Allah Menolong Kaum Muslimin yang Dikhianati Kaum Musyrikin

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قَا تِلُوْهُمْ  يُعَذِّبْهُمُ  اللّٰهُ  بِاَ يْدِيْكُمْ  وَيُخْزِهِمْ  وَيَنْصُرْكُمْ  عَلَيْهِمْ  وَيَشْفِ  صُدُوْرَ  قَوْمٍ  مُّؤْمِنِيْنَ
“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tanganmu dan Dia akan menghina mereka dan menolongmu (dengan kemenangan) atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,” (QS. At-Taubah 9: Ayat 14)
Allah menolong orang-orang mukmin menghilangkan kesedihan mereka yang menderita akibat pengkhianatan pihak musyrikin
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI menjelaskan bawa ayat ini memerintahkan kaum Muslimin agar memerangi orang musyrik karena mereka telah melanggar janji dan memerangi Rasul dan kaum Muslimin. Jika mereka melaksanakan perintah itu, pasti Allah akan menyiksa kaum musyrikin dengan kekuatan kaum mukmin. Allah menjadikan mereka hina dan Allah menolong orang-orang mukmin menghilangkan kesedihan mereka yang menderita akibat pengkhianatan pihak musyrikin.
Yang dimaksud dengan Allah menyiksa orang-orang musyrik dengan kekuatan kaum Muslimin ialah membunuh dan menghancurkan mereka dalam peperangan. Yang menjadikan mereka hina ialah karena kekalahan mereka dan mereka dijadikan tawanan dan budak.
Menurut riwayat Ikrimah dan ulama lain, orang mukmin yang hilang kesedihan hatinya, ialah suku Khuzaah, sedangkan menurut Ibnu ‘Abbas suku Yaman dan Saba’ yang telah masuk Islam yang pernah mendapat siksaan yang berat dari orang-orang musyrik Mekah. Mereka mengirimkan utusan mengadukan penderitaan mereka kepada Rasulullah di Medinah, maka Rasulullah menyampaikan salam dan kabar gembira, untuk menggembirakan hati mereka, sebab pertolongan Allah akan datang dalam waktu yang dekat.
Ayat ini memerintahkan kaum Muslimin untuk memerangi musuh-musuh yang memusuhi dan memerangi Islam. Ini bukan tentang kebencian, melainkan bagian dari pertahanan terhadap serangan mereka yang secara aktif memerangi Islam. Allah sebagai Penolong. Allah menegaskan bahwa kemenangan tidak semata-mata hasil usaha manusia. Dengan kehendak-Nya, Allah akan menimpakan siksa kepada musuh-musuh Islam melalui perjuangan kaum Muslimin. Kehinaan bagi Musuh.  Ayat ini menunjukkan bahwa Allah akan menghinakan musuh-musuh yang melawan kebenaran. Mereka tidak hanya dikalahkan, tetapi juga dipermalukan di hadapan umat manusia.
Kemenangan dan Ketenangan Hati Orang Beriman. Kemenangan yang diberikan Allah akan menjadi sumber ketenangan dan kelegaan bagi kaum Muslimin, khususnya mereka yang telah lama tertindas atau mengalami penderitaan akibat kekejaman musuh. Di beberapa negara kaum muslimin masih banyak yang tertindas, inibtidak berarti Allah tidak memberikan pertolongan. Allah telah menetapkan hukum sebab-akibat di dunia ini. Kadang kaum Muslimin yang tertindas disebabkan oleh kelemahan internal, seperti kurangnya persatuan, keadilan, atau ketaatan kepada Allah. Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)
Oleh karena itu, introspeksi diri dan usaha untuk memperbaiki keadaan adalah bagian dari cara kita mendekatkan diri kepada pertolongan Allah.
Semoga umat Islam di seluruh dunia senantiasa bersatu dalam kebenaran, melawan kezaliman, dan menegakkan keadilan dengan penuh hikmah dan rahmat. Aamiin.