Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ ۚ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ خَا لِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَا عْبُدُوْهُ ۚ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ
“Itulah Allah, Tuhan kamu; tidak ada tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; Dialah pemelihara segala sesuatu.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 102)
Perintah menyembah/beribadah kepada Allah SWT
Dalam tafsir as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H; Dzat yang menciptakan apa yang diciptakan dan mementukan apa yang ditentukan, “Dia-lah Allah Tuhanmu,” maksudnya, Dzat yang dipertuhankan dan disembah, yang berhak mendapatkan ketundukan dan kecintaan sempurna. Tuhan yang mengurusi seluruh makhluk dengan melimpahkan nikmat-nikmatNya dan menolak seluruh kesulitan dari mereka. Dia adalah pencipta segala sesuatu yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia.
“Maka sembahlah Dia.” Maksudnya, jika telah terbukti dengan meyakinkan bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, maka berikan kepadaNya segala bentuk ibadah, ihklaskan ia untukNya, dan maksudkanlah untuk wajahNya, karena ini maksud dari penciptaan manusia,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)
“Dan Dia adalah pemelihara segala sesuatu .” maksudnya, segala sesuatu dibawah pemeliharaan dan pengawasan Allah, baik dari segi penciptaan, panataan, dan pengaturan. Sudah diketahui bahwa perkara yang diatur, kesempurnaanNya kelengkapan dan keserasianNya tergantung kepada keadaan pemeliharanya, dan pemeliharaan Allah terhadap sesuatu tidak seperti pemeliharaan makhluk, karena pemeliharan akhluk adalah pemeliharaan yang bersifat penggantian, dan pelaksanaanya hanya menginduk kepada pemberi hak pemeliharaan tersebut.
Lain halnya dengan Allah Yang Maha Pencipta, pemeliharaNya adalah berasal dari DiriNya sendiri untuk DiriNya, yang mencakup kesempurnaan ilmu, kebaikan pengurusan dan adil. Maka tidak seorang pun yang mungkin mengritik Allah dan tidak mungkin melihat kekurangan tidak juga kelemahan pada makhluk penciptaanNya dan tidak pula ketimpangan cacat pada pengaturanNya. Di antara pemeliharan Allah adalah bahwa dia menjelaskan agamaNya dan menjaganya dari perkara-perkara yang bisa menghapus dan merubahnya, dan bahwa Dia-lah yang menjaga orang-orang Mukmin dan memelihara mereka dari perkara-perkara yang merusak iman dan akidahnya.
Terlalu, kalau ada manusia yang tidak menyembah/beribadah kepada Allah SWT, Allah yang menciptakannya dan dia akan kembali kepada Allah SWT.
وَمَا لِيَ لَاۤ اَعْبُدُ الَّذِيْ فَطَرَنِيْ وَاِ لَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
“Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.” (QS. Ya-Sin 36: Ayat 22)
Doa agar mendapat bimbingan berada dalam jalan ketaatan.
اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ والحمد لله رب العالمين
Allahumma waffiqna li tha‘atika, wa atmim taqshirana, wa taqabbal minna, innaka antas sami‘ul ‘alim. Wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘alihi wa shahbihi wa sallam.
“Ya Allah, bimbinglah jalan kami pada jalan ketaatan kepada-Mu, sempurnakanlah kekurangan kami, terimalah ibadah kami. Sungguh, Kau maha mendengar lagi mengetahui. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya,”