Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.
وَمَا يَتَّبِعُ اَكْثَرُهُمْ اِلَّا ظَنًّا ۗ اِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِيْ مِنَ الْحَـقِّ شَيْـئًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ بِۢمَا يَفْعَلُوْنَ
“Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk melawan kebenaran. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS. Yunus 10: Ayat 36)
Zhann ; Dugaan bahwa sembahan mereka dapat memberi manfaat, menolak mudarat dan dapat mendekatkan mereka kepada Allah
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Sejumlah pertanyaan yang diungkapkan pada ayat sebelumnya, sebagian ada yang dijawab oleh orang-orang kafir dan sebagiannya ada yang tidak mereka jawab. Dan kebanyakan mereka orang-orang kafir itu hanya mengikuti dugaan bahwa sembahan mereka dapat memberi manfaat, menolak mudarat dan dapat mendekatkan mereka kepada Allah. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk melawan kebenaran yang datang dari Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan dan akan memberi balasan kelak di Hari Kemudian.
Agama bukan atas dasar. dugaan, prasangka, asumsi, tapi harus ditelaah dua sisi: logika dasar agama dan berdasarkan Quran Surat Yunus 36.
1. Logika dasar: Agama bukan dugaan atau asumsi
Agama seharusnya tidak dibangun atas dasar dugaan (zhann) atau asumsi-asumsi yang tidak berdasar. Karena agama menyangkut hal-hal fundamental dalam hidup manusia—tujuan hidup, hubungan dengan Tuhan, nilai baik dan buruk—maka dasar agama haruslah sesuatu yang pasti, benar, dan dapat dipertanggungjawabkan, baik secara akal maupun wahyu.
2. Surah Yunus ayat 36
“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS Yunus: 36)
Ayat ini menegaskan bahwa zhann (dugaan, prasangka, asumsi) tidak bisa dijadikan dasar untuk sampai pada al-haqq (kebenaran). Dalam konteks agama, ini menjadi kritik terhadap orang-orang yang mengikuti keyakinan atau sistem kepercayaan hanya berdasarkan warisan, tradisi, atau tebakan, tanpa dasar ilmu dan wahyu.
Agama tidak boleh didasarkan pada dugaan atau asumsi, maka agama harus berdasarkan:
– Ilmu (pengetahuan yang sahih, berdasarkan akal sehat dan dalil)
– Wahyu (petunjuk langsung dari Tuhan melalui para nabi)
– Dalil yang jelas (baik aqli maupun naqli)
Surah Yunus ayat 36 secara tegas menolak dasar keyakinan yang hanya berdasarkan dugaan, sehingga menegaskan bahwa kebenaran agama harus memiliki fondasi yang kuat dan valid.
Doa permohonan agar dijauhkan dari keyakinan yang hanya berdasarkan prasangka, dan diberikan hidayah menuju kebenaran yang hakiki:
Doa dalam Bahasa Arab:
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّنُونِ وَالأَوْهَامِ، وَاهْدِنَا لِلْعِلْمِ وَالْيَقِينِ، وَثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
“Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya. Tunjukkanlah kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan berilah kami kemampuan untuk menjauhinya. Selamatkanlah kami dari prasangka dan ilusi, dan bimbinglah kami kepada ilmu dan keyakinan. Teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang.”