Orang-Orang yang Merugikan Diri Sendiri Yaitu yang Mendustakan Ayat-Ayat Allah

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اُولٰٓئِكَ  الَّذِيْنَ  خَسِرُوْۤا  اَنْفُسَهُمْ  وَضَلَّ  عَنْهُمْ  مَّا  كَا نُوْا  يَفْتَرُوْنَ
“Mereka itulah orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.”(QS. Hud 11: 21)
Orang-orang yang merugikan diri sendiri  yaitu yang mendustakan ayat-ayat Allah
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Sesudah itu Allah swt menjelaskan bahwa mereka yang mempunyai sifat seperti itu adalah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri. Mereka disingkirkan dari rahmat Allah, karena membuat-buat dusta, menukar petunjuk dengan kesesatan, dan menyembah berhala, yang sama sekali tidak dapat memberi mudarat atau manfaat, sehingga hilang lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka harap-harapkan.
Allah berfirman: Dan barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk, dan barang siapa Dia sesatkan, maka engkau tidak akan mendapatkan penolong-penolong bagi mereka selain Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka. (al-Isra/17: 97)
Inti Surah Hud ayat 21: Ayat ini menggambarkan kerugian besar yang dialami oleh orang-orang yang:
  • Mengada-adakan kebohongan terhadap Allah (misalnya dengan menyekutukan-Nya atau membuat ajaran sesat),
  • Menukar petunjuk dengan kesesatan,
  • Menyembah selain Allah, seperti berhala yang tidak bisa memberi manfaat atau mudarat.
Makna Utamanya: Mereka telah menzalimi diri mereka sendiri. Mereka kehilangan segalanya yang dahulu mereka harapkan (keselamatan, syafaat, pahala), dan akhirnya disingkirkan dari rahmat Allah. Kesalahan mereka bukan hanya terhadap orang lain, tetapi terhadap jiwa mereka sendiri, karena telah memilih jalan yang salah padahal kebenaran telah sampai kepada mereka.
Kaitan dengan Surah Al-Isra’ Ayat 97: Ayat ini memperjelas bahwa:
  • Hanya orang yang diberi petunjuk oleh Allah yang benar-benar mendapat petunjuk.
  • Orang yang disesatkan karena menolak kebenaran, tidak akan menemukan penolong selain Allah.
  • Di akhirat, mereka akan dibangkitkan dalam kehinaan: wajah tersungkur, buta, bisu, dan tuli – simbol dari penolakan mereka terhadap kebenaran selama hidup di dunia.
  • Tempat akhir mereka adalah neraka Jahanam, yang apinya terus-menerus ditambah nyalanya sebagai balasan atas kesesatan mereka.
Orang-orang yang menolak petunjuk Allah dengan mengikuti kesesatan, kebohongan, dan menyembah selain-Nya adalah orang yang paling merugi. Di dunia mereka kehilangan arah, di akhirat mereka mendapat azab yang kekal. Ayat ini mengingatkan kita agar memegang teguh kebenaran, tidak membuat-buat ajaran, dan menghindari kesyirikan dalam bentuk apa pun.
Doa supaya dijauhkan dari sikap mendustakan ayat-ayat Allah:
اللَّهُمَّ اجعلنا من الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه، ولا تجعلنا من الذين كذبوا بآياتك فخسروا أنفسهم.
“Allahumma aj‘alna minalladzīna yastami‘ūnal-qawla fayattabi‘ūna ahsanah, wa lā taj‘alnā minalladzīna kadhdhabū bi-āyātika fakhasiroo anfusahum.”
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik darinya, dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Mu hingga merugikan diri sendiri.”