Berlomba-lomba dalam Kebaikan

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

يٰۤـاَيُّهَا  الرَّسُوْلُ  لَا  يَحْزُنْكَ  الَّذِيْنَ  يُسَا رِعُوْنَ  فِى  الْكُفْرِ  مِنَ  الَّذِيْنَ  قَا لُوْۤا  اٰمَنَّا  بِاَ  فْوَاهِهِمْ  وَلَمْ  تُؤْمِنْ  قُلُوْبُهُمْ    ۛ   وَمِنَ  الَّذِيْنَ  هَا دُوْا    ۛ   سَمّٰعُوْنَ  لِلْكَذِبِ  سَمّٰعُوْنَ  لِقَوْمٍ  اٰخَرِ يْنَ  ۙ لَمْ  يَأْتُوْكَ  ۗ يُحَرِّفُوْنَ  الْـكَلِمَ  مِنْۢ  بَعْدِ  مَوَا ضِعِهٖ  ۚ يَقُوْلُوْنَ  اِنْ  اُوْتِيْتُمْ  هٰذَا  فَخُذُوْهُ  وَاِ نْ  لَّمْ  تُؤْتَوْهُ  فَا حْذَرُوْا  ۗ وَمَنْ  يُّرِدِ  اللّٰهُ  فِتْنَـتَهٗ  فَلَنْ  تَمْلِكَ  لَهٗ  مِنَ  اللّٰهِ  شَيْـئًـا  ۗ اُولٰٓئِكَ  الَّذِيْنَ  لَمْ  يُرِدِ  اللّٰهُ  اَنْ  يُّطَهِّرَ  قُلُوْبَهُمْ  ۗ لَهُمْ  فِيْ  الدُّنْيَا  خِزْ يٌ  ۖ وَّلَهُمْ  فِيْ  الْاٰ خِرَةِ  عَذَا بٌ  عَظِيْمٌ

“Wahai Rasul (Muhammad)! Janganlah engkau disedihkan karena mereka berlomba-lomba dalam kekafirannya. Yaitu orang-orang (munafik) yang mengatakan dengan mulut mereka, Kami telah beriman, padahal hati mereka belum beriman; dan juga orang-orang Yahudi yang sangat suka mendengar (berita-berita) bohong dan sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) orang lain yang belum pernah datang kepadamu. Mereka mengubah kata-kata (Taurat) dari makna yang sebenarnya. Mereka mengatakan, Jika ini yang diberikan kepadamu (yang sudah diubah) terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah. Barang siapa dikehendaki Allah untuk dibiarkan sesat, sedikit pun engkau tidak akan mampu menolak sesuatu pun dari Allah (untuk menolongnya). Mereka itu adalah orang-orang yang sudah tidak dikehendaki Allah untuk menyucikan hati mereka. Di dunia mereka mendapat kehinaan dan di akhirat akan mendapat azab yang besar.”(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 41)

Berlomba lomba dalam kekafiran

وَتَرٰ ى  كَثِيْرًا  مِّنْهُمْ  يُسَا رِعُوْنَ  فِى  الْاِ ثْمِ  وَا لْعُدْوَا نِ  وَاَ كْلِهِمُ  السُّحْتَ  ۗ لَبِئْسَ  مَا  كَا نُوْا  يَعْمَلُوْنَ
“Dan kamu akan melihat banyak di antara mereka (orang Yahudi) berlomba dalam berbuat dosa, permusuhan, dan memakan yang haram. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 62)

