Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَاَ طِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَا زَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِ يْحُكُمْ وَا صْبِرُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِ يْنَ
“Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 46)
Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar.”
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin agar tetap menaati Allah dan Rasul-Nya terutama dalam peperangan. Ketaatan kepada Rasul dengan pengertian bahwa beliau harus dipandang sebagai komandan tertinggi dalam peperangan yang akan melaksanakan perintah Allah, dengan ucapan dan perbuatan. Ketaatan kepada Rasul, dalam arti taat kepada perintahnya dan siasatnya, menjadi syarat mutlak untuk mencapai kemenangan. Allah memerintahkan pula agar jangan ada perselisihan di antara sesama tentara, karena perselisihan itu membawa kelemahan dan akan menjurus kepada kehancuran sehingga akhirnya dikalahkan oleh musuh.
Pertikaian menyebabkan kaum Muslimin menjadi gentar dan hilang kekuatannya. Kaum Muslimin diperintahkan untuk sabar, karena Allah selalu bersama orang-orang yang sabar.
Sabar ada lima macam:
(1) Sabar menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya;
(2) Sabar menjauhi larangan-Nya;
(3) Sabar tidak mengeluh ketika menerima cobaan;
(4) Sabar dalam perjuangan, sampai tetes darah penghabisan;
(5) Sabar menjauhkan diri dari kemewahan dan perbuatan yang tidak berguna, serta hidup sederhana.
Sabar memang mudah diucapkan, tetapi seringkali sulit untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang berhubungan dengan sifat manusia dan tantangan kehidupan:
1. Fitrah Manusia yang Tidak Suka Kesulitan.
Secara alami, manusia cenderung menyukai kemudahan dan kenyamanan. Ketika dihadapkan dengan cobaan atau kesulitan, reaksi spontan seringkali adalah mengeluh atau merasa frustrasi. Sabar menuntut kita untuk menahan diri dan menerima ketentuan Allah, meskipun tidak sesuai dengan keinginan kita.
“Dan sungguh, akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 155)
2. Sifat Tergesa-gesa (Hastiness)
Manusia diciptakan dengan sifat tergesa-gesa dan ingin hasil instan. Ketika menghadapi masalah, kita sering ingin solusi cepat, sehingga sulit untuk menunggu dengan sabar proses yang diperlukan. Padahal, kesabaran membutuhkan waktu dan pengendalian diri.
“Manusia diciptakan dalam keadaan tergesa-gesa…” (QS. Al-Anbiya [21]: 37)
3. Godaan Emosi
Ketika menghadapi kesulitan atau masalah, emosi seperti marah, kecewa, atau putus asa seringkali muncul. Emosi-emosi ini bisa membuat kita sulit untuk bersabar karena kita merasa tertekan atau terluka. Sabar menuntut kita untuk mengendalikan emosi dan meredam amarah.
Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang kuat bukanlah yang menang dalam bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Kurangnya Keyakinan akan Hikmah di Balik Ujian
Sering kali kita merasa sulit bersabar karena kita tidak memahami atau yakin bahwa di balik setiap ujian ada hikmah dan kebaikan yang Allah siapkan. Ketika seseorang tidak memiliki keyakinan yang kuat pada rencana Allah, sabar menjadi lebih berat.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 216)
5. Tantangan Keimanan
Sabar adalah salah satu ujian terbesar dalam keimanan. Orang yang beriman perlu memiliki kepercayaan penuh bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah atas izin Allah dan bagian dari rencana-Nya yang lebih besar. Semakin lemah iman seseorang, semakin sulit baginya untuk bersabar. Rassululloh bersabda : “Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena setiap urusannya adalah baik baginya. Jika dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika dia ditimpa kesusahan, dia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR. Muslim)
6. Tidak Terbiasa Latihan Kesabaran
Sabar adalah kemampuan yang memerlukan latihan dan pembiasaan. Jika seseorang tidak terbiasa menahan diri dalam situasi sulit, maka sabar akan terasa berat ketika dihadapkan dengan ujian besar. Seseorang perlu melatih kesabaran dalam hal-hal kecil terlebih dahulu.
7. Pengaruh Lingkungan dan Masyarakat
Lingkungan sosial juga berpengaruh. Masyarakat modern yang serba cepat dan instan cenderung menanamkan pola pikir bahwa segala sesuatu harus terjadi dengan segera, tanpa menunggu. Budaya ini membuat kesabaran terlihat sebagai sesuatu yang sulit dan tidak sesuai dengan kehidupan saat ini.
Kesimpulan:
Sabar sulit diamalkan karena bertentangan dengan sifat manusia yang cenderung tidak suka kesulitan, mudah tergesa-gesa, dan sering terpengaruh oleh emosi. Selain itu, kurangnya keyakinan kepada hikmah Allah, serta pengaruh lingkungan, juga memperberat praktik sabar. Namun, dengan melatih kesabaran dan meningkatkan keimanan, seseorang bisa mencapai tingkat sabar yang lebih baik, karena sabar merupakan bagian penting dari keimanan dan akan membawa keberkahan serta pahala di akhirat.
Doa Memohon Kesabaran:
اللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ صَبْرًا جَمِيلًا، وَيَقِينًا صَادِقًا، وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا مُطْمَئِنًّا، وَنَفْسًا رَاضِيَةً
Allahumma inni as’aluka sabran jamilan, wa yaqinan sadiqan, wa as’aluka qalban mutma’innan, wa nafsan radhiyatan.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kesabaran yang indah, keyakinan yang benar, hati yang tenang, dan jiwa yang ridha (menerima segala ketentuan-Mu).”