Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَهٰۤؤُلَآ ءِ الَّذِيْنَ اَقْسَمُوْا بِا للّٰهِ جَهْدَ اَيْمَا نِهِمْ ۙ اِنَّهُمْ لَمَعَكُمْ ۗ حَبِطَتْ اَعْمَا لُهُمْ فَاَ صْبَحُوْا خٰسِرِ يْنَ
“Dan orang-orang yang beriman akan berkata, Inikah orang yang bersumpah secara sungguh-sungguh dengan (nama) Allah bahwa mereka benar-benar beserta kamu? Segala amal mereka menjadi sia-sia sehingga mereka menjadi orang yang rugi.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 53)
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa ayat ini menerangkan bagaimana keadaan orang mukmin yang telah diberi Allah pertolongan dan kesenangan terhadap musuh-musuhnya, berkat kekuatan iman mereka dan kebulatan tekad mereka. Sebagian mereka dengan perasaan heran dan tercengang berkata kepada yang lain tentang keadaan orang-orang munafik yang telah menyesal dan membuka rahasianya, karena mereka telah menumpahkan harapan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani untuk membela dan menolongnya, tiba-tiba harapannya itu sia-sia belaka, padahal orang munafik itu telah bersumpah setia akan turut bersama orang mukmin untuk menghancurkan orang Yahudi.
Sumpah setia itu hanyalah tipu daya yang bohong belaka, namun mereka telah membuat perjanjian kerja sama dengan orang Yahudi. Akibat dari kemunafikan mereka itu bukan menguntungkan mereka, tetapi menjadikan mereka terhina di hadapan manusia dan terkutuk di hadapan Allah. Maka hapuslah amal-amal mereka, tidak ada pahala yang mereka terima dari Allah, walaupun mereka selalu mendirikan salat, berpuasa dan turut berjihad bersama orang mukmin, karena kemunafikan mereka itu. Bahkan mereka termaksud golongan orang yang merugi di dunia dan di akhirat.
Kemunafikan, riya, tidak ikhlas, ada barang haram yang melekat, takabur, hasad, dengki, ghibah, durhaka pada orang tua…menyebabkan sholat kita, puasa kita dan ibadah lainnya menjadi sia sia tidak diterima Allah SWT… Semoga kita terhindar dari amalan amalan yang menyebabkan ibadah kita menjadi sia sia, baik itu disengaja maupun tidak disengaja. Selevel nabi saja setiap ba’da subuh berdoa semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT.
Doa setiap ba’da subuh nabi berdoa ;
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon thoyyibaa wa ‘amalan mutaqobbalaan
“Ya Allah, aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyyib dan amalan yang diterima.” (HR. Ibnu Majah no. 925, shahih)