Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
يَسْتَبْشِرُوْنَ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَفَضْلٍ ۗ وَاَ نَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُؤْمِنِيْنَ
“Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman,”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 171).
Orang beriman ;tidak merasa takut, tidak bersedih hati (3 : 170) bergirang hati, berbahagia, damai, membuat orang lain merasa nyaman.
Rasulullah Saw bersabda: “Seorang muslim adalah orang yang orang lain selamat dari lisan dan tangannya. Seorang mukmin ialah orang yang orang lain merasa aman atau terlindungi jiwa dan hartanya” (al-muslimu man salima al-muslimuna min lisanihi wa yadihi, wa al-mu`minu man aminahu al-mu`minuna ‘ala anfusihim wa amwalihim).
Sabda Rasulullah Saw di atas bagian dari penegasan bahwa menjadi “muslim” berarti harus membuat orang lain merasa nyaman, dan menjadi mukmin sama dengan membuat orang lain merasa “aman”. Sebagai manifestasinya, Rasulullah antara lain memerintahkan umatnya untuk melakukan 3 hal.
Pertama; Mengawali menyampaikan salam.
Rasulullah Saw memerintahkan jika seseorang bertemu dengan orang lain maka disunnahkan atau dianjurkan mengawali menyampaikan salam. Salam di sini artinya “menyapa”, bisa dengan kata “assalamu‘alaikum”.
Kedua; Murah senyum.
Rasulullah Saw berpesan apabila seseorang berjumpa dengan orang lain maka dianjurkan memperlihatkan wajah yang ramah, melempar senyum dan lemah lembut. Rasulullah Saw bersabda: “Senyummu di hadapan temanmu adalah sedekah”.
Ketiga; Rendah hati dan tidak sombong.
Rasulullah Saw pernah bersabda bahwa Allah telah memberikan wahyu kepadanya supaya beliau menyampaikan kepada umatnya untuk rendah hati dan tidak sombong (tawadlu’). Sikap tawadlu’ dan tidak sombong ini sangat penting mengingat salah satu penyakit hati yang kerap muncul di kalangan orang yang rajin beribadah yaitu merasa dirinya paling saleh, paling taat dan paling bertakwa daripada yang lain.
Dalam hadis diceritakan, Rasulullah Saw bersabda: “Jika ada orang mengatakan ‘manusia telah binasa’, maka sesunggunya orang yang mengatakan itulah yang paling binasa”. Imam al-Ghazali (w. 505 H) dalam kitabnya, Ihya` ‘Ulumiddin menjelaskan, alasan yang menjadikan orang itu justru paling binasa karena ia sombong, yakni meremehkan makhluk Allah. Orang itu pada dasarnya telah terbujuk oleh amal ibadahnya yang tanpa disadari telah dibelokkan oleh syaitan. (2004: III, 444).
Tiga hal di atas jika dilakukan maka siapapun yang berjumpa pasti akan merasa nyaman dan aman, bahkan kehadirannya akan membuat orang lain merasa terlindungi. Dengan demikian untuk membuat orang lain nyaman menurut tuntunan Rasulullah Saw adalah dengan cara mengejawantahkan akhlak terpuji dalam aksi nyata sehari-sehari.
رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)