Allah Maha Penolong, tapi Kenapa Manusia Mencari Perlindungan selain Allah SWT

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

قُلْ  اَغَيْرَ  اللّٰهِ  اَتَّخِذُ  وَلِيًّا  فَا طِرِ  السَّمٰوٰتِ  وَا لْاَ رْضِ  وَهُوَ  يُطْعِمُ  وَلَا  يُطْعَمُ  ۗ قُلْ  اِنِّيْۤ  اُمِرْتُ  اَنْ  اَكُوْنَ  اَوَّلَ  مَنْ  اَسْلَمَ  وَلَا  تَكُوْنَنَّ  مِنَ  الْمُشْرِكِيْنَ

“Katakanlah (Muhammad), Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan? Katakanlah, Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 14)

hasbunallah wanikmal wakil ‘Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baiknya pelindung

اَلَمْ  تَعْلَمْ  اَنَّ  اللّٰهَ  لَهٗ  مُلْكُ  السَّمٰوٰتِ  وَا لْاَ رْضِ  ۗ وَمَا  لَـکُمْ  مِّنْ  دُوْنِ  اللّٰهِ  مِنْ  وَّلِيٍّ  وَّلَا  نَصِيْرٍ

“Tidakkah kamu tahu bahwa Allah memiliki kerajaan langit dan bumi? Dan tidak ada bagimu pelindung dan penolong selain Allah.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 107)

Harus menjadi keyakinan utama adalah bahwa Allah SWT adalah satu-satunya pelindung sejati. Dalam Al-Quran, banyak ayat yang menegaskan bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan mutlak dan hanya kepada-Nya kita harus bergantung untuk perlindungan. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, manusia dapat mencari perlindungan dari berbagai cara, seperti melalui tindakan bijaksana, berusaha keras, serta bergantung pada bantuan manusia atau sistem yang ada. Tetapi, dalam pandangan Islam, keselamatan dan perlindungan sejati hanya dapat ditemukan dalam iman dan ketaatan kepada Allah SWT.

Sejatinya hanya ALLAH SWT sebagai pelindung, tapi ada sebagian manusia mencari perlindungan kepada selain Allah SWT.

1. Mencari perlindungan kepada setan.

Dalam Al-Quran, setan (Syaitan) memang sering disebut sebagai musuh manusia dan penggoda yang patut dihindari. Dalam Surah An-Nisa (4:117-119) Al-Quran menyebutkan bahwa setan akan menyesatkan manusia dan bahwa manusia seharusnya tidak mengambil setan sebagai pelindung atau penolong selain Allah.

وَّلَاُ ضِلَّـنَّهُمْ  وَلَاُ مَنِّيَنَّهُمْ  وَلَاٰ مُرَنَّهُمْ  فَلَيُبَـتِّكُنَّ  اٰذَا نَ  الْاَ نْعَا مِ  وَلَاٰ مُرَنَّهُمْ  فَلَيُغَيِّرُنَّ  خَلْقَ  اللّٰهِ  ۗ وَمَنْ  يَّتَّخِذِ  الشَّيْطٰنَ  وَلِيًّا  مِّنْ  دُوْنِ  اللّٰهِ  فَقَدْ  خَسِرَ  خُسْرَا نًا  مُّبِيْنًا

“dan pasti akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka, dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya). Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 119)

Namun, selain setan, ada banyak hal lain yang bisa dijadikan sebagai perlindungan atau penolong oleh manusia, yang tidak selalu berarti musuh seperti setan. Contoh-contoh ini termasuk:

2. Mencari perlindungan dan pertolongan kepada orang kafir.

Dalam posisi lemah Rassul pernah meminta peertolongan dan perlindungan kepada orang kafir yaitu kepada Abu Thalib. Beliau juga menyuruh para sahabat untuk hijrah ke negeri habasyah dan berlindung ke raja najasyi.

“Kami tidak mau minta bantuan orang musyrik untuk mengalahkan orang musyrik lainnya.” (HR. Hakim 2563, Ahmad 15203 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth.

Berlindung kepada pemimpin yang kafir hanya berlaku ketika kaum muslimin di posisi lemah. Kondisi seorang muslim tinggal di negara yang mayoritas non muslim.

3. Tuhan selain Allah: Beberapa orang mungkin menyembah dewa, yang diikeramatkan atau tuhan-tuhan selain Allah, yang dianggap sebagai bentuk kesesatan dalam Islam.
Banyak orang beranggapan bahwa tempat-tempat keramat yang ditunggui oleh jin setan, lelembut dan roh-roh halus atau kuburan orang sakti dapat memberikan pertolongan dan memberikan perlindungan dari berbagai keburukan.

4. Benda atau kekuatan alam

Beberapa orang mungkin mencari perlindungan atau kekuatan dalam benda-benda seperti amulet, patung, atau kekuatan alam seperti matahari, bulan, atau bintang.
Amulet adalah sebuah objek, seperti liontin, kalung, cincin, atau benda lainnya, yang diyakini memiliki kekuatan magis atau supranatural untuk memberikan perlindungan atau keberuntungan kepada pemiliknya. Amulet sering kali dianggap memiliki kemampuan untuk mengusir roh jahat, melindungi dari bahaya, atau membawa keberuntungan dalam kehidupan sehari-hari.

Amulet dapat memiliki berbagai bentuk dan dibuat dari berbagai bahan, seperti batu permata, logam, kayu, atau bahan-bahan lainnya. Setiap budaya dan agama mungkin memiliki jenis amulet yang berbeda-beda dengan tujuan perlindungan atau keberuntungan yang berbeda pula.

5. Manusia atau penguasa

Ada yang mencari perlindungan atau perlindungan dari manusia atau penguasa yang kuat. Manusia yang gila jabatan, seolah olah kalau tidak jadi pejabat atau penguasa tidak bisa hidup, istri yang ditinggalkan suaminya, kalau suaminya meninggal seolah oleh tidak bisa hidup.

6. Kekuatan material atau kekayaan

Beberapa orang mungkin menganggap kekayaan atau materi sebagai perlindungan dan fokus utama dalam hidup mereka. Berhenti dari pekerjaan seolah olah dunia runtuh, rejeki seolah olah hanya bisa diperoleh dari pekerjaan.

Bentuk perlindungan atau penolong selain Allah dianggap sebagai bentuk kesyirikan (syirk), yang dilarang keras. Agama Islam menekankan bahwa satu-satunya pelindung dan penolong yang sejati adalah Allah SWT, dan tawakal (bergantung sepenuhnya pada-Nya) adalah prinsip penting dalam iman Islam.

Semoga kita selalu memohon petunjuk, pertolongan dan perlindungan hanya kepada Allah SWT.