9 Alasan untuk Kita Harus Berbuat Baik

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

فَبِمَا  نَقْضِهِمْ  مِّيْثَا قَهُمْ  لَعَنّٰهُمْ  وَجَعَلْنَا  قُلُوْبَهُمْ  قٰسِيَةً  ۚ يُحَرِّفُوْنَ  الْـكَلِمَ  عَنْ  مَّوَا ضِعِهٖ  ۙ وَنَسُوْا  حَظًّا  مِّمَّا  ذُكِّرُوْا  بِهٖ  ۚ وَلَا  تَزَا لُ  تَطَّلِعُ  عَلٰى  خَآئِنَةٍ  مِّنْهُمْ  اِلَّا  قَلِيْلًا  مِّنْهُمْ  فَا عْفُ  عَنْهُمْ  وَا صْفَحْ  ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  يُحِبُّ  الْمُحْسِنِيْنَ

“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka Kami melaknat mereka dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 13)

Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik, kenapa kita harus berbuat baik?

1. Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Seseorang yang merasa dicintai oleh Allah SWT adalah menjadi orang yang selalu berbuat baik, seperti bersedekah disetiap lapang maupun dalam kondisi sempit, yang mampu menahan amarahnya serta memaafkan kesalahan orang lain yang menyakitinya. “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali ‘Imran : 134)

2. Berbuat baik untuk diri kita..

اِنْ  اَحْسَنْتُمْ  اَحْسَنْتُمْ  لِاَ نْفُسِكُمْ  ۗ وَاِ نْ  اَسَأْتُمْ  فَلَهَا  ۗ
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 7)

Amal baik yang dilakukan adalah untuk diri kita sendiri
Sesungguhnya setiap amal itu akan Kembali kepada yang melakukan. Kebaikan akan berbalas kebaikan dan keburukan akan berbalas keburukan.

3. Semakin mendekatkan diri kepada Allah
Perbuatan yang baik akan mendekatkan kepada sang Maha Baik. Akhlak yang baik merupakan salah satu ciri orang yang bertaqwa. Allah Subhanahu wata’ala akan memberikan banyak kebaikan kepadanya walaupun tanpa harus diminta.

Sebagaimana dalam firman Allah Surah Az-Zumar [39] : ayat 34

“Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik,”

4. Pelaku kebaikan adalah penghuni syurga

وَا لَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  وَعَمِلُوا  الصّٰلِحٰتِ  اُولٰٓئِكَ  اَصْحٰبُ  الْجَـنَّةِ  ۚ هُمْ  فِيْهَا  خٰلِدُوْنَ
“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 82)

5. Pelaku kebaikan senang bertaubat dan mensucikan dirinya.

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah : 222)

6. Pelaku kebaikan adalah orang orang yang adil.

Sebagaimana Rasulullah SAW yang mengatakan bahwa jika putri tercintanya sendiri, Fatimah Az Zahra yang melakukan perbuatan mencuri maka beliau kan menjatuhkan hukuman potong tangan pada putrinya itu. Rasulullah SAW tidak pernah memandang siapapun jika seseorang tersebut berbuat suatu kesalahan meskipun kepada putrinya sendiri. “Dan jika kamu memutuskan perkara, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.” (QS. Al-Maidah : 42)

7. Pelaku kebaikan adalah orang yang sabar.

Setiap ujian yang diberikan oleh Allah SWT maka Allah SWT sebenarnya telah menguji kesabaran umatnya agar umatnya selalu bersabar dalam menghadapi ujian tersebut. Dan dengan bersabar maka kita akan dicintai oleh Allah SWT, karena Allah SWT mencintai orang-orang yang bersabar. “Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah. Allah menyukai orang-orang yang bersabar.” (QS. Ali ‘Imran : 146)

8. Perbuatan baik bisa menghapus dosa

وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذَّاكِرِيْنَ (١١٤)

“Dan dirikanlah sembahyang da kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk, itulah peringatan bai orang orang yang ingat (QS.Surat Hud[11]:114).

9. Perbuatan baik akan mengundang kebaikan lainnya.

Karena sesungguhnya pintu-pintu kebaikan terus diikuti oleh kebaikan-kebaikan yang lain. Barangsiapa yang dibuka untuknya satu pintu kebaikan, maka akan terbuka pintu-pintu kebaikan yang lainnya. Dan ini adalah nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala. Para ulama mengatakan:

إن الحسنة تنادي أختها و تدعوها
“Sesungguhnya satu kebaikan akan menyeru dan mengajak kebaikan yang lainnya”

Apabila dadamu lapang untuk melakukan satu pintu atau memasuki satu pintu dari pintu-pintu kebaikan, maka ini adalah nikmat Allah subhanahu wa ta’ala kepadamu. Karena kebaikan akan mengajak kebaikan yang lainnya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ ﴿٦٠﴾
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS. Ar-Rahman[55]: 60)

Dan ini diambil juga dari firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…وَمَن يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَّزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا ۚ…
“…Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu…” (QS. Asy-Syura'[42]: 23).

Semoga kita selalu berniat untuk melakukan kebaikan kebaikan