Allah Melarang Ahli Kitab untuk Tersesat dan Menyesatkan

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

قُلْ  يٰۤـاَهْلَ  الْـكِتٰبِ  لَا  تَغْلُوْا  فِيْ  دِيْـنِكُمْ  غَيْرَ  الْحَـقِّ  وَلَا  تَتَّبِعُوْۤا  اَهْوَآءَ  قَوْمٍ  قَدْ  ضَلُّوْا  مِنْ  قَبْلُ  وَاَ ضَلُّوْا  كَثِيْرًا  وَّضَلُّوْا  عَنْ  سَوَآءِ  السَّبِيْلِ

“Katakanlah (Muhammad), Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan dengan cara yang tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti keinginan orang-orang yang telah tersesat dahulu dan (telah) menyesatkan banyak (manusia), dan mereka sendiri tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 77)

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa pada ayat ini Allah melarang Ahli Kitab yang pada masa Nabi Muhammad bertindak keterlaluan di dalam agama sebagaimana nenek moyang mereka dahulu dan melarang mereka mengikuti sebab-sebab yang membawa nenek moyang mereka kepada kesesatan sehingga rnenyesatkan pula orang lain dari jalan kebenaran (ajaran Islam).

Mereka meninggalkan hukum syariat dan mengikuti hawa nafsu yang buruk. Jadi dengan ayat ini dapatlah disimpulkan bahwa Ahli Kitab itu adalah:

  1. Orang-orang yang sesat sejak dahulu karena mereka mengikuti hawa nafsu dalam urusan agama, membuat bidah, menghalalkan yang haram dan meninggalkan sunah Rasul.
  2. Orang lain menjadi sesat, karena mereka setelah sesat berusaha menyesatkan orang lain, memperluas bidah yang diada-adakan oleh para pendeta mereka.
  3. Orang yang berpaling dari agama Islam, terus-menerus berada dalam kesesatan, berarti mereka telah berbuat melampaui batas, berbuat bidah dan menyimpang dari itikad yang benar.

Tersesat dan menyesatkan, kasus yang sedang rame sekarang al Zaytun orang awam melihatnya ada yang luar biasa, tersesat dan menyesatkan tapi penyelesaiannya berlarut-larut.

Dan sebagai muslim setiap hari minimal 17 kali diingatkan dan berdoa jangan sampai kita tersesat seperti nasrani

صِرَا طَ  الَّذِيْنَ  اَنْعَمْتَ  عَلَيْهِمْ  ۙ غَيْرِ  الْمَغْضُوْبِ  عَلَيْهِمْ  وَلَا  الضَّآلِّيْنَ
“(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah 1: Ayat 7).
Jumhur ulama sepakat bahwa yang disebutkan dalam al Fatihah ayat 7 mereka yang sesat adalah sebagian kaum nasrani.

Semoga kita tidak termasuk yang tersesat dan memohon kepada Allah supaya diberi petunjuk jalan yang lurus

اِهْدِنَا  الصِّرَا طَ  الْمُسْتَقِيْمَ
“Tunjukilah kami jalan yang lurus,” (QS. Al-Fatihah 1: Ayat 6)