Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمِنْ ثَمَرٰتِ النَّخِيْلِ وَا لْاَ عْنَا بِ تَتَّخِذُوْنَ مِنْهُ سَكَرًا وَّرِزْقًا حَسَنًا ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يَةً لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ
“Dan dari buah kurma dan anggur, kamu membuat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti.” (QS. An-Nahl Ayat 67)
Nikmat Allah: Pilih yang Baik, Jauhi yang Memudaratkan
Menurut tafsir ringkas Kementrian Agama RI: Dan tidakkah pula kamu mengambil pelajaran dari buah kurma dan anggur yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kamu? Dari perasannya kamu dapat membuat minuman yang memabukkan, dan dari buah itu pula kamu bisa memperoleh rezeki yang baik, yakni tidak memabukkan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran dan kekuasaan Allah bagi orang yang mengerti.
Allah menciptakan sesuatu yang memiliki manfaat dan dapat pula menimbulkan mudarat bisa menjadi bahan refleksi, tetapi belum sepenuhnya merupakan inti QS An-Nahl ayat 67.
1. Allah menciptakan, manusia menentukan bagaimana memanfaatkannya.
Kurma dan anggur merupakan karunia Allah yang dapat menghasilkan makanan, minuman, dan rezeki yang baik. Namun, manusia juga dapat mengolahnya menjadi minuman yang memabukkan.
2. Tidak semua yang berasal dari alam boleh dimanfaatkan dengan cara apa pun.
Allah memberikan akal agar manusia mampu membedakan pemanfaatan yang baik dari yang buruk. Sesuatu yang berasal dari ciptaan Allah tidak otomatis menjadikan semua bentuk pemanfaatannya dibenarkan.
3. Akal harus membimbing manusia dalam menggunakan nikmat Allah.
Penutup ayat, liqaumin ya’qilun (bagi kaum yang menggunakan akal/ yang mengerti), mengajak kita berpikir dan mengambil pelajaran dari nikmat yang Allah berikan.
“Allah menciptakan alam dengan berbagai manfaat, tetapi manusia bertanggung jawab menggunakan nikmat-Nya dengan cara yang baik. Jangan sampai sesuatu yang Allah sediakan sebagai karunia justru kita olah menjadi sumber kerusakan.”
Ada satu catatan penting: ayat ini tidak secara langsung menyatakan bahwa setiap ciptaan Allah pasti memiliki manfaat sekaligus mudarat. Ayat ini lebih khusus menunjukkan perbedaan antara hasil pemanfaatan yang memabukkan dan rizqan hasanan (rezeki yang baik).
Allah memberikan berbagai karunia kepada manusia, tetapi manusia tetap harus memilih bagaimana karunia itu dimanfaatkan. Dari sesuatu yang Allah tumbuhkan, manusia dapat memilih jalan yang membawa kebaikan atau jalan yang menjerumuskannya kepada keburukan.
Hidup adalah pilihan. Allah memberikan petunjuk, Al-Qur’an menunjukkan jalan yang lurus, dan manusia diperintahkan untuk memilih jalan yang diridai-Nya. Jangan sampai karunia Allah justru menjauhkan kita dari Allah. Gunakanlah setiap nikmat untuk memperbanyak kebaikan, memperkuat ketakwaan, dan mempersiapkan bekal menuju surga-Nya.
Sebab, bukan sekadar banyaknya nikmat yang menentukan keselamatan kita, melainkan bagaimana kita mensyukuri, memanfaatkan, dan mempertanggungjawabkan nikmat tersebut di hadapan Allah.”
Doa mensyukuri nikmat-nikmat yang Allah berikan dan menggunakannya dengan baik.
اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى شُكْرِ نِعَمِكَ، وَحُسْنِ اسْتِعْمَالِهَا، وَاهْدِنَا إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ، وَوَفِّقْنَا لِمَا يُرْضِيكَ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِكَ.
Allahumma a‘innā ‘alā syukri ni‘amik, wa husni isti‘mālihā, wahdinā ilā shirāthikal-mustaqīm, wa waffiqnā limā yurdhīk, wa adkhilnal-jannata birahmatik.
“Ya Allah, bantulah kami untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Mu dan menggunakannya dengan baik. Tunjukilah kami jalan-Mu yang lurus, berilah kami kemampuan untuk melakukan segala sesuatu yang Engkau ridai, dan masukkanlah kami ke dalam surga dengan rahmat-Mu.”