Dengan Kebenaran; Kebatilan dan Kepalsuan akan Punah dan Sia-sia

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

فَوَقَعَ  الْحَـقُّ  وَبَطَلَ  مَا  كَا نُوْا  يَعْمَلُوْنَ

Maka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 118)

Kebatilan dan kepalsuan akan punah dan sia sia, dalam menghadapi kebenaran

Dala tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini ditegaskan bahwa dengan lenyapnya semua ular ciptaan ahli-ahli sihir Firaun dari pandangan orang-orang yang menyaksikannya, berarti kemenangan bagi mukjizat Nabi Musa atas perbuatan ahli-ahli sihir yang penuh kebathilan dan kepalsuan itu. Sihir mereka menjadi tidak berdaya menghadapi mukjizat utusan Allah.
Dalam kisah Nabi Musa yang terdapat dalam Surah thaha, sehubungan dengan masalah ini Allah berfirman:

Apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya pesihir (belaka). Dan tidak akan menang pesihir itu, dari mana pun ia datang. (thaha/20: 69)

Sedang dalam kisahnya yang terdapat dalam surah Yunus, Allah berfirman sebagai berikut:

Setelah mereka melemparkan, Musa berkata, “Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan kepalsuan sihir itu. Sungguh, Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang yang berbuat kerusakan.”(Yunus/10: 81)…
Sunatullah, kebenaran akan mengalahkan kebatilan, tapi kalau kebenaran tidak dijaga, tidak dirawat akan terkalahkan oleh kebatilan.

Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Kebenaran yang tidak terorganisasi dengan baik, akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi dengan rapi”. Pernyataan ini sungguh menarik. Karenanya, perlu mendapat perhatian dari kaum muslimin, sebagai kelompok umat yang mendapat amanah Allah untuk senantiasa menebarkan dan mempertahankan kebaikan, kedamaian, dan kebenaran di muka bumi ini dalam kehidupan umat manusia secara keseluruhan.
Kebatilan yang demikian dahsyat dan sudah menjamur di kalangan kita, para pembela, para pejuang, dan aktivis kebenaran perlu melakukan upaya upaya supaya kebatilan tidak mengalahkan kebenaran.

Seharusnya muslim melakukan Amar ma’ruf nahi munkar, ini bisa mencegah kebatilan.
Umat islam itu dianggap umat terbaik kalau mengajak kebaikan dan mencegah kemunkaran.

كُنْتُمْ  خَيْرَ  اُمَّةٍ  اُخْرِجَتْ  لِلنَّا سِ  تَأْمُرُوْنَ  بِا لْمَعْرُوْفِ  وَتَنْهَوْنَ  عَنِ  الْمُنْكَرِ  وَتُؤْمِنُوْنَ  بِا للّٰهِ  ۗ

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah..” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 110)

Kalaupun kita belum bisa beramar ma’ruf nahi mungkar, tapi jangan sampai mengejek atau menghalangi yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar .

Semoga Islam betul betul menjadi umat terbaik yang menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar, sehingga kebatilan dan kepalsuan bisa dihilangkan.