Kehidupan setelah Kematian itu Ada

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAILLAHAILLOH. WALLAHU AKBAR.

Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Allah SWT.
Mari saling mendoakan ;

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَ  اِذْ  قَتَلْتُمْ  نَفْسًا  فَا دّٰرَءْتُمْ  فِيْهَا   ۗ وَا للّٰهُ  مُخْرِجٌ  مَّا  كُنْتُمْ  تَكْتُمُوْنَ

فَقُلْنَا  اضْرِبُوْهُ  بِبَعْضِهَا   ۗ كَذٰلِكَ  يُحْيِ  اللّٰهُ  الْمَوْتٰى   ۙ وَيُرِ يْکُمْ  اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ  تَعْقِلُوْنَ

Dan (ingatlah) ketika kamu membunuh seseorang, lalu kamu tuduh-menuduh tentang itu. Tetapi Allah menyingkapkan apa yang kamu sembunyikan.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 72)

Lalu Kami berfirman, Pukullah (mayat) itu dengan bagian dari (sapi) itu! Demikianlah Allah menghidupkan (orang) yang telah mati dan Dia memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya) agar kamu mengerti.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 73)

Allah Swt maha kuasa untuk menghidupkan mahluknya yang sudah mati

اَوْ  كَا لَّذِيْ  مَرَّ  عَلٰى  قَرْ يَةٍ  وَّ  هِيَ  خَاوِيَةٌ  عَلٰى  عُرُوْشِهَا   ۚ قَا لَ  اَنّٰى  يُحْيٖ  هٰذِهِ  اللّٰهُ  بَعْدَ  مَوْتِهَا   ۚ فَاَ مَا تَهُ  اللّٰهُ  مِائَةَ  عَا مٍ  ثُمَّ  بَعَثَهٗ   ۗ قَا لَ  كَمْ  لَبِثْتَ   ۗ قَا لَ  لَبِثْتُ  يَوْمًا  اَوْ  بَعْضَ  يَوْمٍ   ۗ قَا لَ  بَلْ  لَّبِثْتَ  مِائَةَ  عَا مٍ  فَا نْظُرْ  اِلٰى  طَعَا مِكَ  وَشَرَا بِكَ  لَمْ  يَتَسَنَّهْ   ۚ وَا نْظُرْ  اِلٰى  حِمَا رِكَ   ۗ وَلِنَجْعَلَكَ  اٰيَةً  لِّلنَّا سِ  وَا نْظُرْ  اِلَى  الْعِظَا مِ  كَيْفَ  نُـنْشِزُهَا  ثُمَّ  نَكْسُوْهَا  لَحْمًا   ۗ فَلَمَّا  تَبَيَّنَ  لَهٗ   ۙ قَا لَ  اَعْلَمُ  اَنَّ  اللّٰهَ  عَلٰى  كُلِّ  شَيْءٍ  قَدِيْرٌ
“Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh hingga menutupi (reruntuhan) atap-atapnya, dia berkata, Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur? Lalu Allah mematikannya (orang itu) selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (menghidupkannya) kembali. Dan (Allah) bertanya, Berapa lama engkau tinggal (di sini)? Dia (orang itu) menjawab, Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari. Allah berfirman, Tidak! Engkau telah tinggal seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, tetapi lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang-belulang). Dan agar Kami jadikan engkau tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Lihatlah tulang-belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali kemudian Kami membalutnya dengan daging. Maka ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, Saya mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 259)

Allah bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati seperti kisah di atas, kalau urusan mengubah keadaan hidup seseorang itu sangat gampang. Yang kaya dijadikan miskin, yang miskin dijadikan kaya, itu bukan hal yang sulit bagi Allah.

Kisah kisah di atas adalah kisah berharga yang diabadikan dalam Alquran, yang menggambarkan kekuasaan Allah atas segala yang ada di bumi dan yang ada di langit. Serta memperingatkan manusia yang masih ragu-ragu adanya kehidupan setelah kematian.

Ya Allah mantapkanlah keyakinan bahwa kehidupan setelah kematian itu ada.

Aamiin Yaa Robbal’aalamiin