Maklumat dari Allah SWT Melalui Nabi Muhammad SAW dalam Bentuk Al Qur’an

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَاَ ذَا نٌ  مِّنَ  اللّٰهِ  وَرَسُوْلِهٖۤ  اِلَى  النَّا سِ  يَوْمَ  الْحَجِّ  الْاَ كْبَرِ  اَنَّ  اللّٰهَ  بَرِ يْٓءٌ  مِّنَ  الْمُشْرِكِيْنَ  ۙ وَ  رَسُوْلُهٗ  ۗ فَاِ نْ  تُبْتُمْ  فَهُوَ  خَيْرٌ  لَّـكُمْ  ۚ وَاِ نْ  تَوَلَّيْتُمْ  فَا عْلَمُوْۤا  اَنَّكُمْ  غَيْرُ  مُعْجِزِ ى  اللّٰهِ  ۗ وَبَشِّرِ  الَّذِيْنَ  كَفَرُوْا  بِعَذَا بٍ  اَ  لِيْمٍ

“Dan satu maklumat (pemberitahuan) dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih,” (QS. At-Taubah 9: Ayat 3)

Maklumat (pemberitahuan) dari Allah SWT melalui nabi Muhammad SAW dalam bentuk Al Quran

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Setelah ayat sebelumnya menyatakan pemutusan hubungan dengan kaum musyrik Mekah, maka ayat ini menegaskan kembali maklumat ini serta menyebarluaskannya kepada semua orang dalam tenggang waktu empat bulan. Dan bahwa inilah satu maklumat atau pemberitahuan dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar yang terjadi pada tahun ke-9 Hijriah, bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrik Mekah berupa pemutusan hubungan perjanjian dengan mereka; dan begitu pula Rasul-Nya melakukan hal yang sama. Kemudian Allah menegaskan kembali jika kalian, wahai kaum musyrik, bertobat, maka itu lebih baik bagi kalian di dunia dan akhirat; dan jika kalian berpaling dari keimanan yang benar atau tidak mau bertobat, maka ketahuilah bahwa kalian tidak dapat melemahkan atau lari dari azab Allah. Dan dengan demikian berilah kabar gembira kepada orang-orang kafir tersebut bahwa mereka akan mendapat azab yang pedih, baik di dunia ini sebagai tawanan atau terbunuh dan di akhirat kelak, yaitu dimasukkan ke dalam neraka.

Quran Surah At-Taubah ayat 3, Allah SWT seolah-olah memberikan maklumat atau pengumuman kepada seluruh manusia melalui ayat tersebut. Dalam ayat ini, Allah menyampaikan pesan secara langsung melalui Nabi Muhammad SAW kepada kaum musyrikin bahwa mereka memiliki batas waktu tertentu untuk memperbaiki diri atau menghadapi konsekuensi dari pelanggaran perjanjian yang mereka lakukan.

Secara umum, Al-Qur’an adalah kalam Allah yang ditujukan untuk seluruh umat manusia, sebagai petunjuk dan peringatan. Dalam konteks ayat ini, Allah berbicara kepada manusia melalui wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW dan Nabi berperan sebagai perantara untuk menyampaikan pesan-pesan Allah kepada manusia. Dengan demikian, Allah SWT berbicara kepada manusia melalui Al-Qur’an, dan khususnya melalui nabi dan rasul yang diutus-Nya.

Al-Qur’an sebagai firman Allah adalah bentuk komunikasi Allah kepada manusia, tetapi disampaikan melalui wahyu dan perantaraan nabi,sehingga pesan-pesan-Nya bisa dipahami oleh manusia dalam konteks kehidupan mereka. Ayat ini sekaligus menunjukkan bahwa Allah memberikan peringatan dan perintah dengan adil dan jelas, serta memberi waktu dan kesempatan kepada manusia untuk memilih jalan yang benar. Al Quran kalamullah, al Quran adalah wahyu

اِنْ  هُوَ  اِلَّا  وَحْيٌ  يُّوْحٰى

“Tidak lain (Al-Qur’an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),” (QS. An-Najm 53: Ayat 4)

Doa yang bisa dipanjatkan agar Al-Qur’an senantiasa menjadi pedoman hidup kita:

اللهم اجعل القرآن ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهاب همي

Allahumma aj’alil-Qur’ana rabi’a qalbi, wa nura sadri, wa jala’a huzni, wa dzahaba hammi.

“Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang segala kesedihanku, dan penghapus segala kegelisahanku