Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَ ى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَا لْمُؤْمِنُوْنَ ۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَا لشَّهَا دَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
“Dan katakanlah, Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 105)
Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya, agar beliau mengatakan kepada kaum Muslimin yang mau bertobat dan membersihkan diri dari dosa-dosa dengan cara bersedekah dan mengeluar-kan zakat dan melakukan amal saleh sebanyak mungkin. Di samping itu, Allah juga memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menyampaikan kepada umatnya, bahwa apabila mereka telah melakukan amal-amal saleh tersebut maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin lainnya akan melihat dan menilai amal-amal tersebut. Akhirnya mereka akan dikembalikan-Nya ke alam akhirat, akan diberikannya kepada mereka ganjaran atas amal-amal yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia.
Kepada mereka dianjurkan agar tidak hanya merasa cukup dengan melakukan tobat, zakat, sedekah dan salat semata-mata, melainkan haruslah mereka mengerjakan semua apa yang diperintahkan kepada mereka. Allah akan melihat amal-amal yang mereka lakukan itu, sehingga mereka semakin dekat kepada-Nya. Rasulullah dan kaum Muslimin akan melihat amal-amal kebajikan itu, sehingga merekapun akan mengikuti dan mencontohnya pula. Sedangkan Allah memberikan pahala yang berlipat ganda bagi mereka yang menjadi panutan, tanpa mengurangi pahala mereka yang mencontoh.
Sebagaimana diketahui, kaum Muslimin akan menjadi saksi di hadapan Allah pada Hari Kiamat mengenai iman dan amalan dari sesama kaum Muslimin. Persaksian yang didasarkan atas penglihatan mata kepala sendiri adalah lebih kuat dan lebih dapat dipercaya. Oleh sebab itu, kaum Muslimin yang melihat amal kebajikan yang dilakukan oleh mereka yang insaf dan bertobat kepada Allah, tentulah akan menjadi saksi yang kuat di Hari Kiamat, tentang benarnya iman, tobat dan amal saleh mereka itu.
Ayat inipun berisi peringatan keras terhadap orang-orang yang menyalahi perintah agama, bahwa amal mereka itupun nantinya akan diperlihatkan kepada Rasul dan kaum Muslimin lainnya kelak di Hari Kiamat. Dengan demikian akan tersingkaplah aib mereka, karena akan terbukti bahwa amal-amal kebajikan mereka adalah amat sedikit, dan sebaliknya dosa dari kejahatan-kejahatan yang mereka lakukan lebih banyak. Bahkan di dunia inipun akan diperlihatkan pula kurangnya amal saleh mereka dan banyaknya kejahatan yang mereka lakukan. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa amalan orang-orang yang hidup, diperlihatkan kepada orang-orang yang telah mati, yaitu dari kalangan kaum keluarga dan sanak famili yang ada di alam barzakh.
Dengan wafatnya seseorang maka ia dikembalikan ke alam akhirat. Di sana Allah akan memberitahukan kepada setiap orang tentang hasil dari perbuatan-perbuatan yang telah dilakukannya selagi ia di dunia dengan cara memberikan balasan terhadap amal mereka. Kebaikan dibalas dengan kebaikan, dan kejahatan dibalas dengan azab dan siksa.
Ayat ini mengajarkan bahwa setiap manusia harus bekerja dan beramal dengan baik karena semua yang kita lakukan akan dinilai oleh Allah, Rasul, dan sesama manusia. Selain itu, ayat ini juga menekankan tanggung jawab atas setiap perbuatan yang pada akhirnya akan mendapat balasan di akhirat. Oleh karena itu, kita harus bekerja dengan niat yang baik, ikhlas, dan sesuai dengan ajaran Islam.
Doa Keikhlasan dalam Bekerja dan Beramal
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِخْلَاصَ النِّيَّةِ فِي الْعَمَلِ، وَالرِّضَا بِقَضَائِكَ، وَالْبَرَكَةَ فِي رِزْقِي، وَالْقُوَّةَ فِي الطَّاعَةِ، وَالثَّبَاتَ فِي الإِيمَانِ، وَاجْعَلْ عَمَلِي خَالِصًا لِوَجْهِكَ الْكَرِيمِ.
Allāhumma innī as’aluka ikhlāṣa an-niyyati fī al-‘amali, wa ar-riḍā bi-qaḍā’ika, wa al-barakata fī rizqī, wa al-quwwata fī at-ṭā‘ati, wa ath-thabāta fī al-īmān, waj‘al ‘amalī khāliṣan liwajhika al-karīm.
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keikhlasan niat dalam bekerja dan beramal, ridha atas ketetapan-Mu, keberkahan dalam rezekiku, kekuatan dalam ketaatan, keteguhan dalam iman, dan jadikanlah semua amalanku murni hanya untuk mencari rida-Mu yang mulia.”