Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَاَ نْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِا لْحَـقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَا حْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ الْحَـقِّ ۗ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَا جًا ۗ وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَـعَلَـكُمْ اُمَّةً وَّا حِدَةً وَّلٰـكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَاۤ اٰتٰٮكُمْ فَا سْتَبِقُوا الْخَـيْـرٰتِ ۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
“Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan,” (QS. Al- Maidah 5: ayat 47).
– Bersegera dalam kebaikan
اُولٰٓئِكَ يُسَا رِعُوْنَ فِيْ الْخَيْـرٰتِ وَهُمْ لَهَا سٰبِقُوْنَ
“mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.” (QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 61).
– Berpikir tentang kebaikan
– Berniat kebaikan
– Ada rejeki untuk kebaikan
– Ada waktu luang untuk kebaikan
– Beramal kebaikan.
Allah memerintahkan seluruh umat Islam agar melakukan sibaq atau fastabiqul khairat ini,
سَابِقُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۙ اُعِدَّتْ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
“Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”
Dan juga dalam surah Al Baqarah ayat 148,
وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Rasulullah juga memerintahkan agar umatnya melaksanakan fastabiqul khairat. Salah satunya adalah dalam hadis yang menjelaskan bahwa Rasul memerintahkan untuk berlomba dalam membaca dan menghafal Al-Quran.
“Dikatakan kepada orang yang hafal Al-Quran (pada Hari Kiamat): ‘Bacalah Al-Quran sebagaimana engkau membacanya di dunia, kemudian naiklah (ke surga) seiring dengan bacaanmu. Sesungguhnya tempatmu (di surga) sesuai dengan ayat terakhir yang engkau baca.”
Selain itu juga dalam perintah untuk sholat pada shaf pertama, Rasulullah bersabda:
“Seandainya saja orang-orang tahu (apa yang dijanjikan) dalam setiap panggilan (adzan) dan shaf pertama (dalam jamaah shalat), dan mereka tidak bisa memenuhinya kecuali dengan merangkak, niscaya mereka akan (datang untuk) memenuhinya walau dengan cara merangkak.”
Masih mengutip referensi yang sama, maksud dari hadits Rasulullah tersebut adalah siapa yang berlomba-lomba untuk melakukan amalan di dunia ini, ia pasti akan mendapat kedudukan yang tinggi di akhirat. Semuanya akan dibalas kelak sesuai dengan apa yang dilakukan.
Fastabikhul khairat adalah berlomba-lomba dalam kebaikan dan ketaatan kepada Allah SWT, hal tersebut meliputi:
Pertama, hal-hal yang berkaitan dengan ibadah seperti shalat, puasa, dan membaca Al-Quran.
Kedua, dalam hal muamalah seperti silaturahmi, berbakti kepada orang tua, berbuat baik kepada tetangga, dan memelihara anak yatim.
Ketiga, yakni yang berkaitan dengan akhlak seperti jujur, menjaga amanat dengan baik, menepati janji, memaafkan, berlaku adil, dll.
Keempat, yaitu dalam hal adat dan kebiasaan. Seperti dalam menuntut ilmu, berusaha untuk mendapat rezeki, menikah, dll yang mana semua itu diawali dengan niat yang baik.
اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ،
Allaahumma innii as-aluka fi’lal khoiroot, wa tarkal munkaroot, wa hubbal masaakiin.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar mudah melakukan kebaikan, meninggalkan kemungkaran dan mencintai orang miskin.