Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَاِ ذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَا لَوْا اِلٰى مَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَاِ لَى الرَّسُوْلِ قَا لُوْا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ اٰبَآءَنَا ۗ اَوَلَوْ كَا نَ اٰبَآ ؤُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ شَيْـئًـا وَّلَا يَهْتَدُوْنَ
“Dan apabila dikatakan kepada mereka, Marilah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul. Mereka menjawab, Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya). Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 104)
Mengikuti nenek moyang, walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk
Kita mendapati banyak ayat Al-Quran menyebutkan tentang sikap kaum-kaum musyrikin ketika didakwahkan kepada mereka kebenaran, maka mereka akan menjawab “sesungguhnya nenek moyang kami tidak pernah seperti ini”, “sesungguhnya bapak-bapak kami tidak pernah mengerjakan seperti itu”, “sesungguhnya inilah yang dilakukan nenek moyang kami, bukan seperti yang kamu dakwahkan”. Dan wallahi ya ikhwah, penyakit kaum musyrikin ini banyak menyerang kaum muslimin saat ini. Ketika mereka diberitahu bahwa suatu ajaran/ibadah tidak ada tuntunannya dari Nabi maka mereka akan menjawab seperti itu. Ketika mereka didakwahkan agar kembali kepada ajaran Nabi yang murni maka mereka menjawab seperti itu pula. Bahkan ayat Al-Quran dan hadits yang jelas shahih bila disampaikan kepada mereka maka mereka akan menolaknya dengan dalih nenek moyang pula. Padahal, tidak semua yang dikerjakan nenek moyang kita itu benar. Kebenaran tetaplah datang dari Allah dan Rasul-Nya melalui wahyu Al-Quran dan hadits-hadits yang shahih. Adapun jika bertentangan dengan keduanya maka wajib bagi kita meninggalkannya.
Selain QS Al Maidah 104, ada ayat-ayat Al-Quran yang lain berkaitan dengan “nenek moyang” ini ;
1
Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”. (Q.S. Al-Baqarah : 170)
2
Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.” Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (Q.S. Al-A’raaf : 28)
3
Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata: “Sesungguhnya nenek moyang kamipun telah merasai penderitaan dan kesenangan”, maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya. (Q.S. Al-A’raaf : 95)
4
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas, tidak ada bantahan mereka selain dari mengatakan: “Datangkanlah nenek moyang kami jika kamu adalah orang-orang yang benar.” (Q.S. Al-Jaatsiyah : 25)
5
Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. (Q.S. Al-Kahf : 5)
6
Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. (Q.S. Al-Mu’minuun : 24)
7
Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami), atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu? (Q.S. Al-Mu’minuun : 68)
8
Maka tatkala Musa datang kepada mereka dengan (membawa) mukjizat- mukjizat Kami yang nyata, mereka berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang dibuat-buat dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu.” (Q.S. Al-Qashash : 36)
9
Musa berkata (pula): “Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu.” (Q.S. Asy-Syu’araa’ : 26)
10
Mereka menjawab: “(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian.” (Q.S. Asy-Syu’araa’ : 74)
11
Maka janganlah kamu berada dalam keragu-raguan tentang apa yang disembah oleh mereka. Mereka tidak menyembah melainkan sebagaimana nenek moyang mereka menyembah dahulu. Dan sesungguhnya Kami pasti akan menyempurnakan dengan secukup-cukupnya pembalasan (terhadap) mereka dengan tidak dikurangi sedikitpun. (Q.S. Huud : 109)
12
Berkata rasul-rasul mereka: “Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan)mu sampai masa yang ditentukan?” Mereka berkata: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami, bukti yang nyata.” (Q.S. Ibrahim : 10)
13
Mereka berkata: “Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua.” (Q.S. Yunus : 78)
14
Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah.” Mereka menjawab: “(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.” Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (Q.S. Luqman : 21)
15
Bahkan mereka berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.” (Q.S. Az-Zukhruf : 22)
Itulah berbagai ayat Al-Quran yang membicarakan tentang nenek moyang.
Semoga kita termasuk muslim yang sami’na wa atho’na, kami dengar dan kami laksanakan, lebih mengutamakan quran dan hadist daripada perkataan nenek moyang.