Ciri-Ciri Orang Beruntung yang Disebutkam Dalam Al Qur’an

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

لٰـكِنِ  الرَّسُوْلُ  وَا لَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  مَعَهٗ  جَاهَدُوْا  بِاَ مْوَا لِهِمْ  وَاَ نْفُسِهِمْ  ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ  لَهُمُ  الْخَيْـرٰتُ  ۖ وَاُ ولٰٓئِكَ  هُمُ  الْمُفْلِحُوْنَ

“Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, (mereka) berjihad dengan harta dan jiwa. Mereka itu memperoleh kebaikan. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 88)

Ciri-ciri orang beruntung; Beriman kepada Allah serta berjihad dengan harta dan jiwa.*

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini Allah menerangkan perbedaan yang sangat jauh antara sifat-sifat Rasul dan orang-orang yang beriman di satu pihak dengan sifat dan tingkah laku orang-orang munafik di pihak lain. Rasul dan orang-orang mukmin, senang dan gembira berjihad dan berperang dengan harta dan dirinya untuk membela dan meninggikan kalimah Allah untuk menyiarkan agama-Nya di permukaan bumi ini. Mereka lebih mencintai Allah daripada mencintai harta kekayaan dan diri mereka. Keyakinan mereka kalau hidup hendaknya hidup mulia dan terhormat dan kalau mati, hendaknya mati syahid di medan perang. Di dalam hati orang-orang mukmin tidak akan ditemui sifat malas, enggan berperang dan bakhil memberikan harta kekayaan dalam berjihad fisabilillah.

Mereka percaya bahwa berjihad fisabilillah itu akan mendatangkan kebaikan yang banyak kepada mereka dan umat Islam. Kebaikan-kebaikan yang banyak itu adalah berupa kemenangan, tingginya kalimah Allah, tegaknya keadilan dan kebenaran, di samping mendapatkan harta rampasan, dan luasnya kekuasaan Islam di permukaan bumi. Juga mereka percaya, bahwa mereka akan mendapat kabahagiaan di dunia dan di akhirat. Di dunia menjadi orang yang mulia dan terhormat, sedang di akhirat mendapat balasan surga Jannatunnaim, yang penuh dengan kesenangan dan kenikmatan yang abadi. Di dalamnya mengalir sungai-sungai yang menyejukkan. Kesenangan dan kebahagiaan yang berlimpah-limpah itu diberikan Allah kepada orang-orang mukmin.

Orang-orang yang beriman dan berjihad ini disebut sebagai “al-muflihun” (orang-orang yang beruntung). Kesuksesan mereka adalah kesuksesan sejati, yaitu memperoleh ridha Allah dan kebahagiaan akhirat.

Ada beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang diakhiri dengan kata al-muflihun yang artinya “orang-orang yang beruntung.” Ayat-ayat ini menjelaskan ciri-ciri orang mukmin yang beruntung:

1. QS. Al-Baqarah: 2-5.

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu, dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum engkau, serta mereka yakin akan adanya akhirat. Mereka itulah yang berada di atas petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Ciri-ciri orang beruntung:
– Beriman kepada yang gaib.
– Mendirikan salat.
– Berinfak dari rezeki yang diberikan Allah.
– Beriman kepada kitab-kitab Allah.
– Yakin akan akhirat.

2. QS. Al-Mu’minun: 1-11.

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barang siapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, serta orang yang memelihara salatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” Ciri-ciri orang beruntung:
– Khusyuk dalam salat.
– Menjauhkan diri dari hal yang sia-sia.
– Menunaikan zakat.
– Menjaga kehormatan diri.
– Memelihara amanah dan janji.
– Konsisten menjaga salat.

3. QS. Ali Imran: 104

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” Ciri-ciri orang beruntung:
– Mengajak kepada kebajikan.
– Menyuruh kepada yang makruf.
– Mencegah dari yang mungkar.

4. QS. At-Taubah: 88.

“Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Mereka itulah yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Ciri-ciri orang beruntung:
– Beriman kepada Allah.
– Berjihad dengan harta dan jiwa.

Doa Memohon Supaya termasuk golongan orang orang yang beruntung;

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُفْلِحِينَ، وَارْزُقْنَا رِضَاكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الأَبْرَارِ يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang beruntung, karuniakanlah kepada kami ridha-Mu di dunia dan di akhirat, serta masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang saleh. Wahai Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengampun