Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَا لَّذِيْنَ عَمِلُوا السَّيِّاٰتِ ثُمَّ تَا بُوْا مِنْۢ بَعْدِهَا وَاٰ مَنُوْۤا اِنَّ رَبَّكَ مِنْۢ بَعْدِهَا لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Dan orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat dan beriman, niscaya setelah itu Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang.”(QS. Al-A’raf 7: Ayat 153)
Bertobat yang sebenar-benarnya, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi, serta berusaha mengerjakan amal saleh sebanyak-banyaknya, maka tobatnya akan diterima Allah
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Orang yang mengerjakan kejahatan dan kemaksiatan, kemudian ia bertobat setelah mengerjakan kejahatan itu dengan bertobat yang sebenar-benarnya, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi, serta berusaha mengerjakan amal saleh sebanyak-banyaknya, maka tobat mereka akan diterima Allah, dan Allah akan memberikan ampunan kepada orang-orang yang benar-benar bertobat dengan hati yang ikhlas.
Dalam ayat ini dapat diambil kesimpulan bahwa berapa pun besar dosa yang telah dikerjakan oleh seseorang, pasti akan diampuni Allah, asal saja ia mau bertobat dengan sebenarnya, dan mau melaksanakan semua syarat-syarat tobat agar diterima Allah. Sesungguhnya Allah tidak langsung mengazab hamba-Nya yang bersalah, tetapi selalu memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan menyesali kejahatan yang telah dikerjakannya itu dengan mengerjakan perbuatan-perbuatan baik yang diridai oleh Allah.
Bertobat, melaksanakan semua syarat syarat tobat, selanjutnya mengamalkan perbuatan perbuatan baik yang diridhai Allah SWT, jangan putus asa untuk mendapatkan rahmat Allah SWT.
Bila dosa terus diulang, ditambah dosa-dosa lain, tanpa ada upaya bertaubat dan mengimbanginya dengan amal saleh, maka noda-noda hitam yang mempergelap hatinya akan semakin banyak. Bahkan hati dapat tertutup dari cahaya Allah. Hatinya menjadi gelap dan hitam. Ia menjadi tak peduli dengan kualitas iman dan kesehatan hatinya. Nasihat-nasihat akan sulit masuk ke relung hati. Sampai akhirnya meninggal dengan membawa dosa yang belum ia taubati. Tentu ini akan membawa petaka di akhirat nanti.
Nabi kita shallallahualaihiwasallam mengingatkan.
إن العبد إذا أخطأ خطيئة نكتت في قلبه نكتة سوداء فإذا هو نزع واستغفر وتاب سقل قلبه وإن عاد زيد فيها حتى تعلو قلبه وهو الران الذي ذكر الله { كلا بل ران على قلوبهم ما كانوا يكسبون }
“Sesungguhnya seorang hamba apabila ia berbuat satu dosa, maka dititikkan dalam hatinya satu titik hitam. Apabila dia berusaha menghilangkannya dan beristighfar serta bertaubat maka terhapuslah titik tersebut. Jika kembali berbuat dosa maka akan bertambah sehingga memenuhi ruang hati. Itulah yang disebut dengan ”rôn”(penutup hati) yang disebutkan Alloh… sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya dosa yang selalu mereka perbuat itu menutupi hati mereka” (HR. at Tirmidzi).
كَلَّا بَلْ ۜ رَا نَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ
“Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.” (QS. Al-Muthaffifiin 83: Ayat 14)
Ada sedikit saja noda yang menempel di pakaian, kita merasa risih. Akankah kita tidak risih dengan dosa yang menodai hati? Orang yang bijak merasa khawatir dan segera membuang jauh-jauh noda-noda hati itu.
Berikut ini bacaan doa tobat sesuai anjuran Rasulullah SAW yang dapat dilafalkan dan diamalkan;
Astaghfirullaahal ‘azhiima-lladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, wa atuubu ilaih
“Aku minta ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia, Yang Hidup dan terus-menerus mengurus makhlukNya, dan aku bertaubat kepada-Nya.” (HR. Abu Dawud 2/85, At-Tirmidzi 5/569, Al-Hakim).