Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَا لَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مَسْجِدًا ضِرَا رًا وَّكُفْرًا وَّتَفْرِ يْقًاۢ بَيْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَاِ رْصَا دًا لِّمَنْ حَا رَبَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ مِنْ قَبْلُ ۗ وَلَيَحْلِفُنَّ اِنْ اَرَدْنَاۤ اِلَّا الْحُسْنٰى ۗ وَا للّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّهُمْ لَـكٰذِبُوْنَ
“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran, dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, Kami hanya menghendaki kebaikan. Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).” (QS. At-Taubah 9: Ayat 107)
Mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran, dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman
Dallam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini Allah menjelaskan maksud mereka mendirikan mesjid tersebut yaitu:
Dalam ayat ini selanjutnya diterangkan bahwa orang-orang munafik itu bersumpah untuk memperkuat ucapan mereka, bahwa bangunan itu mereka dirikan hanyalah semata-mata untuk memperoleh kebaikan misalnya untuk memudahkan bagi orang-orang yang lemah, melakukan salat Jumat dekat dari tempat tinggal mereka dan sebagainya. Akan tetapi sumpah tersebut hanyalah untuk menyelimuti maksud-maksud jahat yang tersimpan dalam hati mereka.
Pada akhir ayat tersebut Allah menegaskan, bahwa Dia menyaksikan mereka itu adalah orang-orang yang benar-benar pendusta.
Masjid Dhiror didirikan oleh orang-orang munafik pada masa Rasulullah ﷺ dengan tujuan memecah belah umat Islam, memperkuat kekufuran, dan menjadi tempat persembunyian bagi musuh-musuh Islam.
Motif jahat di balik pendirian Masjid Dhirar, yang bertujuan untuk merusak persatuan kaum Muslimin. Masjid ini akhirnya diperintahkan untuk dihancurkan oleh Rasulullah ﷺ atas perintah Allah.
Perpecahan di antara umat Islam sudah disebutkan dalam hadis dan sejarah Islam. Namun, kita tetap harus berusaha menjaga persatuan dan berdoa agar umat Islam tetap kuat, bersatu, dan selalu dalam lindungan Allah.
Doa yang bisa diamalkan:
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِ الْمُسْلِمِينَ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ، وَاهْدِهِمْ سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّهِمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْهُمُ الْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَثَبِّتْهُمْ عَلَى دِينِكَ حَتَّى يَلْقَوْكَ وَهُمْ عَلَى الْإِسْلَامِ
Allāhumma allif bayna qulūbil-muslimīn, wa aṣliḥ dhāta baynihim, wahdihim subulas-salām, wanajjihim minaẓ-ẓulumāti ilan-nūr, wajannibhumul-fitana mā ẓahara minhā wa mā baṭan, wathabbit’hum ’alā dīnik ḥattā yalqawk wahum ’alal-islām.
“Ya Allah, satukanlah hati-hati kaum Muslimin, perbaikilah hubungan di antara mereka, bimbinglah mereka ke jalan keselamatan, selamatkan mereka dari kegelapan menuju cahaya, jauhkan mereka dari fitnah yang tampak maupun tersembunyi, dan teguhkanlah mereka di atas agama-Mu hingga mereka bertemu dengan-Mu dalam keadaan Islam.”