Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قُلْ يٰۤـاَهْلَ الْـكِتٰبِ هَلْ تَـنْقِمُوْنَ مِنَّاۤ اِلَّاۤ اَنْ اٰمَنَّا بِا للّٰهِ وَمَاۤ اُنْزِلَ اِلَـيْنَا وَمَاۤ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلُ ۙ وَاَ نَّ اَكْثَرَكُمْ فٰسِقُوْنَ
“Katakanlah, Wahai Ahli Kitab! Apakah kamu memandang kami salah hanya karena kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya? Sungguh, kebanyakan dari kamu adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 59)
Beriman kepada Allah dan beriman kepada apa yang diturunkan sebelumnya. Rukun iman yang ketiga dalam Islam adalah beriman kepada kitab-kitab Allah (Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran). Beriman berarti meyakini bahwa kitab-kitab tersebut adalah kebenaran dari Allah. Allah telah mewahyukan kitab-kitab tersebut agar setiap manusia mendapatkan iman yang sejati.
Kitab Taurat dan Zabur Berisi Petunjuk
Allah menyatakan kehendak-Nya dan memberi petunjuk melalui para nabi. Manusia tidak dapat mengetahui kehendak Allah dan jalan ke surga jika tidak membaca kehendak-Nya dalam wahyu-Nya.
Al-Quran menyebutkan bahwa Kitab Taurat adalah petunjuk. “. . . telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) . . . untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat” (Qs. 28:43). Al-Quran juga mencatat bahwa, “. . . Zabur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna” (Qs 3:184).
Allah mewahyukan Kitab Taurat dan Zabur kepada Nabi Musa dan Daud. Selain berisi perintah dan larangan bagi manusia, kedua kitab ini juga berisi ramalan tentang kedatangan nabi Isa.
Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, iblis menguasai dunia. Allah menjanjikan kedatangan seorang yang akan melepaskan manusia dari belenggu dosa.
Kitab Taurat dan Zabur memberi petunjuk tentang Pribadi itu. Kitab Taurat menyatakan bahwa Allah akan mengutus seorang Nabi seperti Musa, dari keturunan Israel (Ulangan 18). Dan Ia adalah keturunan Nabi Daud (Zabur 132:11).
Bagaimana dengan Kitab Injil?
Injil berarti kabar baik. Kabar baik yang disampaikan dalam Injil adalah berita keselamatan bagi manusia berdosa. Injil mencatat bahwa Isa Al-Masih adalah Pribadi yang akan menyelamatkan manusia dari dosa.
Isa Al-Masih datang untuk menggenapi kitab sebelumnya, yaitu Taurat dan Zabur. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku [Isa] datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku [Isa] datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (Injil, Rasul Besar Matius 5:17). Matius adalah kitab injil yang telah banyak mengalami perubahan,
Nabi Muhammad Datang Sebelum Kedatangan Yesus Kedua Kali
Petrus memberikan gambaran tentang waktu kedatangan “Nabi Itu”:
“Agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.” (Kisah 3: 20-22)
Beriman Pada Kitab Allah: Taurat dan Injil Adalah Kebenaran!
“Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil” (Qs 3:3).
Melalui ayat di atas, Al-Quran menyatakan bahwa Taurat dan Injil adalah kebenaran. Isa Al-Masih yang ada dalam Kitab Injil telah menggenapi ramalan pada Kitab Taurat.
Kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi telah disebutkan jauh sebelum beliau lahir. Kitab-kitab agama terdahulu dikatakan telah menyebut akan lahirnya Muhammad yang membawa ajaran kenabian dari Allah.
Kitab-kitab yang dimaksud ialah kitab yang pengikutnya dinyatakan Allah di dalam Alquran sebagai Ahli Kitab atau disebut kitab kaum Yahudi dan Nasrani. Nabi Muhammad juga telah disebut dalam kitab agama Persia dan Hindu.
Hadirnya Nabi Muhammad SAW kepada umat manusia telah disebutkan dan dinyatakan dalam kitab Taurat dan Injil. Hal demikian sebagaimana disebutkan dalam Alquran surah al-A’raaf ayat 157 yang berbunyi, “(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil.”
Quran memerintahkan untuk mengimani kitab kitab sebelumnya Taurat, Zabur dan Injil, tapi tidak mempercayai isinya yang sekarang karena sudah banyak mengalami perubahan, berbeda dengan Quran yang dijamin keasliammya sampai akhir zaman.
Doa keteguhan hati dalam Iman;
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ
Allahumma musharrifal qulub sharrif qulubana ila tha’atika.
Artinya: “Ya Allah Zat yang mengurus seluruh hati, arahkanlah hati kami terhadap ketaatan kepada-Mu.” (HR Muslim)