Penjelasan Terjemahan Ayat Al Quran yang Berisi Kata dalam Tanda Kurung

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَلَا  يَأْمُرَكُمْ  اَنْ  تَتَّخِذُوا  الْمَلٰٓئِكَةَ  وَا لنَّبِيّٖنَ  اَرْبَا بًا   ۗ اَيَأْمُرُكُمْ  بِا لْكُفْرِ  بَعْدَ  اِذْ  اَنْـتُمْ  مُّسْلِمُوْنَ

“Dan tidak (mungkin pula baginya) menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah dia (patut) menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi muslim?”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 80)

Mengapa banyak terjemahan ayat Al Quran yang berisi kata dalam tanda kurung?
Kalimat itu tidak lepas dari konteks.

Al-Baqarah ayat 111.

وَقَالُوْا لَنْ يَّدْخُلَ الْجَنَّةَ اِلَّا مَنْ كَانَ هُوْدًا اَوْ نَصٰرٰى….

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, “Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani.”..
Kata yang di dalam kurung jelas tak ada dalam kalimat aslinya. Lalu dari mana kata yang ada di tanda kurung itu? Dari konteksnya.

Bahkan sebenarnya kata “mereka” pun sebenarnya tak ada. Lho lalu dari mana kata “mereka” di situ?

Kalau pernah belajar Bahasa Spanyol, pasti tahu bahwa dalam bahasa itu, kata kerja bisa berubah sesuai siapa yang mengucapkan.

Nah begitu juga Bahasa Arab kata kerja (fi’il) juga bisa berubah, salah satunya dipengaruhi subyek.

Jadi, kata di dalam kurung itu biasanya sudah tersirat dari tata bahasa Arab. Kalau diterjemahkan mentah-mentah, justru malah jadi aneh untuk orang Indonesia.

Dalam ayat ini kekeliruan agama sebelum risalah yang dibawa nabi Muhammad SAW ada malaikat yang dianggap tuhan.

Sebagaimana orang-orang shabi’in menjadikan malaikat sebagai tuhan, orang-orang Yahudi menjadikan Uzair sebagai tuhan dan orang-orang Nasrani menjadikan Isa sebagai tuhan.

Sebelum datangnya agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, bangsa Arab dahulu sudah meyembah berbagai pemujaan-pemujaan yang aneh.

Pemujaan yang dianut oleh bangsa Arab sebelum datangnya agama Islam ada yang menyembah malaikat sebagai tuhan.

Bangsa Arab dahulu ada yang menyembah berhala dan menuhankan Malaikat. Di kota Mekkah ada sebagian bangsa Arab yang menganggap bahwa Malaikat itu adalah putra-putri Tuhan.
Dalam al Quran, semua jelas, tegas, keras (kepada yahudi dan nasrani) dan betul adanya, seperti ada agama yang menganggap malaikat sebagai tuhan, dalam al Quran sepertinya tidak dikenal toleransi yang ada ;

لَـكُمْ  دِيْنُكُمْ  وَلِيَ  دِيْنِ
“Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”
(QS. Al-Kafirun 109: Ayat 6).

Semoga kita istiqamah memegang konsep tauhid, mendapatkan kemenangan di dunia dan tempat kembali berupa surga.