Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اِذْ هَمَّتْ طَّآئِفَتٰنِ مِنْكُمْ اَنْ تَفْشَلَا ۙ وَا للّٰهُ وَلِيُّهُمَا ۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
“Ketika dua golongan dari pihak kamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong mereka. Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 122)
Hai Rasulullah, ingatlah ketika setan menggoda kaum dari Bani Salamah dan Bani Haritsah, saat terlintas dalam fikiran mereka untuk mundur dari perang Uhud; namun Allah menghilangkan bisikan setan ini dari mereka. Dan hanya kepada Allah hendaklah orang-orang bertawakkal dan memohon pertolongan. Zaman rassul aja ada yang takut untuk berperang padahal berperang bersama rasul, apalagi zaman sekarang sudah sangat jauh dari zaman rassul, dihadapkan pilihan dengan resiko kalah, keimanan yang lemah tidak mau mengambil resiko kalah, hilangnya nyawa dan harta.
Kondisi ini sama dengan zaman nabi Musa, ikut nabi Musa dengan jumlah pengikut yang terbatas menyampaikan kebenaran kepada Firaun dengan jumlah yang besar dan kekuatan yang luar biasa.
Pengikut nabi Muhammad di awal perkembangan Islam, keimanan masih lemah, secara duniawi ikut berperang resiko kalah hilang nyawa dan harta.
Zaman sekarang ikut membela Islam dengan resiko hilang jabatan, nyawa dan harta itu yang banyak menjadi pertimbangan kalau mau membela Islam, membela kebenaran, menyeru kepada kebajikan menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 104)
Sebagai muslim harus terus memperjuangkan kebenaran, memperkuat Islam dan menghilangkan kebatilan.
لِيُحِقَّ الْحَـقَّ وَيُبْطِلَ الْبَا طِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُوْنَ
“agar Allah memperkuat yang hak (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 8)
قُلِ اَلْحَقَّ، وَلَوْ كَانَ مُرًّا
QULILHAQQO WALAU KAANA MURRO
“Katakanlah yang benar meskipun itu pahit (berat untuk dikatakan).
Semoga Allah meneguhkan kita selalu di atas kebenaran dan diberi taufik berkata yang benar walau itu pahit.