Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَمَا فِيْهِنَّ ۗ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Milik Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 120)
Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi, tidak ada sekutu bagiNya
Dalam tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Ma’idah Ayat 120; Allah kembali menegaskan tentang kekuasaan dan kepemilikannya yang serba mencakup dan menyeluruh. Milik Allah, tuhan yang maha esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, kerajaan langit dan bumi, dengan kehendak dan kekuasaan mutlak tiada batas; dan milik Allah juga apa yang ada di dalamnya, manusia, jin, setan, dan malaikat; dan dia mahakuasa atas segala sesuatu, dengan kekuasaan yang adil dan bijaksanapada akhir surah al-ma’idah Allah menjelaskan bahwa nabi isa dan ibunya bukanlah tuhan sebagaimana anggapan orang nasrani.
Nabi isa adalah rasul atau utusan Allah yang bertugas mengajak bani israil untuk mengesakan Allah. Pada awal surah ini dijelaskan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi serta menunjukkan manusia kepada jalan yang terang agar manusia meninggalkan jalan yang gelap, namun kebanyakan manusia menyimpang dari ajaran Allah yang lurus. Segala puji bagi Allah, yang berhak atas segala kesempurnaan, dan jauh dari segala kekurangan; yang telah menciptakan langit dan bumi, atas dasar cinta dan kasih sayang kepada makhluk-Nya; dan Allah telah menjadikan gelap dan terang, malam dan siang, salah dan benar, kufur dan iman; namun demikian orang-orang kafir, yaitu orang-orang yang menutup pikiran dan hati nurani mereka dari cahaya Allah menghindar dari ajaran tuhan mereka dengan menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lebih rendah dari dirinya sebagai manusia.
Bagaimana keagungan al-Qur’an bisa tertanam dalam diri kita ?
Syaikh Farid al-Anshari pernah berkata, di sela tadabburnya tentang surat al-Furqan:
Sesungguhnya pengakuan seorang mukmin akan keagungan al-Qur’an dapat dibuktikan ketika ia telah mengakui keagungan dzat yang berkata dalam al-Qur’an itu, Yakni Allah ta’ala Tuhan semesta alam;
{ ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٌ فِى ٱلْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَىْءٍ فَقَدَّرَهُۥ تَقْدِيرًا } ”
“Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya”. (QS Al Farqan ayat 2)
Seakan-akan pada ayat pertama:
{ تَبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ } ”
“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran)” ditanyakan, siapakah yang menurunkannya? maka kemudian dijawab dengan sifat-sifat Nya yang agung dan mulia yang meninggikan sifat Rububiyyah-Nya secara muthlaq.
Tauhid adalah konsep sentral dalam agama Islam yang mengacu pada keyakinan akan keesaan Allah. Ini adalah dasar dari iman Muslim, yang menegaskan bahwa hanya ada satu Allah yang Maha Esa dan tidak ada tuhan selain-Nya. Konsep tauhid melibatkan keyakinan bahwa Allah adalah pencipta, pengatur, dan pemelihara alam semesta, serta memiliki sifat-sifat yang sempurna. Tauhid juga mencakup keyakinan bahwa tidak ada sekutu atau mitra bagi Allah dalam penyembahan dan kuasa.
Doa untuk meneguhkan tauhid dan keimanan;
اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَواتِ والأرضِ عَالمَ الغَيْب وَالشَّهَادةِ، ربَّ كُلِّ شَيءٍ وَمَلِيكَهُ. أَشْهَدُ أَن لاَ إِله إِلاَّ أَنتَ، أَعُوذُ بكَ منْ شَرِّ نَفسي وشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكهِ
Allohumma fathiros samawati wal ardhi ‘alimal ghaibi was syahadati robba kulli syai-in wa malikahu. Asyhadu alla ilaha illa anta a’uzu bika min syarri nafsi wa syarris syaithoni wa syirkihi.
“Ya Allah, yang menjadikan langit dan bumi, yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Tuhan bagi tiap-tiap sesuatu dan yang memilikinya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung pada-Mu dari kejahatan diriku sendiri dan dari kejahatan setan dan teman sekutunya.”