Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَاَ مْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًا ۗ فَا نْظُرْ كَيْفَ كَا نَ عَا قِبَةُ الْمُجْرِمِيْنَ
“Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu). Maka, perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang berbuat dosa itu.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 84)
Perhatikan bagaimana kesudahan orang yang berbuat dosa
Tafsir Lengkap Kemenag
Kementerian Agama RI
Ayat ini menerangkan bahwa Allah membinasakan kaum Luth dengan batu yang terkenal dengan “batu sijjil” diturunkan dari langit laksana hujan sebagaimana tersebut dalam firman Allah:
Maka Kami dijungkirbalikkan (negeri itu) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. (al-hijr/15: 74)
Firman Allah:
Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkannya negeri kaum Luth, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar. (Hud/11: 82)
Tidak ada seorang ahli tafsir pun yang dapat menjelaskan cara-cara batu-batu itu terkumpul dari bumi diangkat ke atas atau lapisan bumi yang diangkat ke atas mereka, kemudian turun berjatuhan seperti hujan. Demikian juga bentuk batu tersebut apakah dari tanah keras semata atau bercampur dengan unsur-unsur zat pembakar atau batu-batu yang berasal dari pecahan bintang.
Pada ayat ini Allah menunjukkan kekuasaan-Nya kepada Muhammad dan umatnya agar mengambil pelajaran dari peristiwa dan perilaku orang-orang yang mendustakan Allah dan rasul-rasul-Nya. Jika Allah menghendaki kebinasaan mereka, hal ini dapat terjadi dengan sebab-sebab yang alami, umpamanya; gempa bumi, penyakit wabah, peperangan dan korban fitnahan dan dapat pula dengan sebab-sebab luar biasa seperti topan yang menenggelamkan kaum Nuh, angin yang menghempaskan kaum Hud, petir yang membinasakan kaum Saleh dan hujan batu yang menghabiskan kaum Luth.
Mengenai perbuatan homoseks yang dilakukan oleh kaum Luth itu terdapat perselisihan antara ulama Fiqh tentang hukumannya sebagai berikut:
Kesudahan orang yang berbuat dosa…di akhir hayatnya tidak ada cerita dalam keadaan baik, kebanyakan berakhir secara tragis itu di dunia.
Kenapa umat manusia dilarang berbuat dosa , karena dosa merusak hati, seperti sabda Nabi Muhammad, “ Setiap kamu berbuat dosa maka akan muncul satu titik hitam dalam hatimu, demikian seterusnya sampai hati itu menjadi menghitam”. Kalau hati sudah rusak maka akan hancurlah kehidupan manusia. Dosa juga dapat melemahkan iman manusia, kalau iman sudah lemah maka tak akan dapat lagi orang berbuat kebajikan dalam kehidupan ini. Dosa pun dapat membuat orang menjadi manusia yang gelisah, stres, murung dan gundah dalam hidup. Sekali lagi, dosa penyebab siksa Allah datang kepada manusia.
Dengan demikian, betapa hebatnya dosa menjadi virus yang membahayakan bagi kehidupan manusia dan bahkan menjadi sumber malapetaka bagi kehidupan manusia. Dalam hal ini Allah memberi peringatan “ sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa pastilah Kami melimpahkan kepada mereka keberkatan-keberkatan dari langit dan bumi akan tetapi mereka mendustakan (menolak kedatangan Rasul, berbuat maksiat dan dosa) maka Kami siksa mereka disebabkan apa yang mereka lakukan”. (QS Al A’raf 7 : 96).
Doa Terhindar dari Maksiat
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ
Allahumma inna a’udzubika min munkaraati akhlaaqi wal ‘amaali wal ahwaa.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, perbuatan-perbuatan dan dari hawa nafsu yang mungkar.” (HR. Tirmidzi).