Berlomba dalam berbuat dosa

اِعْلَمُوْۤا  اَنَّمَا  الْحَيٰوةُ  الدُّنْيَا  لَعِبٌ  وَّلَهْوٌ  وَّزِ يْنَةٌ  وَّتَفَا خُرٌۢ  بَيْنَكُمْ  وَتَكَا ثُرٌ  فِى  الْاَ مْوَا لِ  وَا لْاَ وْلَا دِ  ۗ كَمَثَلِ  غَيْثٍ  اَعْجَبَ  الْكُفَّا رَ  نَبَا تُهٗ  ثُمَّ  يَهِيْجُ  فَتَرٰٮهُ  مُصْفَرًّا  ثُمَّ  يَكُوْنُ  حُطٰمًا  ۗ وَفِى  الْاٰ خِرَةِ  عَذَا بٌ  شَدِيْدٌ  ۙ وَّمَغْفِرَةٌ  مِّنَ  اللّٰهِ  وَرِضْوَا نٌ  ۗ وَمَا  الْحَيٰوةُ  الدُّنْيَاۤ  اِلَّا  مَتَا عُ  الْغُرُوْرِ
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.” (QS. Al-Hadid 57: Ayat 20)

Perbedaan kafir dan mu’min berlomba/bersegera dalam kebaikan
Orang mu’min supaya bertambah imannya, bersegera dalam kebaikan dan kebenaran.

وَلِكُلٍّ  وِّجْهَةٌ  هُوَ  مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا  الْخَيْرٰتِ  ۗ اَيْنَ  مَا  تَكُوْنُوْا  يَأْتِ  بِكُمُ  اللّٰهُ  جَمِيْعًا  ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  عَلٰى  كُلِّ  شَيْءٍ  قَدِيْرٌ
“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 148)

Berlomba lombalah berbuat kebajikan

وَاَ نْزَلْنَاۤ  اِلَيْكَ  الْكِتٰبَ  بِا لْحَـقِّ  مُصَدِّقًا  لِّمَا  بَيْنَ  يَدَيْهِ  مِنَ  الْكِتٰبِ  وَمُهَيْمِنًا  عَلَيْهِ  فَا حْكُمْ  بَيْنَهُمْ  بِمَاۤ  اَنْزَلَ  اللّٰهُ  وَلَا  تَتَّبِعْ  اَهْوَآءَهُمْ  عَمَّا  جَآءَكَ  مِنَ  الْحَـقِّ  ۗ لِكُلٍّ  جَعَلْنَا  مِنْكُمْ  شِرْعَةً  وَّمِنْهَا جًا  ۗ وَلَوْ  شَآءَ  اللّٰهُ  لَجَـعَلَـكُمْ  اُمَّةً  وَّا حِدَةً  وَّلٰـكِنْ  لِّيَبْلُوَكُمْ  فِيْ  مَاۤ  اٰتٰٮكُمْ  فَا سْتَبِقُوا  الْخَـيْـرٰتِ  ۗ اِلَى  اللّٰهِ  مَرْجِعُكُمْ  جَمِيْعًا  فَيُنَبِّئُكُمْ  بِمَا  كُنْتُمْ  فِيْهِ  تَخْتَلِفُوْنَ
“Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan,” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 48)

Bersegera dalam kebaikan

اُولٰٓئِكَ  يُسَا رِعُوْنَ  فِيْ  الْخَيْـرٰتِ  وَهُمْ  لَهَا  سٰبِقُوْنَ
“mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.” (QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 61)

Berlomba untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT

سَا بِقُوْۤا  اِلٰى  مَغْفِرَةٍ  مِّنْ  رَّبِّكُمْ  وَجَنَّةٍ  عَرْضُهَا  كَعَرْضِ  السَّمَآءِ  وَ  الْاَ رْضِ  ۙ اُعِدَّتْ  لِلَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  بِا للّٰهِ  وَرُسُلِهٖ  ۗ ذٰلِكَ  فَضْلُ  اللّٰهِ  يُؤْتِيْهِ  مَنْ  يَّشَآءُ  ۗ وَا للّٰهُ  ذُو  الْفَضْلِ  الْعَظِيْمِ
“Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Hadid 57: Ayat 21)

Perbedaan kafir dan mu’min, kafir berlomba lomba dalam kekafiran, berbuat dosa, mu’min bersegera dalam kebaikan, berlomba lomba dalam kebaikan, berlomba lomba untuk mendapatkan ampunan.

Semoga kita termasuk yang bersegera dalam kebaikan, berlomba lomba dalam kebaikan dan berlomba untuk mendapatkan ampunan.