Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَنَا دَتْهُ الْمَلٰٓئِكَةُ وَهُوَ قَآئِمٌ يُّصَلِّيْ فِى الْمِحْرَا بِ ۙ اَنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيٰى مُصَدِّقًا بِۢكَلِمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَسَيِّدًا وَّحَصُوْرًا وَّنَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
“Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan sholat di mihrab, Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan sebuah kalimat (firman) dari Allah, teladan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu), dan seorang nabi di antara orang-orang saleh.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 39).
Nabi Yahya ; Berkemampuan menahan diri dari hawa nafsu. Sumber masalah seseorang berbuat dosa adalah hawa nafsu bukan godaan setan. Menahan diri dari hawa nafsu banyak keberkahan , melampiaskan hawa nafsu banyak kemudhoratan, nafsu makan ingin yang enak enak tidak memperhatikan halalan thoyiban, timbul masalah kesehatan, menahan diri tidak makan yang enak enak, badan terasa nyaman.
Malaikat hanya beribadah dan bertasbih, tidak memiliki nafsu seperti manusia, QS At-Tahrim (66:6)
“ Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Penyebab masalah utama adalah hawa nafsu, bukan godaan syetan, karena syetan tipu dayanya lemah.
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُقَا تِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۚ وَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُقَا تِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ الطَّا غُوْتِ فَقَا تِلُوْۤا اَوْلِيَآءَ الشَّيْطٰنِ ۚ اِنَّ كَيْدَ الشَّيْطٰنِ كَا نَ ضَعِيْفًا
“Orang-orang yang beriman, mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Tagut, maka perangilah kawan-kawan setan itu (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 76)
Allah berfirman, “Apabila kamu membaca Al-Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya,” (QS. An-Nahl: 98–99).
Jadi, tak ada alasan bagi kita untuk takut bahwa setan akan menggoyahkan keimanan kita. Kita hanya perlu yakin dan terus mendekatkan diri kepada Allah, agar Allah senantiasa menjaga diri kita dari godaan setan. Sebab, setan tak akan mampu melemahkan tekad kita untuk selalu bertakwa dan berserah diri pada Allah.
Doa menahan hawa nafsu ;
Allohumma inni a’udzu bika min munkarootil akhlaaqi wal a’maali wal ahwaa.”
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, amal, dan hawa nafsu yang jelek).” (HR Tirmidzi )