Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْاَ رْضَ مِنْۢ بَعْدِ اَهْلِهَاۤ اَنْ لَّوْ نَشَآءُ اَصَبْنٰهُمْ بِذُنُوْبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ
“Atau apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri setelah (lenyap) penduduknya? Bahwa kalau Kami menghendaki pasti Kami siksa mereka karena dosa-dosanya; dan Kami mengunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran).” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 100)
*Seharusnya dapat mengambil pelajaran dari peristiwa sejarah, dapat memahami bahwa Allah kuasa untuk menimpakan azab yang serupa*
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini ditegaskan bahwa umat yang mewarisi suatu negeri setelah lenyapnya penduduk negeri itu karena ditimpa siksaan Allah akibat keingkaran mereka kepada-Nya, memahami dan meyakini bahwa Allah kuasa untuk menimpakan azab tersebut kepada mereka karena dosa-dosa mereka apabila dikehendaki-Nya. Juga Allah kuasa untuk mengunci mati hati nurani mereka, sehingga mereka tak dapat lagi menerima pelajaran dan nasihat agama dan tidak mau beriman.
Sebagaimana telah disebutkan pada bagian terdahulu, Allah telah mengutus beberapa orang rasul kepada umat mereka sebelum diutusnya Nabi Syuaib kepada umatnya. Umat-umat terdahulu telah ditimpa azab Allah karena dosa-dosa dan keingkaran mereka kepada Allah. Azab yang menimpa mereka adalah sedemikian hebatnya, memusnahkan mereka sedemikian rupa, sehingga mereka seolah-olah tidak pernah hidup di muka bumi ini. Setelah mereka itu lenyap, Allah mendatangkan umat yang baru untuk menghuni negeri tersebut.
Umat yang baru ini mengetahui sejarah umat terdahulu itu, karena buku-buku dan kitab-kitab suci mereka menyebutkan hal itu. Mereka mengetahui apa yang dialami umat tersebut, yaitu azab yang dahsyat. Dan mereka tahu hal-hal yang menyebabkan didatangkannya azab tersebut kepada mereka, yaitu lantaran dosa-dosa dari keingkaran mereka kepada Allah dan Rasul-Nya.
Seharusnya mereka dapat mengambil pelajaran dari peristiwa sejarah, dapat memahami bahwa Allah kuasa untuk menimpakan azab yang serupa itu kepada diri mereka bila mereka berbuat dosa dan kemaksiatan seperti umat yang terdahulu itu.
Ayat tersebut tidak hanya merupakan peringatan bagi orang-orang kafir, melainkan juga bagi orang-orang muslim. Setelah mengetahui sebab-sebab ditimpakan azab kepada umat para Rasul yang terdahulu dan setelah mengetahui sunnatullah mengenai umat-umat yang berdosa, maka seharusnya kita menjauhkan diri dari kesalahan-kesalahan serupa itu, agar kita tidak ditimpa azab Allah yang akan menyebabkan kita kehilangan segala-galanya.
Kisah kisah terdahulu suka berulang, walaupun berakhir azab, di Indonesia kejadian yang mengenaskan berulang dan seperti tidak jadi pelajaran.
Manusia memiliki kecenderungan untuk terjebak dalam kebiasaan dan siklus yang sama karena berbagai alasan, termasuk ketidaksadaran, ketidaktahuan, atau bahkan ketidakpedulian. Meskipun kisah-kisah dari masa lampau sering kali mengandung pelajaran berharga, seringkali manusia cenderung mengabaikannya atau bahkan melupakan, terlalu fokus pada hal-hal yang sesaat atau kepentingan pribadi. Selain itu, beberapa orang mungkin merasa bahwa kisah-kisah itu tidak relevan dengan kehidupan mereka saat ini, meskipun pelajaran moralnya tetap sama.
Namun, banyak orang juga belajar dari kisah-kisah dahulu dan mengambil pelajaran berharga darinya. Penting untuk terus membuka pikiran dan hati, untuk belajar dari pengalaman masa lalu, sehingga dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang lebih baik.
Sampaikanlah kisah kisah untuk dijadikan ibrah (pelajaran)
فَا قْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
“Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 176)
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah kisah umat terdahulu