أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
مَا كَا نَ لِلنَّبِيِّ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۤ اَنْ يَّسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَ لَوْ كَا نُوْۤا اُولِيْ قُرْبٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُمْ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ
“Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya) setelah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu penghuni Neraka Jahanam.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 113)
Tidak ada guna dan mamfaatnya berdoa untuk orang musyrik
- Larangan Memohonkan Ampunan untuk Orang Musyrik; Ayat ini menegaskan bahwa setelah seseorang meninggal dalam keadaan syirik (menyekutukan Allah) tanpa bertobat, tidak diperbolehkan bagi Nabi atau orang beriman untuk memohonkan ampunan bagi mereka.
- Kasus Abu Thalib; Ayat ini turun terkait dengan peristiwa wafatnya Abu Thalib, paman Nabi Muhammad ﷺ, yang tetap dalam keyakinan musyrik meskipun mendukung dakwah Islam. Nabi sangat menginginkannya masuk Islam, tetapi dia meninggal dalam keadaan tetap mengikuti agama nenek moyangnya.
- Ketegasan dalam Aqidah; Islam menekankan pentingnya meninggal dalam keadaan beriman kepada Allah. Sekalipun ada hubungan keluarga yang dekat, aturan Allah tetap harus ditegakkan.
Ayat ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di akhirat bergantung pada keimanan kepada Allah, bukan sekadar hubungan keluarga atau jasa seseorang di dunia.
Pentingnya meninggal dalam keadaan Islam terdapat dalam Surah Ali Imran ayat 102:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)
Makna Ayat:
- Perintah Bertakwa kepada Allah ; Seorang Muslim harus berusaha hidup dalam ketakwaan yang sebenar-benarnya, yaitu dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
- Larangan Meninggal dalam Keadaan Kufur; Allah memerintahkan agar kita menjaga keimanan hingga akhir hayat. Jangan sampai seseorang meninggal dalam keadaan tidak beriman atau berada di luar Islam.
- Pentingnya Konsistensi dalam Iman; Keimanan bukan hanya tentang bagaimana kita hidup, tetapi juga bagaimana kita meninggal. Maka, seorang Muslim harus senantiasa memperkuat imannya agar tetap dalam Islam hingga akhir hayat.
Ayat ini menjadi pengingat agar kita selalu menjaga iman dan amal salih, karena kematian bisa datang kapan saja.
Doa Memohon Wafat dalam Keadaan Baik
اللَّهُمَّ تَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ، وَأَحْيِنَا مُسْلِمِينَ، وَأَلْحِقْنَا بِالصَّالِحِينَ غَيْرَ خَزَايَا وَلَا مَفْتُونِينَ
Allahumma tawaffanā muslimīn, wa aḥyinā muslimīn, wa alḥiqnā biṣ-ṣāliḥīn ghayra khazāyā wa lā maftūnīn.
“Ya Allah, wafatkanlah kami dalam keadaan Muslim, hidupkanlah kami dalam keadaan Muslim, dan kumpulkanlah kami bersama orang-orang saleh tanpa kehinaan dan tanpa fitnah.”