Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَلَمَّاۤ اٰتٰٮهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ بَخِلُوْا بِهٖ وَتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
“Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling, dan selalu menentang (kebenaran).” (QS. At-Taubah 9: Ayat 76)
Menepati janji itu adalah wajib, apalagi kalau janji itu dikuatkan dengan bersumpah dengan nama Allah
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa kalau maksud mereka telah berhasil dan apa yang mereka minta sudah terkabul, mereka tidak malu-malu berpaling, memungkiri janjinya, dan mendurhakai Allah. Bila mereka telah kaya, mereka bukan jadi orang pemurah, tetapi mereka bertambah kikir, tidak mau bersedekah, mengeluarkan zakat, membantu orang-orang yang kekurangan, menunjang pembangunan umat dan lain-lain yang masuk amal kebajikan. Mereka lupa akan janji-janji mereka yang diucapkan sebelum Allah memberikan karunia kepada mereka, walaupun sudah diberi peringatan berkali-kali. Padahal menepati janji itu adalah wajib, apalagi kalau janji itu dikuatkan dengan bersumpah dengan nama Allah.
Peringatan untuk seluruh manusia, terutama yang awalnya ditujukan kepada orang munafik, bahwa kewajiban menepati janji sering kali dilalaikan, bahkan oleh sebagian umat Islam. Padahal, menepati janji adalah kewajiban, apalagi jika janji itu diperkuat dengan sumpah atas nama Allah.”
Kondisi ini memang sering terjadi di berbagai kalangan, termasuk di antara umat Islam. Beberapa faktor yang menyebabkan kelalaian dalam menepati janji, antara lain:
Semoga Allah senantiasa membimbing kita agar menjadi hamba yang jujur, amanah, dan selalu menepati janji.