Cukuplah Allah bagiku, Tidak Ada Tuhan Selain Dia

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَاِ نْ  تَوَلَّوْا  فَقُلْ  حَسْبِيَ  اللّٰهُ  لَاۤ  اِلٰهَ  اِلَّا  هُوَ  ۗ عَلَيْهِ  تَوَكَّلْتُ  ۗ وَهُوَ  رَبُّ  الْعَرْشِ  الْعَظِيْمِ
“Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 129)
Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya bahwa jika orang-orang kafir dan munafik itu tidak juga mau beriman setelah didatangkan kepada mereka petunjuk, katakanlah kepada mereka, “Cukuplah Allah bagiku, dan Dia akan menolongku, tidak ada Tuhan yang lain yang disembah, selain Dia, hanya kepada-Nya-lah aku bertawakal dan menyerahkan diri, dan hanya Dialah yang mengatur dan mengurus alam semesta, Dia memiliki ‘Arsy yang Agung.”
Diriwayatkan dari Zaid bin sabit yang ditugaskan oleh ‘Umar ra untuk mengumpulkan Al-Qur’an yang masih belum terkumpul di masa Abu Bakar, bahwa Zaid berkata, “…Hingga aku memperoleh dua ayat terakhir dari Surah at-Taubah pada catatan Khuzaimah bin sabit al-Anshari, aku tidak memperolehnya sebelumnya dari seorang pun, sedang kedua ayat itu dihafal dan dikenal oleh orang banyak.” (Riwayat al-Bukhari, at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan perawi-perawi yang lain).
Ayat 129 adalah ayat terakhir di Quran Surat At Taubah.  Ayat -ayat terakhir biasanya dalam Al-Qur’an mengandung pesan penting sebagai penutup. Beberapa pola yang sering ditemukan di akhir surah, antara lain:
1.Pujian kepada Allah – seperti tasbih atau tahlil.
2.Perintah bertakwa – mengingatkan agar selalu taat kepada Allah.
3.Janji pahala atau peringatan siksa – sebagai motivasi bagi orang beriman.
4.Kasih sayang Allah kepada hamba-Nya – mengingatkan bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
Akhir Surah At-Taubah (QS. 9:128-129) lebih cocok masuk dalam kategori kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, sekaligus berisi perintah bertawakal kepada Allah.
QS. At-Taubah 128
“Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.”
➡️ Kasih sayang Rasulullah ﷺ kepada umatnya sangat besar, mencerminkan juga kasih sayang Allah yang mengutus beliau sebagai rahmat bagi manusia.
QS. At-Taubah 129
“Jika mereka berpaling, maka katakanlah: Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.”
➡️ Perintah bertawakal kepada Allah menjadi pesan penutup, menegaskan bahwa hanya Allah satu-satunya tempat bersandar dalam menghadapi berbagai tantangan.
Jadi, ayat terakhir At-Taubah ini mencakup kasih sayang Allah kepada hamba-Nya serta perintah untuk bertawakal kepada-Nya.
Ayat ini menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ sangat mencintai umatnya, merasa berat dengan penderitaan mereka, dan selalu menginginkan kebaikan bagi mereka. Jika ada yang menolak dakwah, maka cukup bertawakal kepada Allah.
Pesan utama dari ayat terakhir ini adalah kepercayaan penuh kepada Allah dan meyakini bahwa Dialah satu-satunya tempat bersandar.
Meskipun Surah At-Taubah berisi peringatan keras, penutupnya menunjukkan keseimbangan antara keadilan dan kasih sayang Allah. Rasulullah ﷺ tetap diutus sebagai pembawa rahmat, dan kaum Muslimin tidak perlu takut menghadapi tantangan karena cukup bertawakal kepada Allah.
Ayat terakhir At-Taubah menjadi pelengkap dari keseluruhan pesan surah: peringatan bagi yang durhaka, sekaligus penguatan dan ketenangan bagi orang-orang beriman.
Doa yang bisa dibaca untuk memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan dalam bertawakal kepada-Nya. Doa dari QS. At-Taubah 129
Ayat ini langsung berasal dari Al-Qur’an dan merupakan doa yang diajarkan Allah untuk bertawakal:
اللَّهُمَّ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Allahumma ḥasbiyallāhu lā ilāha illā huwa ‘alayhi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arsyil ‘aẓīm.
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang Agung.”