Kemuliaan Allah tidak akan Berkurang dengan Banyaknya yang Murtad

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَلَا  يَحْزُنْكَ  الَّذِيْنَ  يُسَا رِعُوْنَ  فِى  الْكُفْرِ   ۚ اِنَّهُمْ  لَنْ  يَّضُرُّوا  اللّٰهَ  شَيْــئًا   ۗ يُرِ يْدُ  اللّٰهُ  اَ  لَّا  يَجْعَلَ  لَهُمْ  حَظًّا  فِيْ  الْاٰ خِرَةِ   ۚ وَلَهُمْ  عَذَا بٌ  عَظِيْمٌ

“Dan janganlah engkau (Muhammad) dirisaukan oleh orang-orang yang dengan mudah kembali menjadi kafir, sesungguhnya sedikit pun mereka tidak merugikan Allah. Allah tidak akan memberi bagian (pahala) kepada mereka di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 176)

Kemuliaan Allah tidak akan berkurang dengan banyaknya yang murtad

Wahai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu ada yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui (QS Al Maidah/5: 54).

Bagi orang yang membaca ajakan Allah ini dengan perhatian yang dalam, akan benar-benar merasakan betapa kasih sayang Allah terhadap orang-orang beriman, sehingga Dia tiada henti-hentinya memberikan petunjuk untuk memantapkan pendirian mereka.

Di beberapa ayat yang telah dibaca sebelumnya, suatu ketika Allah SWT mengingatkan hamba-Nya agar tidak mengikuti orang-orang kafir (QS Ali Imran/3: 100), pada kali yang lain Allah mengingatkan agar tidak menjadikan orang-orang kafir sebagai teman-teman dekat lalu mengambil mereka sebagai tempat curahan hati, tempat menyimpan dan berbagi rahasia (QS Ali Imran/3: 118).

Kemudian diingatkan agar tidak taat kepada orang kafir (QS Ali Imran/3: 149) lalu diingatkan-Nya pula hamba-Nya untuk tidak menyerahkan urusan kepemimpinan kepada mereka sehingga orang-orang beriman di bawah kendali mereka (QS Ali Imran/3: 51).

Kemudian Allah SWT mengingatkan sikap mereka yang tidak akan pernah senang (ridha) hingga orang-orang Islam itu mengikuti ajaran (millah) mereka (QS Al Baqarah/2: 120).

Semua ini menunjukkan betapa Allah SWT ingin menjaga orang-orang beriman itu agar senantiasa berada dalam aqidahnya, menjaga muruah dan menjaga keberadaan (eksistensi) mereka dari pengaruh pergerakan orang-orang kafir agar orang-orang beriman itu tetap dalam kondisi keimanan dan ke-Islam-an mereka sepanjang hayat hingga akhir zaman.

Ini berarti telah menyia-nyiakan kasih sayang Allah, telah membelakangi dan meninggalkan Allah , tidak menyadari bahwa adalah hamba yang butuh kepada-Nya.

Ketahuilah bahwa kemurtadan tidak sama sekali merugikan Allah SWT, karena Allah Maha Kaya yang tidak butuh apapun dari hamba-Nya.

Allah Maha Agung yang tidak berkurang kemuliaan-Nya sedikitpun walaupun semua makhluq-Nya ingkar dan kafir kepada-Nya. Sebaliknya manusialah yang rugi karena akan kehilangan kasih sayang Allah, dan Allah pun akan melupakannya.

Demikian pula kemurtadan sama sekali tidak akan menghentikan perkembangan agama Allah yakni dienul Islam, karena Allah SWT akan mengambil tindakan sesuai kehendak (iradah)-Nya. “Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum” sebagai penggantinya. (‘J QS Al Maidah/5: 54).

Doa perlindungan dari Allah SWT;

Allahummarzuqni fiqhan fiddini wa ziyadatan fil ‘ilmi wa kifayatan fir rizqi wa shihhatan fil badani wa tawbatan qoblal mauti wa rahmatan ‘indal mauti wa maghfiratan ba’dal mauti wa najatan ‘indal hisabi wa jawazan ‘alash shirathi ya dzal fadhli wal ihsani bi rahmatika ya arhamar rahimin.

” Ya Allah, anugerahilah aku agar paham dalam masalah agama, tambahan dalam ilmu, kecukupan dalam rizeki, kesehatan tubuh, taubat sebelum mati, ketenangan ketika mati, ampunan setelah mati, keberuntungan pada saat hitungan amal, dan bisa melewati titian (shirath), wahai Dzat pemberi keutamaan dan kebaikan, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Maha Pengasih di antara para pengasih.”