Slogan Umat Islam dalam Berjihad; Hidup Mulia atau Mati Syahid

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قُلْ  هَلْ  تَرَبَّصُوْنَ  بِنَاۤ  اِلَّاۤ  اِحْدَى  الْحُسْنَيَيْنِ  ۗ وَنَحْنُ  نَتَرَبَّصُ  بِكُمْ  اَنْ  يُّصِيْبَكُمُ  اللّٰهُ  بِعَذَا بٍ  مِّنْ  عِنْدِهٖۤ  اَوْ  بِاَ يْدِيْنَا  ۖ فَتَرَبَّصُوْۤا  اِنَّا  مَعَكُمْ  مُّتَرَبِّصُوْنَ
“Katakanlah (Muhammad), Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari sisi-Nya, atau (azab) melalui tangan kami. Maka tunggulah, sesungguhnya kami menunggu (pula) bersamamu.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 52)
Hanya ada dua pilihan bagi kaum mukminun; kemenangan atau mati syahid
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini menerangkan bagaimana orang-orang munafik itu menunggu-nunggu kehancuran dan kebinasaan Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya, namun mereka tidak akan menyaksikannya, kecuali salah satu dari dua hal yang menguntungkan bagi Rasul dan kaum Muslimin, yaitu kemenangan atau mati syahid. Sedangkan Rasulullah dan sahabat-sahabatnya menunggu salah satu dari dua hal yang merugikan dan membinasakan mereka, karena mereka tetap saja terpengaruh oleh bisikan berbisa dan ajakan setan, sehingga mereka selalu ingkar dan membangkang. Dua hal yang dimaksud ialah bahwa pada suatu saat nanti Allah mengizinkan Rasul-Nya memerangi mereka sampai bertekuk lutut atau mengalami kehancuran.
Orang-orang munafik yang jahil itu menunggu-nunggu apa gerangan yang akan dialami Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya. Sebaliknya Nabi Muhammad menanti-nanti azab apa yang akan menimpa mereka selama mereka tetap saja ingkar dan tidak mau sadar.
Hasil  dari perjuangan di jalan Allah hanya membawa kebaikan, baik berupa kemenangan di dunia atau mati syahid yang menjanjikan surga di akhirat.
Makna Ayat
  • Salah satu dari dua kebaikan” (إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ):
  • Kemenangan (النصر): Jika kaum mukmin memperoleh kemenangan, itu adalah pertolongan Allah yang menunjukkan kekuatan dan dukungan-Nya terhadap mereka.
  • Mati syahid (الشهادة): Jika mereka wafat di jalan Allah, mereka mendapatkan tempat mulia di sisi-Nya, yaitu surga.
  • Optimisme bagi kaum mukmin: Ayat ini memberikan motivasi agar kaum mukmin tidak takut menghadapi perjuangan atau perlawanan, karena apapun hasilnya, mereka tetap mendapatkan kebaikan.
  • Peringatan bagi musuh-musuh Islam: Musuh kaum mukmin diingatkan bahwa mereka hanya akan mendapatkan kehancuran, baik berupa azab langsung dari Allah maupun kekalahan melalui perjuangan kaum mukmin.
Dari ayat ini, jelas bahwa kehidupan kaum mukmin dalam perjuangan di jalan Allah hanya membawa hasil yang baik:
• Jika menang, mereka mendapatkan kejayaan di dunia.
• Jika mati syahid, mereka mendapatkan kemuliaan di akhirat.
Perjuangan  di jalan Allah (jihad fi sabilillah) dengan tujuan menegakkan agama-Nya, landasan keimanan dan keikhlasan.
Slogan kaum mukmin dalam berjihad yang berbunyi Hidup mulia atau mati syahid dalam bahasa Arab adalah:
“عِشْ كَرِيمًا أَوْ مُتْ شَهِيدًا”
(‘Ish karīman aw mut shahīdan)
1. عِشْ كَرِيمًا (‘Ish karīman): Hidup mulia, yaitu menjalani kehidupan yang penuh kehormatan dan kemuliaan dalam ketaatan kepada Allah dan memperjuangkan kebenaran.
2. أَوْ مُتْ شَهِيدًا (aw mut shahīdan): Atau mati syahid, yang berarti wafat di jalan Allah dengan niat ikhlas memperjuangkan agama-Nya, sehingga memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah.
Slogan ini mencerminkan semangat seorang mukmin untuk menjalani hidup dengan prinsip, keberanian, dan kehormatan, serta bersiap menghadapi kematian dengan tujuan yang mulia.
“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mulia di dunia dan akhirat. Karuniakanlah keberkahan dalam kehidupanku, dan teguhkanlah aku di atas ketaatan kepada-Mu dan agama-Mu.”