Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَهُوَ الَّذِيْ يَتَوَفّٰٮكُمْ بِا لَّيْلِ وَ يَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِا لنَّهَا رِ ثُمَّ يَـبْعَثُكُمْ فِيْهِ لِيُقْضٰۤى اَجَلٌ مُّسَمًّى ۚ ثُمَّ اِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
“Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian, Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 60)
Allah SWT tempat kembali dan ada hisab/perhitungan amal dan dosa.
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa ayat ini menerangkan kekuasaan Allah terhadap makhluk-Nya, yaitu Dialah yang menidurkan di malam hari untuk beristirahat dan menghilangkan kelelahannya karena berusaha di siang hari untuk mencari nafkah dan berjuang menegakkan agama-Nya. Proses itu tidak diketahui oleh manusia.
Pada ayat lain Allah menerangkan hakikat tidur dan hakikat mati,
اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَ نْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَا لَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَا مِهَا ۚ فَيُمْسِكُ الَّتِيْ قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَ يُرْسِلُ الْاُ خْرٰۤى اِلٰۤى اَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
“Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir.” (QS. Az-Zumar 39: Ayat 42)
Allah pula yang membangunkan manusia di siang hari. Dia mengetahui apa yang akan dikerjakan manusia di siang hari sebelum ia mengerjakannya. Orang-orang beriman akan mengisi seluruh waktu bangunnya dengan segala macam amal yang diridai Allah, karena ia yakin bahwa hidup di dunia adalah sementara, sedangkan hidup yang sebenarnya adalah di akhirat nanti. Sedangkan orang-orang kafir mengisi kehidupan mereka dengan segala macam yang diinginkan oleh hawa nafsu, karena mereka meragukan kehidupan akhirat, dan seakan-akan mereka telah meyakini bahwa hidup di dunia inilah hidup yang sebenarnya.
Dengan menidurkan manusia di malam hari dan membangunkannya di siang hari dan dengan perputaran waktu itu habislah umur mereka. Lalu mereka diwafatkan dan kembali kepada Allah untuk ditimbang amal baik yang pernah mereka kerjakan dan perbuatan dosa yang pernah mereka lakukan. Kepada mereka diberitakan segala perbuatan yang pernah dilakukan selama tidur di malam hari dan waktu bangun di siang hari sesuai dengan yang diperintahkan Allah.
Setiap manusia akan ditimbang amal perbuatannya di akhirat kelak dan akan menerima ganjaran masing-masing.
Timbangan amal milik Allah SWT memiliki ketepatan yang akurat, bahkan untuk perbuatan manusia yang terkecil sekalipun. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT, surah Al Anbiya ayat 47
وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔاۗ وَاِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَاۗ وَكَفٰى بِنَا حٰسِبِيْنَ
“Kami akan meletakkan timbangan (amal) yang tepat pada hari Kiamat, sehingga tidak seorang pun dirugikan walaupun sedikit. Sekalipun (amal itu) hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya. Cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.
Semoga amal kebaikan kita lebih banyak dan dierima Allah SWT, sedikit dosa dan dosanya diampuni Allah SWT.
رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)