa Allah tuhan yang maha esa, bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah, bahwa Al-Qur’an yang diterimanya adalah wahyu Allah, yang sampai kepada mereka, orang-orang kafir, semuanya selalu diingkarinya dengan kesombongan, tanpa argumentasi yang masuk akal. Selain menolak tanda-tanda kekuasaan Allah, orang-orang kafir selalu juga menutup diri, menolak, dan mendustakan kebenaran alqur’an.
Sungguh, mereka, orang-orang kafir dan munafik, telah mendustakan kebenaran Al-Qur’an yang menjelaskan tentang kerasulan nabi Muhammad, kehidupan setelah mati, surga, dan neraka, ketika ayatayat Al-Qur’an yang diturunkan kepada nabi Muhammad itu sampai kepada mereka. Maka kelak di akhirat, akan sampai kepada mereka, orangorang kafir yang mendustakan kehidupan di akhirat itu, berita-berita yang benar-benar nyata yang selama ini selalu mereka perolok-olokkan di dunia.
Di antara bentuk kemurtadan secara keyakinan misalnya mengingkari sifat Allah, atau menolak kebenaran Al-Quran, atau mengingkari kenabian Muhammad SAW.
a. Mengingkari Sifat Allah
Para ulama sepakat bahwa siapa saja dari umat Islam yang meyakini bahwa tuhan itu tidak ada alias atheis, dia telah murtad dari agama Islam.
Demikian juga bila mengingkari satu dari sifat-sifat Allah yang jelas, tegas, dan tsabit, maka dia telah murtad keluar dari agama Islam, seperti menyatakan Allah punya anak, istri dan sebagainya.
Termasuk bila seseorang mengatakan bahwa Allah itu tidak abadi, atau sebaliknya malah mengatakan alam ini kekal abadi, maka dia telah murtad.
b. Mengingkari Kebenaran Al-Quran
Orang yang menolak kebenaran Al-Quran, bahwa kitab itu turun dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, turun dengan tawatur, melalui Jibril alaihissalam, dengan bahasa Arab, serta menjadi mukjizat buat Rasulullah SAW, dan dengan itu Allah menantang orang Arab untuk membuat yang setara, maka dia sudah murtad.
Termasuk di dalamnya kategori murtad adalah orang yang menolak kebenaran satu ayat dari ribuan ayat Quran, kecuali bila ayat itu memang multi tafsir atau sudah dinasakh hukumnya.
c. Mengingkari Kenabian Muhammad SAW
Menolak kenabian Muhammad SAW termasuk keyakinan yang sesat dan mengakibatkan murtad dari agama Islam. Sebab dasar agama Islam itu diletakkan pada keyakinan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang nabi yang menjadi utusan Allah secara resmi.
Maka mengingkari kenabian beliau SAW sama saja mengingkari keberadaan agama Islam. Berarti orang yang mengingkarinya telah ingkar atau kafir dari agama Islam.
Ancaman yang mendustakan ayat ayat Allah;
وَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِـاٰيٰتِنَاۤ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 39)
Doa supaya tidak jadi penghuni neraka ;
رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ
“Dan di antara mereka ada yang berdoa, Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)