Cara Menumbuhkan Rasa Takut kepada Allah

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAILLAHAILLOH. WALLAHU AKBAR.

Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Allah SWT.
Mari saling mendoakan ;

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا تَّقُوْا  يَوْمًا  لَّا  تَجْزِ يْ  نَفْسٌ  عَنْ  نَّفْسٍ  شَيْئًـا  وَّلَا  يُقْبَلُ  مِنْهَا  شَفَا عَةٌ  وَّلَا  يُؤْخَذُ  مِنْهَا  عَدْلٌ  وَّلَا  هُمْ  يُنْصَرُوْنَ
“Dan takutlah kamu pada hari (ketika) tidak seorang pun dapat membela orang lain sedikit pun. Sedangkan syafaat dan tebusan apa pun darinya tidak diterima dan mereka tidak akan ditolong.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 48)

Rasa takut kepada Allah pertama ; menilai amal kebaikan kita masih sedikit; kedua, amal yang sedikit ini apakah diterima Allah SWT, ketiga, dosa dan kesalahan sudah terlalu banyak.
Ketakutan yang lain, tidak ada tolong menolong satu mahluk dengan mahluk lainnya. Tidak ada ketergantungan satu mahluk dengan mahluk lainnya.
Tidak ada ketergantungan hatinya kepada makhluk lain karena makhluk itu tidaklah memiliki manfaat walaupun seberat biji dzarrah, dan agar dia hanya menggantungkan dirinya kepada Allah saja dalam mendapatkan manfaat-manfaat dan menolak mudarat-mudarat, sehingga dia menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya dan memohon pertolongan hanya kepadaNya dalam beribadah kepadaNya. Inilah yang disebut Tauhid.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Ya Muqallibal qulubi tsabbit qalbi ‘ala dinika.”

Artinya: Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku berada di atas agamaMu.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma inni as aluka ‘ilman naafi’aa wa rizqan toyyibaa wa ‘amalan mutaqabbalaa

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu ilmu yang manfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.” (HR. Ibnu As-Sunni dan Ibnu Majah).